Aceh Darussalam

Munculnya LGBT Menandakan Lemahnya Pengawasan Syariah Islam di Banda Aceh

Ist.

Banda Aceh, desernews.com
Marak nya maksiat khusus nya restitusi akhir akhir ini menandakan lemahnya pengawasan Syariah Islam di Aceh, hal itu di sampaikan Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Aceh Ustaz H.Malik Musa SH, M.Hum kepada Desernews pada hari Senin, 3 maret 2025 lewat WhatsApp.

Lebih lanjut Malik Musa mengatakan dalam beberapa hari ad yang di hukum Cambuk pasangan Gay di Banda Aceh ini adalah salah satu sinyal dalam pengawasan Syariah Islam di Aceh kita bobol, oleh karena kita minta ibu walikota Banda Aceh bersama jajaran nya serius pemberantasan LGBT, Prostitusi, judi online dll yang berbau maksiat.

“Di Bumi Aceh sudah diatur dengan qanun untuk menjalan Syariah Islam, jadi harus kita jaga dan kita awasi bersama supaya Aceh ini benar benar aman dari Maksiat,” ujarnya.

Malik menegaskan pengawasan Syariah Islam itu bukan hanya di lakukan oleh pemerintah saja, tetapi juga harus ikut terlibat masyarakat sekitar dengan cara kita awasi tempat tempat yang memungkin kan berkumpul para Gey, dan lesbi, hal itu sangat mungkin terjadi di Caffe tempat mereka berkumpul.

Malik Musa menambahkan Satpol PP/WH untuk lebih aktif melakukan razia di tempat tempat yang rawan Maksiat, apa lagi ini bulan Ramadhan, dengan ada nya patroli rutin Insyaa Allah Maksiat di Aceh dapat di minimalisir, dan kepada orang tua juga harus mengawasi anak anak nya jika belum pulang sampai pukul 11 itu perlu di cari, supaya terhindar anak dari maksiat, termasuk balap liar,” ujarnya dan menutup pembicaraan.(TJ/DN)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close