Sosok Ashari Tambunan Dalam Perspektif Masyarakat Deliserdang
Kalau Jabatan Bupati Bisa Tiga Periode, Itu Miliknya

Tebingtinggi, desernews.com
Jika UU membolehkan Bupati sampai tiga periode, sosok H. Ashari Tambunan diyakini, bisa kembali terpilih sebagai Bupati Deli Serdang.
“Namun, undang-undang Pilkada membatasi, hanya dua priode memperbolehkan para Bupati maupun wali kota dapat menjabat. Kalau boleh tiga priode, maka diyakini H. Ashari Tambunan akan terpilih kembali untuk memimpin Kabupaten terbesar di Sumatra Utara ini,” ungkap masyarakat di Kecamatan Percut Seituan, Lubukpakam, Batangkuis, Beringin, Galang, Pagarmerbau dan Patumbak.
Senada dengan masyarakat dibeberapa kecamatan di Deliserdang, Sekretaris Fraksi Garindra DPRD Deli Serdang Dedy Sahputra, SH menegaskan, pihaknya setuju apa yang disampaikan masyarakat.

Dedy Sahputra, SH ketika diminta tanggapannya, Senin (28/8), saat dibandara Kualanamu, terkait akan berakhirnya masa jabatan H. Ashari Tambunan sebagai Bupati pada awal bulan Oktober 2023, menyebutkan, kiprah Ashari Tambunan saat memimpin di Kabupaten Deliserdang tidak perlu diragukan lagi.
“Apalagi dalam darahnya mengalir trah atau keturunan politisi dari ayahnya H. Djamaluddin Tambunan,” ungkap Dedi.
Menurutnya Dedi, Bupati Ashari Tambunan telah menorehkan prestasi atas kinerjanya selama dua priode, sehingga Deli Serdang menjadi salah satu kabupaten yang terbaik dan maju pesat di Sumatra utara.
Dari aspek pembangunan, lanjut Dedi yang merupakan putra tokoh masyarakat Lubuk Pakam Sugeng itu, bisa dilihat secara kasat mata.
Deli Serdang yang terdiri dari 22 kecamatan, sudah seluruhnya tersentuh pembangunan, lanjut Dedy Sahputra, seperti peningkatan jalan, maupun pembuatan jalan baru. Semua jalan klasifikasi kabupaten kini telah diaspal, demikian juga jalan-jalan kecamatan hingga didesa serta dusun-dusun.
“Semua diaspal dengan kondisi yang cukup baik,” ungkap Dedi.
Tidak hanya peningkatan jalan yang direalisasikan dipemerintahan H. Ashari, lebih jauh Dedy menyebutkan, begitu juga jembatan, tanggul serta saluran irigasi disemua kecamatan tak luput dari pelaksanaan pembangunan.
Selain melalui dana APBD Deli Serdang, beliau juga mampu mendatangkan proyek-proyek besar bersumber dari dana APBN, diantaranya di Kecamatan Batang Kuis pembangunan Bendungan untuk pengairan pertanian bernilai Rp.650 miliar serta tanggul di Lausimeme Deli Serdang senilai lebih satu teriliun rupiah.
Selain itu juga telah dilakukan pembangunan kolam renang, gedung convention hall, perpustakaan didepan kantor bupati, Mesjid Agung, Taman buah, gedung dan fasilitas pramuka serta P3UD di Tamora, banyak lagi pembangunan telah dilakukan Ashari.
Kemampuan Ashari meyakinkan pemerintahan Pusat tidak perlu diragukan lagi, figur seperti dia itulah yang diperlukan oleh warga masyarakat di Sumatra Utara ini.
“Beliau juga dapat diterima semua pihak, karena dorongannya menciptakan harmonisasi antar ummat beragama , suku dan ras berjalan cukup baik, kata Dedy Sahputra, SH ketika ditemui dibandara Kualanamu bersama Caleg DPRD Provinsi Sumut Dapil 3 Kabupaten Deli Serdang dari Partai PKB H. Zulkifli Barus.

