Bupati Welly Suhery dan Pengusaha Saptono, Dua Sosok yang Tunjukkan Kepedulian Lewat Kebersamaan Bersama Masyarakat

Pasaman (Dua Koto), desernews.com
Sosok pemimpin yang dekat dengan masyarakat tidak hanya terlihat dari kebijakan yang dilahirkan, tetapi juga dari kesediaannya hadir, berbaur dan merasakan langsung suasana kehidupan masyarakat.
Gambaran tersebut terlihat dari sosok Bupati Pasaman, Welly Suhery, yang dikenal memiliki karakter sederhana, rendah hati serta terbuka membangun komunikasi dengan berbagai lapisan masyarakat.
Sikap tersebut kembali terlihat ketika berlangsung pertandingan final sepak bola antara PS Silem melawan Fersikater Padang Panjang di Lapangan Hijau Simpang Kalam, Jorong Sentosa, Nagari Cubadak Tengah, Kecamatan Dua Koto belum lama.
Pertandingan final tersebut berlangsung meriah.Selain menyajikan tontonan olahraga, suasana semakin semarak dengan hiburan musik organ tunggal yang membuat masyarakat dan para penonton larut dalam kegembiraan.
Di tengah kemeriahan itu, Sanggar Tari Cubadak Tengah secara spontan turut menampilkan seni budaya di hadapan para undangan dan masyarakat yang hadir.
Sejumlah tokoh tampak menyaksikan kegiatan tersebut, di antaranya Anggota DPRD Sumatera Barat H. Selamat Simamora SE, M.Si, Anggota DPRD Pasaman Hamdan dan Rona Riski, Camat Dua Koto Hapnil Wadi SH, serta Wali Nagari Cubadak Tengah Drs. Sulhaddi.
Suasana semakin hidup ketika para penari mengajak Bupati Welly Suhery untuk ikut bergembira bersama mereka dalam iringan musik tortor dengan lagu Tumonggolo Pulo, yang merupakan salah satu lagu dari tradisi etnis BatakToba.
Tanpa memperlihatkan jarak sebagai seorang kepala daerah, Welly Suhery dengan gaya sederhana dan bersahaja memenuhi ajakan tersebut. Ia berdiri dan ikut berjoget bersama para anggota sanggar tari.
Bahkan, sebagai bentuk apresiasi spontan terhadap kreativitas anak-anak muda yang ikut melestarikan seni budaya daerah, Bupati Welly Suhery memberikan saweran kepada para penari.
Momen sederhana tersebut menjadi gambaran bahwa kepemimpinan tidak selalu harus ditunjukkan melalui seremoni dan protokoler. Kehadiran seorang kepala daerah di tengah masyarakat, menikmati kegembiraan bersama warga, juga menjadi bagian penting dalam membangun kedekatan emosional antara pemerintah dan masyarakat.

Saptono, Pengusaha yang Peduli Kampung Halaman
Kemeriahan final sepak bola tersebut ternyata juga menyisakan kisah menarik mengenai kepedulian seorang pengusaha asal daerah tersebut.
Di tengah suasana pertandingan yang berlangsung meriah, seorang tokoh masyarakat dari Silang Empat, Nagari Cubadak Barat, secara spontan mendatangi para pemain PS Silem.
Ia kemudian memberikan saweran kepada setiap pemain sebagai bentuk dukungan dan apresiasi atas perjuangan mereka di lapangan.
Aksi tersebut tentu saja membuat para pemain merasa gembira.
Namun, siapa sosok yang berada di balik pemberian tersebut baru diketahui masyarakat setelah pertandingan berakhir dan informasi mengenai aksi tersebut beredar melalui media sosial.
Tokoh tersebut adalah Saptono, seorang pengusaha yang dikenal memiliki jaringan pergaulan luas serta kepedulian terhadap masyarakat dan lingkungan tempat tinggalnya.
Kepedulian Saptono bukan semata-mata ditunjukkan pada momentum olahraga. Di tengah masyarakat, dirinya dikenal sebagai sosok yang tidak menutup mata terhadap kebutuhan pembangunan di lingkungan sekitar.
Ketika masyarakat menghadapi kebutuhan untuk pembangunan fasilitas umum, termasuk rumah ibadah dan kepentingan sosial lainnya, Saptono disebut kerap menjadi salah satu tempat masyarakat menyampaikan aspirasi dan permohonan bantuan.
Sikap tersebut menunjukkan bahwa keberhasilan seorang pengusaha tidak hanya dapat diukur dari capaian ekonomi dan bisnis, tetapi juga dari sejauh mana keberadaannya mampu memberikan manfaat bagi lingkungan sosial di sekitarnya.
Kepemimpinan dan Kepedulian yang Bertemu dalam Kebersamaan
Kehadiran Bupati Welly Suhery dan kepedulian Saptono dalam momentum tersebut menjadi potret menarik tentang pentingnya membangun daerah melalui pendekatan kemanusiaan dan kebersamaan.
Bupati sebagai pemimpin pemerintahan hadir menyatu dengan masyarakat, sementara pengusaha menunjukkan kepedulian melalui dukungan nyata terhadap kegiatan masyarakat.
Keduanya berada pada ruang yang berbeda, tetapi memiliki titik temu yang sama, yakni bagaimana keberadaan mereka dapat memberikan kebahagiaan dan manfaat bagi masyarakat.
Bagi masyarakat Nagari Cubadak Tengah dan Kecamatan Dua Koto, momen tersebut bukan sekadar kemeriahan sebuah pertandingan sepak bola. Lebih dari itu, kebersamaan tersebut memperlihatkan bahwa olahraga, seni budaya, pemerintah, tokoh masyarakat dan dunia usaha dapat bersinergi dalam menciptakan suasana kehidupan sosial yang harmonis.
Ditengah tuntutan pembangunan Pasaman yang membutuhkan kolaborasi seluruh elemen, keteladanan seperti yang ditunjukkan Welly Suhery dan kepedulian Saptono patut menjadi bagian dari energi positif dalam membangun daerah.
Sebab, membangun Pasaman tidak cukup hanya dengan program dan kebijakan pemerintah. Dibutuhkan pula kehadiran pemimpin yang dekat dengan rakyat serta kepedulian para tokoh dan pengusaha yang bersedia berbagi untuk kepentingan masyarakat.(H.Eddi Gultom)




