KhasanahNusantara

Dua Penyebab Manusia Berada dalam Neraka

Oleh: Sofyan
Rasulullah SAW ditanya oleh sahabat, apa yang menyebabkan seseorang masuk surga ya Rasulullah?”

Rasul menjawab,”Taqwa dan akhlak yang baik,” lalu sahabat bertanya kembali,”Apa faktor yang menyebabkan seseorang masuk neraka?” Jawab Rasulullah saw,”Alfam (mulut) dan alfarj (kemaluan).”

Tulisan ini akan menyoroti dua sebab seseorang mendekam dalam neraka “mulut & kemaluan”.

Mulut
Manusia diberi Tuhan mulut, dimana mulut tersebut terdapat lisan di dalamnya. Lisan tersebut dipakai untuk berbicara yang baik, berdakwah, tilawah Al-Qur’an, memberi nasihat dan sebagainya.

Sehingga banyak orang yang masuk ke dalam surga dengan mulut tersebut.”Salamatul insan fi hifzil lisan” kata pepatah Arab, yang artinya keselamatan seseorang terletak pada kemampuannya menjaga lisan.

Namun, tidak dipungkiri banyak juga yang tenggelam dalam neraka gara-gara lisan. Lalu dipakai untuk apa lisannya sehingga mengantarkan masuk neraka?

1. Lisan dipakai untuk menghina, meremehkan orang lain.

Dalam Alquran Allah tegaskan,” Celaka bagi pengumpat”. Celaka pada ayat tersebut mengandung arti dibinasakan, dihinakan. Maka orang yang menghina orang lain termasuk perilaku yang dibenci Tuhan karena meremehkan martabat, kemuliaan seseorang. Menghina orang lain dilakukan melalui dua cara yaitu menghina dengan menggunakan salah satu anggota tubuh baik dengan isyarat mata, mencibirkan lisannya kemudian dengan menggunakan lisannya seperti memanggil dengan panggilan yang buruk seperti (maaf) hei anjing, babi, cebong dan sebagainya.

2. Lisan dipakai untuk mengadu domba

Nabi saw. pernah melewati dua makam (kuburan). Beliau berhenti pada salah satu kuburan lalu berkata pada sahabat yang ikut,”mayat ini sedang diazab oleh Allah, “Sahabat bertanya,”Apa perbuatan di dunia ya Rasul? Rasul menjawab,”Dia kalau buang air kecil tidak istinjak (bersuci). ”

Kemudian beliau menunjuk ke kuburan selanjutnya,” yang ini juga diazab oleh Allah,” Apa yang mereka lakukan ya Rasulallah? Jawab Nabi,” Annamimah(suka ngadu domba). Jadi, orang yang mengadu domba orang lain sehingga orang berkelahi, saling bermusuhan, saling membunuh menjadi penyebab dia masuk nar.

3. Lisan dipakai untuk berdusta, berbohong, menipu orang orang lain.

Awal dari dosa yang dilakukan seseorang adalah berbohong. “ra’suzzunub alkazib”. Berdusta termasuk ke dalam kelompok munafik, karena tidak sesuai antara apa yang ada dalam hati dan lisan.

4. Lisan dipakai menggibah, menceritakan aib, keburukan orang lain.

Setiap orang punya aib, cela. Ada yang aibnya dibuka Tuhan sehingga semua orang tahu keburukannya. Namun, ada yang ditutup sehingga tidak ada yang tahu. Kecuali Tuhan.

Kemaluan
Beruntunglah orang-orang yang beriman kata Allah,Qad Aflahal mu’minun”. Mengapa mereka yang beriman beruntung? Salah satunya kata Allah mampu menjaga kemaluannya.

Hari ini banyak orang-orang yang tidak mau menikah secara sah sesuai perintah Allah atau sudah nikah tapi masih menyalurkan syahwatnya dengan pasangan yang tidak sah. Sudah punya suami tapi masih berzina dengan istri orang lain. Seorang laki-laki suka dengan laki-laki lain atau perempuan suka dengan sejenisnya sama sama perempuan seperti umatnya Nabi Luth yang dibinasakan Tuhan, dijungkir balikkan oleh Allah bumi dimana mereka berada. Nauzubillah.

Di bulan Ramadhan ini kita dilatih dengan puasa, yang dimaknai dengan menahan. Puasa bukan hanya menahan lapar, haus namun menjaga lisan untuk tidak berbicara kotor, yang tidak berguna dan menjaga nafsu syahwat untuk tidak mengumbar kepada orang lain kecuali dengan yang dihalalkan Tuhan. Wallahu a’lam.

Penulis adalah Pembina Yayasan Pendidikan dan Sosial Ummi Sasmini Solihah

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close