Air Sungai Kalundang Tercemar Limbah, Warga Labuhanbatu Terkena Penyakit Gatal-Gatal

Labuhanbatu, desernews.com
Belasan warga yang tinggal di Lingkungan Titi Panjang Hilir Kelurahan Negerilama Kecamatan Bilah Hilir Kabupaten Labuhanbatu Provinsi Sumatera Utara (Sumut) rada mengeluh dan Kesal.
Pasalnya air Sei Kalundang yang mengarah ke Sei Bilah dan menjadi sumber utama untuk kebutuhan air warga setiap harinya kini tidak bisa dikonsumsi lagi, sebab selain berwarna coklat tua, air Sei Kelundang saat ini beraroma tidak sedap seperti bau bangkai.
Hal ini diungkapkan sejumlah warga saat ditemui wartawan dan Lurah Negerilama Syarifuddin Nasution, Senin (02/10/2023) sore dipinggiran Sei Kalundang, yang berada persis dibelakang kediaman para warga.
Bahkan warga yang sempat nekat tetap mengkonsumsi air Sei Kalundang mengaku jika saat ini menderita penyakit kulit seperti kurap dan gatal-gatal hampir disekujur tubuh.
Salah seorang warga bernama Sukiran (63) mengungkapkan jika saat ini dirinya menderita gatal-gatal setelah mengkonsumsi air Sei Kalundang. Sembari menyingkap celana pendek yang dipakainya, Sukiran memperlihatkan paha sebelah kanannya yang mengalami gatal-gatal kepada wartawan.
Hal senada turut disampaikan oleh sejumlah warga lainnya, di antaranya Ariaty (51), Juliana (40), Ucok Kusuk (52) dan Farida (46), yang mana mereka mengaku mengandalkan air Sei Kalundang untuk memenuhi kebutuhan air setiap harinya.
Dihadapan Syarifuddin Nasution dan wartawan, Ucok Kusuk bahkan mengaku jika gatal-gatal yang dideritanya bukan seperti gatal biasa, sebab gatal yang dimaksud muncul ketika tubuh sedang berkeringat, bahkan gatal-gatal yang dialami disertai dengan adanya sakit mendenyut.
“Punggung orang rumah mengalami gatal-gatal dan berdenyut, hingga cucu terpaksa dimandikan dengan air galon isi ulang, kalau terus begini mana tahan pak,” ujar Ucok dengan mimik wajah kecewa.
Farida, warga lainnya juga memperlihatkan gatal-gatal yang dialaminya kepada Lurah Negerilama. Sembari mengerakkan telunjuknya ke ke arah hidung dan bibir, Farida menyebut jika gatal-gatal yang dialaminya tersebut seperti kurap.
“Hidung, bibir, gatal seperti kurap. Sudah diobati dengan salep tapi tak kunjung sembuh,” ungkap perempuan berkacamata minus itu.
Warga menyebutkan jika aroma bau bangkai yang keluar dari air Sei Kalundang tersebut sudah berlangsung sejak dua minggu lalu, hal ini jugalah yang membuat warga hingga kini enggan mengkonsumsi air tersebut.
Setelah mendengarkan keluhan warganya, Lurah Negerilama mengatakan akan membuat laporan ke atasannya terkait kondisi yang dialami warga saat ini guna mencari penyebab sekaligus solusi atas apa yang dialami warga Kelurahan Negerilama tersebut.
“Hal ini akan kita laporkan ke camat, sembari menelusuri penyebabnya,” pungkas Syarifuddin Nasution atau yang akrab disapa Ulong, sebelum mengajak warga untuk berobat ke Puskesmas Negerilama atas penyakit kulit yang mereka derita.
Terpisah, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Labuhanbatu Safrin, ketika dihubungi wartawan melalui sambungan telepon tidak mengangkat telepon seluler miliknya meski aktif.
Ia masih bungkam soal kejelasan peristiwa tersebut sebab pesan WhatsApp yang dikirimkan wartawan tidak mendapatkan balasan meski pesan yang dikirim telah dibaca yang ditandai dengan centang biru dua. (ro/DN)




