Nasional

Jalan Provinsi di Kecamatan Dua Koto Rusak Parah, Warga Desak Pemprov Sumbar Segera Bertindak

AJalan provinsi yang kondisinya rusak parah tepatnya di Kampung Pangkalam Cubadak Tengah.


‎Pasaman, desernews.com
‎‎Kondisi jalan provinsi yang melintasi wilayah Kecamatan Dua Koto, Kabupaten Pasaman,Sumbar  kian memprihatinkan.

‎Sedikitnya terdapat empat titik kerusakan berat yang dinilai sangat mengganggu aktivitas masyarakat, terutama menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.

‎Pantauan di lapangan, kerusakan pertama berada di kawasan Kejorongan Batang Tuhur, Nagari Cubadak Tengah, atau sedikit melewati SMAN 1 Dua Koto jika dari arah Talu menuju Panti.

‎Di titik ini, badan jalan dipenuhi lubang dan permukaan aspal yang hancur, sehingga pengendara kesulitan memilih jalur aman untuk melintas.

‎“Sudah lama rusak dan belum ada perbaikan berarti. Kalau hujan turun, lubang tertutup air dan sangat berbahaya bagi pengendara,” ungkap salah seorang warga setempat.

‎Titik kedua berada di kawasan Kampung Pangkalam, Nagari Cubadak Tengah sedikit melewati puskesmas setempat dari arah Talu menuju Panti. Kondisi jalan di lokasi ini tak kalah memprihatinkan, dengan sejumlah lubang besar yang mengancam keselamatan pengguna jalan, baik kendaraan roda dua maupun roda empat.

‎Kerusakan juga ditemukan di kawasan Kampung Logun, Nagari Cubadak Tengah. Di lokasi ini, badan jalan tampak terkelupas dan berlubang di beberapa bagian. Sementara titik keempat berada di Kampung Muara Tombang, Nagari Cubadak, yang mengalami kerusakan cukup parah dan memperlambat arus lalu lintas.

‎Masyarakat Kecamatan Dua Koto berharap Pemerintah Provinsi Sumatera Barat segera turun tangan melakukan perbaikan. Pasalnya, ruas jalan tersebut merupakan akses vital penghubung antarwilayah yang setiap hari dilalui masyarakat untuk keperluan ekonomi, pendidikan, dan pelayanan kesehatan.

‎Apalagi menjelang Idul Fitri 1447 H, arus kendaraan diperkirakan meningkat signifikan. Jika tidak segera diperbaiki, kondisi jalan dikhawatirkan akan semakin rusak dan berpotensi menimbulkan kecelakaan lalu lintas.

‎“Harapan kami sebelum lebaran sudah ada perbaikan, minimal tambal sulam dulu agar tidak terlalu membahayakan,” ujar seorang pengguna jalan.

‎Warga berharap aspirasi ini mendapat perhatian serius dari pemerintah provinsi demi kenyamanan dan keselamatan masyarakat yang melintas di jalur tersebut.(H.Eddi Gultom)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close