Nusantara

Isu BBM Akan Langka, Pengecer Berbondong-bondong Beli di SPBU Silang Empat

SPBU Silang Empat, Cubadak Barat.


‎Pasaman, desernews.com
‎Beredarnya informasi yang belum jelas sumbernya terkait kabar kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) membuat sejumlah masyarakat, khususnya pedagang BBM eceran di kampung-kampung, berbondong-bondong membeli BBM ke SPBU Silang Empat, Cubadak Barat, Dua Koto, Pasaman, Sumbar dalam beberapa hari terakhir.

‎Pantauan di lapangan Rabu,(11/3/2026) menunjukkan antrean kendaraan yang didominasi para pengecer BBM yang membeli dalam jumlah relatif lebih banyak dari biasanya.

‎Kondisi ini diduga dipicu oleh isu yang menyebutkan bahwa BBM akan mengalami kelangkaan dalam waktu dekat.

‎Dampak dari isu tersebut juga mulai terasa di tingkat pengecer. Harga BBM eceran yang sebelumnya dijual sekitar Rp12.000 per liter kini naik menjadi Rp13.000 per liter.

‎Para pengecer berdalih kenaikan harga tersebut dipengaruhi kabar situasi geopolitik internasional, termasuk isu perang antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran yang disebut-sebut dapat mempengaruhi pasokan energi dunia.

‎Menanggapi ramainya pengecer membeli BBM akibat isu tersebut, pihak SPBU Silang Empat melalui Aulia Nasution, mengaku pihaknya juga merasa heran dengan kabar yang beredar di tengah masyarakat.

‎Saat dikonfirmasi wartawan, Aulia menegaskan bahwa hingga saat ini pasokan BBM masih berjalan normal dan tidak ada informasi resmi mengenai kelangkaan dari pihak terkait.

‎“Kami juga heran dari mana informasi itu berasal. Sepengetahuan kami, pasokan BBM sampai saat ini masih lancar dan tidak ada kendala,” ujarnya.

‎Aulia juga menegaskan bahwa jika memang terjadi gangguan pasokan atau potensi kelangkaan, biasanya pihak SPBU akan mendapatkan pemberitahuan resmi dari pihak Pertamina terlebih dahulu.

‎“BBM lancar kok pak, tidak ada masalah. Kalau memang BBM akan langka tentu Pertamina akan memberitahukan kepada kami. Tapi sampai sekarang tidak ada pemberitahuan seperti itu,” kata Aulia.

‎Pihak SPBU pun mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum jelas sumbernya, sehingga tidak menimbulkan kepanikan yang dapat memicu pembelian BBM secara berlebihan.(H.Eddi Gultom)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close