Hamdan: MTQ Bukan Sekadar Ajang Kompetisi, tetapi Momentum Membentuk Generasi Qur’ani dan Menguatkan Program Pasaman Bangkit

Pasaman (Dua Koto), desernews.com
Anggota DPRD Kabupaten Pasaman dari Fraksi Partai Golkar, Hamdan, menegaskan bahwa pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tidak semata-mata menjadi ajang perlombaan membaca dan memahami Al-Qur’an, tetapi jauh lebih penting sebagai sarana strategis dalam membentuk karakter generasi muda yang religius, berakhlak dan memiliki masa depan yang lebih baik.
Hal tersebut disampaikan Hamdan saat menghadiri undangan pembukaan MTQ III Nagari Cubadak Tengah, Kecamatan Dua Koto, Kabupaten Pasaman, Minggu (30/8/2026) pagi
Dalam sambutannya, Hamdan juga bernostalgia dengan perjalanan politiknya bersama salah seorang tokoh masyarakat yang kini duduk sebagai anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat dari Fraksi Partai NasDem, Selamat Simamora, SE., M.Si.
Hamdan menuturkan, dirinya bersama Selamat Simamora pernah sama-sama berjuang dalam Pemilu Legislatif 2009 untuk memperebutkan kursi DPRD Kabupaten Pasaman. Ketika itu, Kabupaten Pasaman masih memiliki tiga daerah pemilihan.
“Alhamdulillah, dengan kerja sama yang baik dari Partai Golkar, kami bisa duduk dua orang dari Dapil II Kabupaten Pasaman,” ujar Hamdan mengenang perjalanan tersebut.
Menurutnya, perjalanan politik dan pengabdian yang dilalui para putra daerah hendaknya bermuara pada kepentingan masyarakat. Karena itu, keberadaan para wakil rakyat harus mampu menjadi jembatan antara aspirasi masyarakat dengan kebijakan pemerintah.
MTQ Momentum Mencetak Generasi Berprestasi
Terkait pelaksanaan MTQ, Hamdan memberikan apresiasi kepada pemerintah nagari, panitia, dewan juri, tokoh masyarakat serta seluruh pihak yang telah berkontribusi menyukseskan kegiatan tersebut.
Ia berharap para dewan juri dapat menjalankan tugas secara objektif dan profesional sehingga peserta terbaik benar-benar dapat terpilih untuk mewakili nagari pada tingkat kecamatan maupun jenjang yang lebih tinggi.
“Kerja keras kita bersama sangat diperlukan untuk meningkatkan prestasi, bukan hanya di tingkat nagari, tetapi juga sampai tingkat kecamatan dan kabupaten,” katanya.
Hamdan menilai, pembinaan keagamaan terhadap generasi muda tidak dapat hanya dibebankan kepada pemerintah. Peran orang tua, guru TPQ, tokoh masyarakat, pemerintah nagari dan seluruh elemen masyarakat sangat menentukan dalam membentuk karakter anak-anak di tengah perkembangan teknologi dan media sosial.
Menurutnya, kemajuan teknologi harus disikapi secara bijaksana. Penggunaan telepon pintar dan media sosial oleh generasi muda harus diimbangi dengan pendidikan agama dan pengawasan yang kuat dari keluarga serta lingkungan.
“Karena itu, mari kita bergandengan tangan membina anak-anak kita dari segala sisi, agar generasi yang akan datang bisa lebih baik daripada generasi yang ada sekarang,” tegasnya.
Apresiasi terhadap Pasaman Bangkit
Hamdan juga memberikan apresiasi terhadap arah pembangunan yang tengah digerakkan Pemerintah Kabupaten Pasaman di bawah kepemimpinan Bupati Pasaman Welly Suhery melalui semangat Pasaman Bangkit.
Ia menilai, pembangunan daerah tidak cukup hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi harus berjalan beriringan dengan pembangunan sumber daya manusia, moral dan spiritual.
Menurut Hamdan, salah satu perhatian pemerintah daerah adalah upaya menciptakan Pasaman yang semakin religius dan Qur’ani, antara lain melalui program pembinaan serta penguatan tenaga guru tahfiz.
“Pemerintah daerah dengan program Pasaman Bangkit tentunya berupaya menciptakan Pasaman yang Qur’ani. Kita sebagai masyarakat harus berpartisipasi aktif menunjang program tersebut,” ujarnya.
Hamdan menegaskan, DPRD Kabupaten Pasaman sebagai mitra pemerintah daerah akan terus memberikan dukungan sesuai kewenangan, terutama dalam pembahasan dan pengalokasian anggaran untuk program-program yang menyentuh kepentingan masyarakat.
Ia mengakui kondisi fiskal pemerintah daerah saat ini tidak mudah. Kebijakan efisiensi dan keterbatasan anggaran membuat pemerintah harus menentukan skala prioritas secara cermat.
Namun demikian, Hamdan menilai semangat dan kerja keras Bupati Welly Suhery dalam membangun Pasaman patut diapresiasi.
