GPAYM Kota Tebingtinggi Beri Santunan Kepada Anak Yatim Dan Keluarga Pra Sejahtera

Tebingtinggi, desernews.com
Perkumpulan Gerakan Peduli Anak Yatim dan Masakin (GPAYM) Kecamatan Rambutan, Kota Tebingtinggi, memberi santunan kepada Anak Yatim dan Keluarga Pra Sejahtera, Senin Malam (24/2/2025) bertempat di Sekretariat GPAYM (Rumah Ketua GPAYM H. Suhartoyo), Jln. Bukit Kubu No. 29 Rantau Laban, Kota Tebingtinggi.
Pemberian santunan berkaitan dengan memperingati Isra’ Mi’raj Nabi Besar Muhammad SAW dan Punggahan menyambut datangnya Bulan Suci Ramadhan 1446 H/ 2025 M. Acara yang dipandu Protokol Juhairdin Sinaga, SH, didahului dengan Pembacaan Ayat Suci Alqur’anul Karim oleh Qori Maradhona Ritonga, SE.

Hadir dalam acara tersebut, Tokoh Masyarakat dan Penasehat GPAYM H. Ismail Budiman, SH, MM, H. Muhadi, SPd, H. Baharuddin Harahap, SPd, H. Abdul Rahman, Drs. Sarnen Haryono, Drs. Irwan Nasution, Indra Kelana, H. M. Latif Rambe dan Chaidir Chandra (Wartawan).
Ketua Panitia Pelaksana Gundur Pulungan, SPd, M.Si dalam laporannya menyampaikan, penerima santunan sebanyak 108 orang, terdiri 35 orang anak yatim dan 73 orang keluarga pra sejahtera, berasal dari Kelurahan Rantaulaban, Mekar Sentosa, Tanjung Marulak, Kampung Mandailing dan Kampung Jawa, Kota Tebingtinggi.

Dijelaskan Gundur Pulungan, santunan diberikan berupa Beras 5 kg, Minyak Goreng 1 kg dan Uang Lauk Rp. 50.000,-. “Semoga bantuan tersebut, bisa meringankan beban bapak ibu dan anak-anak, dalam menjalankan Ibadah Puasa,” ucap Gundur.
Menurut Ketua Panitia Gundur Pulungan yang juga Kepala SMA Negeri I Dolokmasihul Sergei, bantuan diperoleh dari donatur yaitu : Budi Susilo, SP, SEVP Ops. I PTPN IV Regional I Medan, Ibnu Faisal Nasution, SE, QIA, GM Ex. PTPN III Datim Aceh, Kota Langsa, Iwan Kurniawan, SP, Manajer Kebun Batangtoru, Budi Santoso, ST, Kasubbag Sipil PTPN IV Regional I Medan, Afrian Wahyu Askep Kebun Sei. Silau dan Ali Bangun Sihombing KTU Kebun Rambutan.

Selanjutnya Muhammad Nuh, SH, MH, Hakim Tinggi Pengadilan Tinggi Gorontalo, Erni binti Rohimin, warga Kota Puchong Negeri Selangor, Malaysia, dr. Hj. Aida Feridani Simarmata, dokter Puskesmas Kampung Keling, Hj. Yusnani Sei. Rampah dan Zakaria/Andre ASN Pemko Tebingtinggi.
Kemudian, Ustad Drs. H. Nizar Rangkuti Penasehat GPAYM (Mantan Sekwan DPRD KotaTebingtinggi), Bincai Kedai Sembako Kelurahan Lalang Tebingtinggi, H. Suhartoyo Ketua GPAYM, Hj. Zunairah Nastion, Drs. Irwan Nasution Pengurus GPAYM (Mantan KTU Kebun Rambutan), BKM Musholla RSU dr. Kumpulan Pane dan Kotak Amal Warung Bakso Amin/Ana Legiem Simpang BP7 serta Kotak Amal Warung Bakso Lina Kelurahan Rantaulaban, Tebingtinggi.

Ketua Gerakan Peduli Anak Yatim dan Masakin (GPAYM) H. Suhartoyo dalam sambutannya menyampaikan ucapan terimakasih kepada para donatur, yang telah menyisihkan sebagian rezekinya untuk disalurkan kepada kaum dhuafa dan anak-anak yatim di Kota Tebingtinggi.
“Semoga kebaikan Bapak Ibu mendonasikan sebagian rezeki untuk anak yatim dan dhuafa, mendapat ganjaran pahala dan rezeki berlimpah dari Allah SWT serta diberi kesehatan seluruh keluarga, Aaminn yarobbal alamin,” ucap H. Suhartoyo mendo’akan, sembari berharap kedepan dapat kembali memberikan sebagian rezekinya melalui GPAYM Kota Tebingtinggi.

