Keberatan Pj Bupati Palas Terhadap Pengeras Suara Saat Tadarus di Masji Nurul Hadi, Ketua DPD KNPI Sangat Menyayangkan
Padang Lawas, desernews.com
Soal adanya rasa keberatan dan terganggunya perasaan dan pendengaran Pj Bupati Padang Lawas (Palas) terhadap pengeras suara keras (TOA) Mesjid Nurul Hadi mengundang tanda tanya masyarakat mengenai paham yang dianut Pj Bupati.
Informasi yang di terima media ini, keberatan dan terganggunya Pj Bupati Padang Lawas Edy Junaedi terhadap suara keras TOA mesjid Nurul Hadi menurut narasumber terjadi pada hari Minggu malam, 18/03/2024, namun sebelumnya juga pernah terjadi namun masyarakat memaklumi, sehubungan dengan adanya kepentingan khusus di rumah dinas Pj Bupati barangkali,’ ucap Isra’
Ketua Dewan Pengurus Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPD KNPI) Padang Lawas, Muhammad Isra’ Hasibuan dan sejumlah Tokoh Masyarakat terus memberikan kritik terkait hal ini.
“,Kegiatan tadarus adalah kegiatan positif yang sudah sejak dulu kita laksanakan di kabupaten ini, masyarakat kita di Palas ini adalah manyoritas muslim, dan religi, ‘ terang Isra.
Kami dari DPD KNPI Padang Lawas senantiasa mendukung pelaksanaan tadarus di mesjid-mesjid khususnya Mesjid Nurul Hadi dengan menggunakan pengeras suara,’ sambung Isra kepada awak media ini, Rabu 20/03/2024 malam, di dampingi BKM mesjid.
Ditambahkan Isra’, dari dulu daerah Palas ini apabila datang bulam ramadhan selalu dilakukan meramaikqn mesjid untuk melaksanakan ibadah sholat taraweh dan tadarusAl Qur’an bang ,’ katanya.
Isra melanjutkan, namun di bulan yang sakral tahun ini, orang setingkat Pj Bupati, bapak Edy Junaedi merasa keberatan dan terganggu dengan suara dari Mesjid, pada akhirnya Pj Bupati menyuruh ajudan dan Satpol-PP ke mesjid Nurul Hadi untuk menyerukan kepada masyarakat yang tadarusan mengecilkan volume TOA, aneh kan ? ucap Isra heran.
Sering kita dengar dari sambutannya setiap acara Pemkab, Pj Bupati itu berasal dari Palas ini dan secara kultur seharusnya beliau sudah pahamlah dengan kondisi setiap bulan ramadhan disini di laksanakan tadarusan,’ cetus Ketua DPD KNPI Palas.
Ditambahkan Isra’, kalau begini, kita sangat menyanyangkan sikap pak Edy Junaedi tersebut dan pantas pahamnya kita pertanyakkan,’ungkapmya
Bersamaan dengan Muhammad Isra’, tokoh masyarakat dan Badan Keamilan Mesjid Nurul Hadi berharap agar Pj Bupati Palas sesegera mungkin untuk menyampaikan alasan yang masuk akal kepada masyarakat umum dasar dan alasanya keberatan dan terganggu mendengarkan suara TOA dari mesjid Nurul Huda.
Pantauan awak media ini pelaksanaan sholat taraweh dan tadarusan di mesjid Nurul Hadi tetap berjalan sebagimana mestinya. Penulis : A Salam Srg.




