Aceh Besar dilanda Kemarau, Lahan Pertanian Kering, Warga Pekan Bada Krisis Air Bersih

Aceh Besar, desernews.com
Puncak kemarau yang sedang melanda Aceh Besar dan sekitarnya, ribuan hektare sawah kekeringan, persediaan air bersih mulai menipis.
Hal itu terpantau di Kecamatan Pekan Bada, Kabupaten Aceh Besar, lahan pertanian warga terlihat kering kerontang, tanah memunculkan rekahan. Khusus untuk Kecamatan Pekan Bada, air bersih mulai krisis, air bersih yang disalurkan oleh PDAM Tirta Montala sudah tidak mencukupi.
“Sumber air PDAM untuk Kecamatan Darul Imarah dan Pekan Bada adalah dari mata Ie (mata air) yang kini debet airnya berkurang, sehingga warga Pekan Bada yang di ujung airnya mengecil dan harus menunggu air dari pukul 00.00 sampai pukul 05.00 subuh, itupun tidak mencukupi, karena air yang masuk tidak sempurna,” kata Pak Tarjo salah seorang warga Pekan Bada.
Edi Rahmadi warga Lam Lumpu, Kecamatan Pekan Bada, sudah seminggu begadang menunggu datangnya air PAM, air hanya cukup untuk ber Wudhu’.
“Warga berharap kepada pemerintah daerah dengan krisis air bersih di Pekan Bada dapat diatasi apakah PDAM Tirta Montala menyiapkan sumur bor di seputaran Pekan Bada, untuk mengatasi krisis air bersih ini,” ujarnya.
Sementara itu salah seorang petani lahan tadah hujan, A. Rahman (60) mengatakan kekeringan sawah di musim kemarau ini bukan sekali ini saja sudah sedari dulu, namanya tadah hujan. Namun kita selaku warga berharap ada solusi dari pemerintah untuk mengatasinya.
Sementara itu Bupati Aceh Besar, Muharam Idris, mengatakan dan meminta para Ulama Aceh Besar dan Santri Dayah untuk sholat Istisqa (minta hujan) di Mesjid-Mesjid dan Meunasah-Meunasah.(T. Jamaluddin)




