Kepala SDN 22 Batang Tuhur Dorong Pembenahan Sekolah, Dari Air Bersih Hingga Legalitas Aset

Pasaman (Dua Koto), desernews.com
SDN 22 Batang Tuhur, Nagari Cubadak Tengah, Kecamatan Dua Koto, Kabupaten Pasaman, merupakan salah satu lembaga pendidikan yang memiliki arti penting bagi masyarakat setempat.
Berada di kawasan perbukitan dengan panorama alam yang indah, sekolah ini terus berupaya meningkatkan kualitas lingkungan pendidikan sekaligus menjawab berbagai persoalan mendasar yang masih dihadapi.
Sejak 20 Juli 2026, kepemimpinan SDN 22 Batang Tuhur dipercayakan kepada Sixboydani, S.Pd., yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala SDN 21 Kelabu, Nagari Simpang Tonang Utara, Kecamatan Dua Koto. Ia menggantikan kepala sekolah sebelumnya, Misran Sari, S.Pd.
Meski baru sekitar dua setengah bulan memimpin, Sixboydani telah menunjukkan langkah konkret dalam melakukan pembenahan sekolah. Salah satu persoalan yang langsung menjadi perhatiannya adalah ketersediaan air bersih.
Lokasi SDN 22 Batang Tuhur yang berada di atas bukit dengan ketinggian sekitar 50 meter dari kawasan sekitarnya membuat kebutuhan air bersih menjadi tantangan tersendiri. Kondisi geografis tersebut tidak menyurutkan langkah kepala sekolah untuk mencari solusi.
Dengan membangun komunikasi dan berkoordinasi bersama masyarakat sekitar, akhirnya diperoleh lokasi untuk pembuatan sumur di kawasan dataran rendah, dekat permukiman warga di tepi jalan lintas provinsi Panti–Simpang Empat, Pasaman Barat.
Air dari sumur tersebut kemudian dipompa menggunakan mesin Sanyo melalui selang menuju kawasan sekolah yang berada di dataran lebih tinggi.
Langkah tersebut memperlihatkan bahwa kepemimpinan sekolah tidak semata-mata berbicara mengenai kegiatan pembelajaran di dalam kelas, tetapi juga menyangkut kemampuan membangun sinergi dengan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan dasar lingkungan pendidikan.

Selaraskan Sekolah dengan Program Pasaman Bangkit
Di bidang kebersihan dan keindahan lingkungan, Sixboydani juga menerapkan kegiatan gotong royong secara rutin sekali dalam sepekan yang melibatkan guru dan siswa.
Menurutnya, kegiatan tersebut bukan sekadar menjaga kebersihan sekolah, melainkan bagian dari upaya membangun karakter peserta didik agar memiliki kepedulian terhadap lingkungan, kedisiplinan serta semangat kebersamaan.
Kebijakan tersebut sekaligus menjadi bentuk dukungan terhadap program Pasaman Bangkit yang terus didorong Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pasaman Muslim, S.Pd., M.Pd., khususnya dalam membangun budaya sekolah yang bersih, tertib dan nyaman.
Kepemimpinan Muslim di jajaran Dinas Pendidikan Pasaman dinilai memberikan arah yang semakin jelas terhadap pentingnya pembenahan lingkungan sekolah. Program kebersihan sekolah tidak berhenti sebagai slogan, tetapi diarahkan agar menjadi kebiasaan dan budaya positif yang tumbuh dalam kehidupan sekolah. Bagi Sixboydani, lingkungan sekolah yang bersih dan nyaman merupakan salah satu syarat penting dalam menciptakan suasana belajar yang kondusif.
Berbekal Pengalaman Panjang di Dunia Pendidikan
Sixboydani bukan sosok baru dalam dunia pendidikan Kecamatan Dua Koto. Perjalanan pengabdiannya sebagai pendidik telah membawanya bertugas di sejumlah sekolah.
Kepada wartawan di SDN 22 Batang Tuhur, Jumat (11/9/2026), ia menuturkan bahwa dirinya pertama kali diangkat sebagai guru pada 2006 dan ditempatkan di SDN 25 Silalang. Di sekolah tersebut ia mengabdi selama sekitar 12 tahun enam bulan.
Setelah memenuhi persyaratan dan memperoleh kepercayaan untuk menduduki jabatan kepala sekolah, ia kemudian dipercaya memimpin SDN 09 Lanai.
Perjalanan tugas berikutnya membawa Sixboydani kembali ke SDN 22 Batang Tuhur sebagai guru selama sekitar dua tahun delapan bulan. Setelah itu ia dipercaya menjadi Kepala SDN 13 Batang Kundur, kemudian dimutasi sebagai Kepala SDN 21 Kelabu. Dari SDN 21 Kelabu, ia kembali mendapatkan amanah untuk memimpin SDN 22 Batang Tuhur.
Pengalaman berpindah dari satu sekolah ke sekolah lain tersebut menjadi modal berharga bagi Sixboydani dalam memahami karakter sekolah, guru, peserta didik maupun masyarakat di wilayah Kecamatan Dua Koto.
Perjuangkan Legalitas Tanah Sekolah
Selain persoalan sarana dan lingkungan sekolah, Sixboydani juga memberikan perhatian serius terhadap status legalitas tanah SDN 22 Batang Tuhur.
Menurutnya, persoalan surat hibah tanah sekolah perlu segera dituntaskan agar ke depan tidak menjadi hambatan bagi pemerintah dalam mengembangkan sarana dan prasarana sekolah.
Ia menjelaskan, selama ini terdapat dokumen terkait tanah sekolah yang masih berstatus wakaf. Sementara untuk mendukung pengembangan aset sekolah melalui program pemerintah, diperlukan kejelasan status dan dokumen kepemilikan tanah sesuai ketentuan yang berlaku.
“Kalau persoalan surat hibah ini tidak dituntaskan, sekolah ini bisa jalan di tempat. Pemerintah tentu membutuhkan dasar legalitas yang jelas untuk mengembangkan bangunan dan memberikan bantuan,” ujarnya.
Karena itu, Sixboydani memilih pendekatan komunikasi dan musyawarah dengan masyarakat yang berkaitan dengan lahan sekolah. Pendekatan tersebut menurutnya penting karena persoalan aset pendidikan tidak dapat diselesaikan hanya oleh kepala sekolah. Diperlukan keterlibatan masyarakat, ninik mamak, kejorongan, pemerintahan nagari, kecamatan, Dinas Pendidikan hingga instansi terkait.
Berbekal pengalaman sebelumnya ketika turut mengurus persoalan tanah sekolah di lingkungan pendidikan, Sixboydani memahami bahwa penyelesaian legalitas aset membutuhkan proses yang panjang dan ketelitian administratif.“Intinya adalah komunikasi
Karena saya sebelumnya juga pernah bertugas di sini selama dua tahun delapan bulan, lingkungan dan masyarakat di sini bukan sesuatu yang asing bagi saya. Dengan komunikasi yang baik, akhirnya pemegang surat tersebut bersedia menunjukkan dokumen yang ada,” katanya.
Ia bahkan mengajak pihak yang memegang dokumen untuk bersama-sama membawa persoalan tersebut ke Dinas Pendidikan Kabupaten Pasaman agar dapat ditindaklanjuti sesuai mekanisme yang berlaku.Menurut Sixboydani, penyelesaian legalitas tersebut bukan semata-mata untuk kepentingan dirinya sebagai kepala sekolah.
“Walaupun nanti sekolah ini mendapatkan bantuan DAK ataupun revitalisasi bukan pada periode saya, itu tidak masalah. Yang penting aset ini menjadi aset masyarakat Batang Tuhur dan dapat dimanfaatkan untuk generasi kita ke depan,” tuturnya.