Pada bagian lain sambutannya, H. Suhartoyo menjelaskan, bahwa Gerakan Peduli Anak Yatim dan Masakin (GPAYM) Kota Tebingtinggi ini, dicetuskan pada Bulan Nopember 2023. Kegiatan pemberian santunan, kepada Anak Yatim dan Keluarga Pra Sejahtera telah dilaksanakan empat kali ini.
Dikatakan H. Suhartoyo, Pendiri Gerakan Peduli ini, kebanyakan adalah para pensiunan perkebunan PTPN-III dan ASN Pemko Tebingtinggi, yang memiliki jiwa sosial dan pengabdian kepada masyarakat serta ada beberapa orang yang masih berdinas aktif. “Mudah-mudahan kegiatan kebaikan di jalan Allah ini, bisa berkelanjutan dan makin banyak dermawan yang membantu, demi meringankan beban Anak Yatim dan kaum Dhuafa,” ungkap H. Suhartoyo.

Sementara itu, Ustadz Drs. H. Nizar Rangkuti, dalam tausiahnya mengawali dengan membaca Surah Al-Maun Ayat 1-7, yaitu A ra’aitallazi yukazzibu biddin, Fa zalikallazi yadu’ul yatim, Wa la yahuddu ‘ala ta’amil miskin, Fa wailul lil musalin, Allazina hum’ an salatihim sahun, Allazina hum yura’un, Wa yamna’u nal-ma’un.
Yang artinya, kata Ustadz H. Nizar Rangkuti, “Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama?”
“Maka itulah orang yang menghardik anak yatim,”
“dan tidak mendorong memberi makan orang miskin.”
“Maka celakalah orang yang salat,”
“(yaitu) orang-orang yang lalai terhadap salatnya,”.

Ayat Al-Quran tersebut dibacakan Ustadz H. Nizar Rangkuti, berkaitan dengan acara pemberian santunan kepada Anak Yatim dan Keluarga Pra Sejahtera, malam itu, yang dilaksanakan oleh Gerakan Peduli Anak Yatim dan Masakin (GPAYM).
Lebih lanjut dikatakan, banyak orang lalai untuk saling membantu. Padahal, tanggung jawab anak yatim dan miskin dilingkungan kita, adalah orang mampu dilingkungan tersebut. Sebab, orang yang mendustakan agama, ialah orang yang tidak peduli, tidak memfasilitasi dan tidak menggerakkan untuk memberi makan orang miskin. “Hendaknya kedepan, GPAYM tidak sekedar memberikan bantuan pangan, tetapi bisa membantu biaya sekolah anak yatim,” harap Ustadz Rangkuti, seraya menyampaikan bahwa itulah makna dari Surat Al-Maun tadi.
Maka daripada itu, sebut Ustadz H. Nizar Rangkuti, tidak sekedar kita hanya membaca ayat tersebut dalam setiap sholat, tapi pengamalannya tidak ada. “Karena dalam memberikan sumbangan atau sedekah, tidak bisa banyak, sedikitpun bisa, sesuai kemampuan kita, yang penting di berikan dengan keikhlasan,” jelas Ustadz Rangkuti.
Pada bagian lain tausiahnya, berkaitan dengan memperingati Isra’ dan Mi’raj Nabi Besar Muhammad SAW, Ustadz Drs. H. Nizar Rangkuti menyampaikan, Allah SWT telah mempertunjukkan kebesarannya, dengan memperjalankan Nabi Muhammad SAW di malam hari, dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa hingga ke Sidratul Muntaha (Sidratul Muntaha adalah pohon bidara yang menandai akhir langit ketujuh dalam ajaran Islam. Sidratul Muntaha juga merupakan tujuan akhir Isra Miraj Nabi Muhammad SAW), untuk menerima perintah Sholat.

“Itulah tanda kebesaran Allah. Tanda-tanda kebesaran Allah cukup banyak, baik pada diri kita, maupun yang ada dialam semesta ini,” ucap Ustadz Rangkuti, sembari mengingatkan semua yang hadir dalam acara tersebut, untuk tidak pernah meninggalkan perintah Sholat.
Diakhir tausiahnya, Ustadz Drs. H. Nizar Rangkuti, membacakan Surat Al-Baqarah 183, yaitu : yâ ayyuhalladzîna âmanû kutiba ‘alaikumush-shiyâmu kamâ kutiba ‘alalladzîna ming qablikum la‘allakum tattaqûn
Yang artinya : Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.

Untuk itu, kata Ustadz Rangkuti, mari kita sambut kedatangan Bulan Suci Ramadhan dengan penuh taqwa dan gembira serta melaksanakan ibadah puasa sebaik-baiknya karena Allah Ta’ala. “Kita berdoa, semoga kita selalu dalam Lindungan Allah SWT dan dapat menjalankan Ibadah Puasa dengan sebaik-baiknya, serta kepada para dermawan (donatur) yang telah memberikan sebagian rezekinya, mendapat ganjaran pahala dan rezeki berlimpah dari Allah SWT,” ucap Ustadz H. Nizar Rangkuti, diaminkan seluruh anak yatim, kaum dhuafa dan hadirin.

Seyogyanya, acara akan dihadiri Walikota Tebingtinggi terpilih H. Iman Irdian Saragih, SE, namun karena seusai pelantikan di Istana Negara Tanggal 20 Pebruari 2025, langsung mengikuti retreat Tanggal 21 sampai 28 Pebruari 2025 di Akmil Magelang, maka tidak bisa hadir. “Nanti kita sesuaikan waktunya Pak Haji,” ungkap Walikota lewat pesan whatsapp. (Sty/DN)





