Jemaah Haji Kota Tebingtinggi dan Daerah Lain Pertanyakan Tambahan Air Zam-Zam
Menag Yaqut : Masih Nunggu Penyelesaian Administrasi Pengiriman

Tebingtinggi, desernews.com
Jemaah haji reguler asal Kota Tebingtinggi (Sumut), Kota Padangsidempuan (Sumut), Probolinggo dan Jawa Timur, terus mempertanyakan, kapan tambahan 5 liter air zamzam yang dijanjikan Kementerian Agama (Kemenag) bisa mereka terima.
Soalnya, Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas saat kunjungan ke Mekkah meninjau Jemaah Haji Indonesia Tahun 2023, menjanjikan akan memberikan tambahan air zamzam sebanyak 5 liter perjemaah.
Hal ini dilakukan Menag, karena adanya fenomena jemaah haji asal Indonesia selalu secara diam-diam membawa tambahan air zamzam diisikan kebotol air mineral dan dilakban, dimasukkan ke Koper Bagasi.
Akibatnya, pihak imigrasi Jeddah atau Madinah selalu membongkar koper bagasi jemaah haji, untuk mengeluarkan air zamzam tersebut, karena jumlahnya mencapai 10 sampai 50 botol ukuran 600 ml.
Banyak juga memang yang bisa lewat, terhindar dari pemeriksaan petugas bandara. “Tergantung rezeki masing-masing jemaah,” ungkap seorang jemaah haji asal Kota Medan.
Soal membawa air zamzam dimasukkan kedalaman botol air mineral kemasan 600 ml, memang sudah menjadi rahasia umum. Para jemaah selalu merasa kurang kalau hanya dijatah 5 liter perjemaah.
“Soalnya, setibanya dikampung, tak cukup kalau hanya 5 liter, karena yang mau dibagi banyak orangnya,” kata ibu-ibu jemaah haji Kota Tebingtinggi.
“Ya….kita senang sih kalau memang Menag bisa menambah, tapi uda sebulan lebih kok yang dijanjikan gak muncul, ini gimana ceritanya,” ungkap H. Subarjo jemaah Kota Tebingtinggi.
Keluhan seperti ini, juga disampaikan jemaah daerah lain di Indonesia.
“Saya gak tahu apa penyebab lamanya air zam-zam tambahan ini, kok sampai sekarang belum juga diterima para jemaah haji,” kata Holis Mahsuni, salah satu jemaah haji dari Kloter 79 asal Kabupaten Gresik, Rabu, 23 Agustus 2023.
Warga asal Pulau Bawean itu mengaku heran, padahal, kata dia, musim haji tahun ini telah berakhir pada 5 Agustus 2023.
Pertanyaan serupa disampaikan Zainul Hasan, salah seorang jemaah haji asal Kecamatan Krejengan, dari kloter 64 embarkasi Surabaya.
“Jamaah mempertanyakan ini, karena tidak ada kejelasan,” ujarnya, Rabu (23/8).
Salah seorang jamaah haji Kota Padangsidimpuan, Kodir Pohan,yang juga Ketua PWI Tapanuli Bagian Selatan.
“Memang saya sudah pertanyakan juga, keluhan para jemaah Padangsidimpuan, terkait jatah air Zamzam ini kepada Anggota Komisi VIII DPR-RI Pak Isqan Qolbu Lubis,” tapi belum ada berita lanjutan.
“Kalau sidang nanti saya tanyakan ke Menteri. Insya Allah,” kata Kodir menirukan jawaban Isqan Qolbu.
Penjelasan Menag

Terkait hal ini, Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas meminta para jemaah untuk bersabar. Ia menegaskan bahwa tambahan air zamzam sudah siap dan tinggal dikirim ke Indonesia.
“Air Zamzam tersebut sudah siap dan ada di Arab Saudi, hanya masih menunggu penyelesaian administrasi untuk proses pengirimannya,” ujar Gusmes, sapaan akrabnya saat menutup operasional penyelenggaraan haji, Sabtu (5/8/2023).
“Nantinya jemaah dapat mengambil air zamzam itu di Kanwil Kemenag Provinsi atau Kantor Kemenag Kabupaten/Kota,” sambungnya.
Menag menyampaikan, selain tambahan air zamzam, khusus tahun ini Kemenag juga menyediakan program safari wukuf lansia dan jemaah disabilitas.
Menag juga menjelaskan masalah di Armuzna, “Kami masih memiliki beberapa catatan. Salah satunya menindaklanjuti temuan Nazaha (lembaga antikorupsi Arab Saudi) terkait dengan masalah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina,” tuturnya.
Hasilnya, Nazaha Saudi menemukan adanya sejumlah kekurangan pelayanan yang semestinya disediakan pihak ketiga (Mashariq).
“Ini sejalan dengan penegasan PPIH, sejak awal bahwa persoalan layanan Armuzna sepenuhnya menjadi tanggung jawab Mashariq. Fakta ini akan menjadi pertimbangan dan bahan evaluasi dalam persiapan penyelenggaran ibadah haji 1444 H,” ujar Menag.
“Kami akan bicarakan dengan DPR, bila sebelumnya jemaah melunasi dulu biaya haji baru tes kesehatan, nah ke depan apa memungkinkan untuk dibalik, tes kesehatan dulu, baru bayar pelunasan biaya haji,” ujar Menag.
Senada dengan Gus Men, Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Ace Hasan Sadzily yang hadir dalam kesempatan tersebut juga mengungkapkan, pentingnya evaluasi secara komprehensif.
“Kami akan menyampaikan hasil evaluasi secara resmi secepatnya. DPR juga telah melakukan pengawasan, dan laporannya sudah kami susun secara komprehensif, untuk nanti bisa kita bahas untuk perbaikan layanan haji ke depan,” ujar Ace.
Pengiriman Air Zamzam
Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi, secara bertahap telah mengirim tambahan air zam-zam untuk jemaah haji Indonesia.
Tercatat, ada 90 ribu galon air Zam-zam ukuran 5 liter telah dikirim PPIH dari Saudi Arabia ke tanah air.
“Sampai hari ini, baru 90 ribu galon air zam-zam yang sudah kita kirim. Jadi, masih banyak yang harus dikirim,” terang Kepala Daerah Kerja (Kadaker) Bandara Haryanto, di Jeddah, Arab Saudi.
Dikatakan Haryanto, air Zam-zam tambahan tersebut akan dikirim ke 13 Embarkasi di seluruh Indonesia.
Untuk pengambilannya menunggu informasi dari Kantor Wilayah (Kanwil) Kemenag di masing-masing daerah.
“Soal pengambilan air zam-zam, akan ada informasi lebih lanjut dari Kanwil Kemenag,” kata Haryanto.
“Secara teknis, jemaah atau keluarga jemaah bisa mengambil di Embarkasi dengan membawa paspor jemaah bersangkutan. Waktunya menunggu informasi dari Kanwil, ya,” tambahnya menjelaskan.(Dari berbagai sumber/H. Suhartoyo)