Pernah Bangun Mushalla di Sekolah Sebelumnya
Komitmen Sixboydani terhadap pengembangan sekolah juga telah terlihat dari rekam jejak pengabdiannya di tempat sebelumnya.
Saat bertugas di SDN 21 Kelabu, ia turut membangun satu unit mushalla yang menjadi sarana ibadah bagi siswa dan guru.
Hal tersebut menunjukkan bahwa perhatian seorang kepala sekolah tidak hanya terbatas pada pencapaian akademik, tetapi juga mencakup pembentukan karakter dan penguatan nilai-nilai moral peserta didik.
178 Siswa dan Segudang Prestasi
Saat ini SDN 22 Batang Tuhur memiliki 178 siswa, didukung 13 orang guru, satu tenaga tata usaha serta kepala sekolah. Sekolah tersebut memiliki 10 ruang kelas dan satu ruang kepala sekolah.
Meski berada di kawasan yang secara geografis tidak berada di jalur utama perkotaan, SDN 22 Batang Tuhur mampu menunjukkan prestasi yang membanggakan.
Pada peringatan Hari Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia (PHBN) 2026, siswa SDN 22 Batang Tuhur berhasil meraih juara I tingkat Kecamatan Dua Koto dalam bidang olahraga dari 29 SD negeri yang ada di kecamatan tersebut.
Tidak hanya olahraga, kemampuan akademik siswa juga patut diapresiasi.
Dalam kegiatan cerdas cermat tingkat Nagari Cubadak Tengah yang dilaksanakan di Kantor Wali Nagari Cubadak Tengah, SDN 22 Batang Tuhur kembali berhasil meraih juara I.
Prestasi tersebut menjadi bukti bahwa keterbatasan geografis dan sarana bukan alasan bagi sebuah sekolah untuk berhenti berkembang.
Sebaliknya, dengan kepemimpinan yang visioner, dukungan guru, keterlibatan masyarakat serta arah kebijakan pendidikan yang tepat, sekolah di kawasan perbukitan pun mampu melahirkan prestasi.
Kehadiran Sixboydani, S.Pd. sebagai kepala sekolah baru diharapkan semakin memperkuat fondasi SDN 22 Batang Tuhur. Dengan pengalaman panjangnya sebagai pendidik dan kepala sekolah, ditambah dukungan kebijakan Kepala Dinas Pendidikan Pasaman Muslim, S.Pd., M.Pd., sekolah tersebut memiliki modal yang cukup untuk terus berbenah.
Bagi masyarakat Batang Tuhur, SDN 22 bukan sekadar tempat anak-anak menimba ilmu, tetapi merupakan aset pendidikan yang harus dijaga, dikembangkan dan diwariskan kepada generasi berikutnya.(H.Eddi Gultom)