Ditambahkan H. Zulkifli Barus, berdasarkan surat kementerian dalam negri nomor 100.2.1.4/4367/ODDA Tanggal 16 Juni 2023 ditegaskan bahwa, kepala daerah yang terdaftar sebagai Caleg akan berhenti atau tidak lagi memiliki status, beserta hak dan kewenangannya sebagai Bupati, sejak bersangkutan ditetapkan dalam Daftar Calon Tetap (DCT) pertanggal 11 Oktober 2023.
Menurut H. Zulkifli Barus, Bupati Ashari Tambunan segera mengundurkan diri dari jabatannya, setelah namanya tertera dalam DCT, karena akan mengikuti Konstetasi Politik dalam Pileg Tahun 2024-2029 DPR RI dari Partai PKB No. Urut 1 Dapil Sumut 1 (Medan, Deliserdang, Sergai dan Kota Tebingtinggi).
“Beliau sudah siap berkompetisi dalam konstetasi politik pada Pileg Tahun 2024 DPR RI dengan perahu Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), ” jelas H. Zulkifli Barus yang juga politisi PKB dan maju dalam Pileg 2024 DPRD Sumut.
Kiprah ashari tambunan dalam dunia politik tidak perlu diragukan, apalagi dalam darahnya mengalir trah atau keturunan politisi, sejak dari ayahnya, abang hingga sang anak tunggalnya H. Adlin Tambunan yang saat ini masih menjabat sebagai Wakil Bupati Serdangbedagai.
Ashari anak kelima dari enam bersaudara ini, merupakan adik kandung dari Bupati Deli Serdang, Alm. Amri Tambunan (1949-2016) dan ayah kandung dari Wakil Bupati Serdang Bedagai, Adlin Umar Yusri Tambunan.
Pada tahun 2023, Ia menyatakan akan mengundurkan diri sebagai Bupati Deli Serdang untuk maju dalam Pileg Anggota DPR RI pada Pemilihan umum Legislatif 2024 dari Partai Kebangkitan Bangsa.
Orangtua
Orang Ashari Tambunan adalah Mayor Jenderal TNI (Purn.) H. Djamaluddin Tambunan, S.H., (lahir 4 Februari 1922) adalah Gubernur Jambi sejak 1974–1979.
Sebelum menjabat sebagai Gubernur Jambi, Ia berpengalaman di bidang politik sebagai Bupati Asahan, Wali Kota Pematangsiantar, Bupati Simalungun dan Gubernur Muda Sumatra Utara.
Djamaluddin adalah ayah kandung dari Amri Tambunan, Bupati Deli Serdang sejak 2004 hingga 2014, serta Ashari Tambunan, Bupati Deli Serdang dua periode 2014–2019 dan 2019–2024.
Djamaluddin Tambunan, Lahir
4 Februari 1922 di Balige, Keresidenan Tapanuli, Hindia Belanda.
Djamaluddin Tambunan memiliki istri bernama Lettu Inf. (Purn) Nurbanun Siregar, keduanya adalah purnawirawan TNI yang ikut memperjuangkan kemerdekaan Indonesia sewaktu zaman penjajahan.
Keduanya memiliki anak :
1. Amri Tambunan
2. Ria Tambunan
3. Masniari Tambunan
4. Tapisari Tambunan
5. Ashari Tambunan
6. Syahrial Tambunan
Kisah Orangtuanya
Saat istrinya hamil tua mengandung putra sulungnya Amri Tambunan, istrinya ditangkap dan ditawan Belanda di Tanjungbalai, untuk memaksa agar suaminya Djamaluddin menyerah.
Djamaluddin Tambunan pernah menjabat berbagai jabatan strategis seperti :
Wedana Tanjung Balai (1946), Patih di Asahan (1947), kemudian menjadi Bupati Asahan (1947), Bupati Labuhanbatu (1949), Wali Kota Pematang Siantar (1957), Bupati Simalungun (1959), Gubernur Muda Sumatra Utara (1960), Sekwilda Sumatra Utara (1973), Gubernur Jambi (1974), Kepala bagian Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Depdagri (1980).
Dibidang politik ia pernah menjadi Anggota DPR dan MPR (1982–1987) dan Wakil Ketua Fraksi Karya Pembangunan DPD/MPR (1987). (H. Suhartoyo)




