Advertisement

Ibadah Tujuan Hidup yang Utama

Tgk. H. Irawan Abdullah, S.Ag

Aceh Besar, desernews.com
Dalam perjalanan manusia dalam hidup dan kehidupan ini, terkadang banyak yang bertanya, apa sesungguhnya tujuan hidup ini. Semua yang mereka inginkan sudah diperolehnya, seperti harta, jabatan, rumah yang besar dan lain sebagainya, tidak sedikit dari mereka yang sudah memperoleh apa yang mereka inginkan itu, tetapi tidak memperoleh kebahagiaan hidup di dunia ini.

Tidak sedikit pula yang telah Allah berikan berupa kelebihan dari harta dan lainnya, malah mereka lebih banyak yang tidak merasakan kebahagiaan dari pada orang-orang yang Allah berikan hanya kecukupan sedikit, namun mereka menjalani hidupnya dengan kebahagiaan dan ketenteraman. Pertanyaannya adalah, apa yang dicari dan tujuan hidup ini.

Anggota Komisi I DPR Aceh, Tgk. H. Irawan Abdullah, S.Ag menyampaikan hal tersebut dalam khutbah Jumat di Masjid Lamblang, Cot Keueng, Kecamatan Kuta Baro, Kabupaten Aceh Besar, 2 Februari 2024 bertepatan dengan 21 Rajab 1445 H.

Tgk. Irawan Abdullah menjelaskan, apapun profesi, tugas dan posisi yang didapatkan sekarang, tidak lain tujuan utamanya untuk menyembah dan berbakti kepada Allah Swt, sebaimana tercantum dalam QS. Az-Zariyat:56, yang artinya, “Tidak Aku ciptakan jin dan manusia kecuali untuk menyembah-Ku”

“Jadi ibadah kita kepada Allah Swt menjadi tujuan hidup yang utama. Oleh karenanya, yang kita peroleh adalah hasil usaha yang kita lakukan yang harus mengandung nilai-nilai ibadah kepada Allah,” kata Tgk. Irawan Abdullah.

Tgk. Irawan menambahkan, terkait ibadah kepada Allah Swt dalam pengaturan fikih disebutkan, ibadah itu dibagi dalam dua kategori, yaitu ibadah mahdhah dan ghairu mahdhah. Ibadah mahdhah adalah ibadah-ibadah yang rutinitas kepada Allah Swt, seperti shalat, puasa, haji, sedekah dan lainnya.

Adapun ibadah ghairu mahdhah yaitu, semua aktivitas yang di dalam dunia ini mulai duduk, berdiri, dan berjalan yang dilakukan dengan cara-cara dan tuntunan Allah Swt dan dengan niat semuanya ibadah.

“Jadi orang yang mencari rezeki untuk keluarganya akan mengandung nilai ibadah kepada Allah dengan niat yang baik dan cara yang sesuai syariah, sehinga semua aktifitas kita harus mengandung nilai ibadah kepada Allah Swt. Inilah yang pertama, yaitu ibadah,” kata Tgk. Irawan.

Adapun yang kedua, tambahnya, waktu yang Allah berikan kepada makhluk. Umur yang Allah berikan harus mengandung nilai yang produktif, nilai-nilai amal yang bagus, sehingga dalam sebuah hadits Baginda Nabi Besar Muhammad SAW, bersabda, “Sebaik-baik manusia itu adalah yang panjang umurnya dan baik amalnya. Dan seburuk-buruk manusia itu adalah yang panjang umurnya tetapi buruk amalnya”.

“Sehingga, sekarang kita dapat memposisikan diri, mau menjadi manusia yang baik atau menjadi manusia yang buruk. Umur yang Allah berikan kepada kita dari tahun 2023 hingga sekarang, bukanlah berarti bertambah, tetapi semakin berkurang, sehingga menjadi manusia yang baik yaitu manusia yang panjang umurnya dan baik amalnya,” kata Tgk. Irawan.

Ketua Nadhir Wakaf Yayasan Waqaf Haroen Aly ini menambahkan yang ketiga, hendaklah menjaga waktu-waktu yang Allah berikan di dalam kehidupan ini, karena waktu itu sangatlah berguna. Imam Syafi’i dalam sebuah ungkapannya mengatakan, “Waktu itu laksana pedang, apabila kamu tidak memotongnya, maka waktu yang akan memotongmu”.

“Tidak sedikit dalam ayat Al-Quran Allah bersumpah dengan waktu yaitu demi masa, demi waktu malam, demi waktu dhuha dan lainnya,” ungkapnya. (Sayed M. Husen/TJ/DN)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button
Close
Close

Adblock Detected

Harap nonaktifkan aplikasi AdBlock nya terlebih dahulu.. Terima Kasih