“Walaupun anggaran terbatas, pemerintah daerah tetap bekerja keras dalam rangka membangun Pasaman,” katanya.
Soroti Infrastruktur dan Pendidikan di Dua Koto
Sebagai anggota DPRD yang berasal dari daerah pemilihan tersebut, Hamdan juga menyampaikan sejumlah aspirasi masyarakat, terutama terkait pembangunan infrastruktur dan pendidikan.
Ia mengatakan, dirinya bersama Badan Anggaran DPRD Pasaman terus mempertanyakan perkembangan sejumlah program pembangunan yang dinilai penting bagi masyarakat Kecamatan Dua Koto.
Di antaranya pembangunan ruas jalan Simpang Tonang–Simpang Dingin dengan anggaran sekitar Rp4,5 miliar, serta ruas Silang Empat–Lanai sekitar Rp3 miliar.
Hamdan berharap program tersebut dapat segera direalisasikan sesuai perencanaan, mengingat kondisi infrastruktur menjadi salah satu faktor penting dalam menunjang mobilitas masyarakat dan pertumbuhan ekonomi daerah.
“Kami dari Banggar terus mendesak pemerintah daerah agar pelaksanaan pembangunan tersebut dapat dilakukan secara cepat dan tepat, dengan melihat kondisi daerah kita,” ujarnya.
Selain infrastruktur, Hamdan juga menaruh perhatian serius terhadap sektor pendidikan.
Ia menyebut SMPN 5 Kecamatan Dua Koto yang berada di Muara Tambangan sebagai salah satu fasilitas pendidikan yang diharapkan mendapat perhatian melalui program pembangunan tahun 2027.
Menurutnya, keterbatasan kemampuan APBD membuat pemerintah daerah harus mencari alternatif pembiayaan melalui program revitalisasi dan sumber anggaran lainnya. “Untuk SMPN 5 Kecamatan Dua Koto, pemerintah berjanji akan memprioritaskannya pada tahun 2027,” kata Hamdan.
Dorong Kolaborasi Membangun Nagari
Lebih jauh Hamdan menegaskan, kemajuan Nagari Cubadak Tengah tidak mungkin diwujudkan hanya oleh wali nagari atau pemerintah nagari semata. Dibutuhkan komunikasi dan kolaborasi seluruh elemen masyarakat, mulai dari pemerintah kecamatan, lembaga nagari, tokoh masyarakat, pemuda, ninik mamak, alim ulama hingga para perantau.
“Sekecil apa pun pemerintahan nagari, wali nagari tidak akan mampu berbuat banyak kalau tidak membangun komunikasi dengan seluruh elemen masyarakat,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Hamdan juga memberikan apresiasi kepada Selamat Simamora yang kini menjadi anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat. Ia menilai Selamat memiliki perhatian besar terhadap masyarakat, khususnya Nagari Cubadak Tengah dan Kecamatan Dua Koto.
Hamdan berharap keberadaan Selamat di DPRD Sumbar dapat semakin memperkuat perjuangan aspirasi masyarakat Dua Koto, terutama dalam mengakses program pembangunan dari pemerintah provinsi.
“Kami berharap dengan adanya adinda Selamat di provinsi, sekecil apa pun program dari provinsi dapat diperjuangkan untuk Cubadak Tengah dan Kecamatan Dua Koto,” harapnya.
Menurut Hamdan, sinergi antara pemerintah kabupaten, pemerintah provinsi dan wakil rakyat menjadi kekuatan penting dalam mempercepat pembangunan daerah, terlebih di tengah kondisi fiskal yang penuh tantangan.
Sumbang Rp500 Ribu untuk MTQ
Sebagai bentuk dukungan nyata terhadap pelaksanaan MTQ III, Nagari Cubadak Tengah Hamdan secara pribadi turut memberikan bantuan sebesar Rp500 ribu kepada panitia. Ia menyadari bantuan tersebut tidaklah besar, namun menurutnya yang terpenting adalah semangat kebersamaan dan kepedulian terhadap kegiatan keagamaan di tengah masyarakat.
“Kami sebagai anggota DPRD Kabupaten Pasaman dengan kemampuan pribadi, demi suksesnya acara ini, menyumbang dana sebanyak Rp500 ribu. Walau sekecil apa pun, mudah-mudahan dapat bermanfaat bagi pelaksanaan MTQ III ini dan bisa dimanfaatkan oleh pihak panitia,” tuturnya.
Hamdan berharap MTQ tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial tahunan. Lebih dari itu, MTQ harus menjadi gerakan bersama untuk melahirkan generasi muda yang memiliki prestasi sekaligus berlandaskan nilai-nilai Al-Qur’an.
Ia optimistis, apabila semangat tersebut terus dibangun melalui kerja sama antara pemerintah dan masyarakat, maka Nagari Cubadak Tengah akan mampu bangkit dan bergerak lebih maju.
“Kalau kita sepakat dan bekerja sama, insya Allah nagari kita akan lebih maju.
Mari bersama-sama membangun Cubadak agar semakin baik untuk masa yang akan datang,” pungkas Hamdan.(H.Eddi Gultom)




