Judi Batu Goncang di Komplek Cemara Asri Medan Katanya Punya Izin, Tapi Dilarang Rekam Video dan Foto

Medan, desernews.com
Permainan judi berkedok hiburan atau lebih dikenal dengan sebutan judi batu goncang, ternyata masih beroperasi di Komplek Cemara Asri, Jalan Cemara, Medan. Asyiknya lagi para pemain judi dikawal sejumlah pria berbadan tegap.
Bahkan, para pria pengawal lokasi judi itu dengan kasar melarang wartawan mengambil gambar.
Masyarakat menduga, pengelola judi yang berlokasi di sebuah food court Komplek Cemara Asri itu telah memiliki “setoran wajib” kepada aparat keamanan.
Bila tidak memberi setoran, mana mungkin lokasi judi batu goncang ini bisa bertahan. Karena pada 30 April 2025 lalu, Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Sumut telah menggerebak lokasi permainan judi serupa di Plaza Yanglim, Sei Rengas, Kecamatan Medan Area, Medan. Lalu, kenapa yang di Komplek Cemara ini dibiarkan beroperasi?,” ucap seorang sumber, Jumat 30 Mei 2025.
Food court spesialis tempat permainan judi batu goncang di Komplek Cemara Asri ini beroperasi setiap malam. Pantauan wartawan, Kamis 29 Mei 2025 malam, tampak pengunjung sangat ramai.
Ratusan pengunjung yang mayoritas etnis Tionghoa itu memadati lokasi food court yang sangat luas dan memanjang hingga ke belakang. Mereka tampak asyik dan tekun memperhatikan angka angka dalam kupon yang diletak di atas meja, sembari menyimak lagu yang dinyanyikan seseorang melalui pengeras suara diiringi musik.
Sesekali musik dan lagu berhenti, setelah ada yang berteriak maju dan berlari ke depan untuk menukarkan kupon. Mereka terlihat bermain sangat aman dan nyaman dengan pengawalan ketat sejumlah pria berbadan tegap yang selalu memasang mata tajam di pintu masuk food court, tempat lokasi judi.
Para pria berbadan tegap itu sebagian terlihat duduk di depan pintu food court, sebagian lagi aktif mobile (berkeliling) di sekitar lokasi food court. Para pria tersebut tampak selalu waspada terhadap setiap orang yang datang yang dianggap mencurigakan.
Tim wartawan yang datang ke lokasi, misalnya, tidak sempat duduk berlama-lama. Bahkan, belum sempat pesan minuman. Tapi, mereka langsung didatangi sejumlah pria berbadan tegap pengawas lokasi judi, dan menggiring wartawan ke luar dari dalam food court, lokasi judi tersebut.
Para pria berbadan tegap pengawas lokasi judi itu, kemudian dengan kasar meminta agar wartawan menghapus foto dan rekaman video dari dalam handphone milik wartawan. Sempat terjadi perdebatan. Karena pria pengawas lokasi judi itu tanpa hak memaksa untuk menghapus foto dan rekaman video dari dalam kamera handphone.
Ketika identitas pria yang melarang mengambil foto itu ditanya, dia tidak menjawab. “Abang tidak perlu tahu saya siapa. Kenapa ambil video tadi,” ucap pria itu dengan kasar.
Setelah perdebatan mereda, seorang pria diduga sebagai pimpinan pengawas lokasi judi batu goncang itu menjelaskan bahwa lokasi judi batu goncang di Komplek Cemara Asri telah memiliki izin.
“Ini ada izinnya, Bang,” tegas pria itu meyakinkan. Sayangnya, pria yang menolak untuk menyebut identitasnya itu, tidak menjelaskan instansi mana di Pemko Medan yang memberi izin pengoperasian judi batu goncang di Komplek Cemara Asri.
Anehnya, meski mengaku memiliki izin, akan tetapi para pria tersebut ternyata sangat marah ketika lokasi judi itu difoto. “Kalau memiliki izin, kenapa mereka takut lokasi judi itu difoto?” tanya tim wartawan.
Pria pengawas lokasi judi itu juga berdalih, pemain judi yang datang ke lokasi itu lagi sepi. “Sekarang lagi sepi ini, Bang,” jelasnya.
Padahal ratusan orang terlihat memadati lokasi judi batu goncang tersebut. Dari banyaknya jumlah pengunjung yang datang, omset judi batu goncang Komplek Cemara Asri itu diperkirakan mencapai ratusan juta setiap malam.
Jumlah omset judi batu goncang tersebut juga diperkirakan lebih banyak lagi jika pada malam Sabtu dan malam Minggu. Sebab, pada dua malam itu, jumlah pengunjung akan lebih banyak lagi dari malam biasa. (at)




