Nasional

Sesalkan Adanya Pemberitaan PETI di Pasaman Marak, Kapolres: Kalau Memang Jelas Ada, Laporkan Supaya Ditindak Tegas

Kapolsek Dua Koto Ipda Antoni Hasibuan bersama anggotanya saat melskukan peninjauan di lokasi yang disebutkan,ternyata tidak ada menemukan alat berat.(Desernews/Eddi Gultom)

Pasaman, desernews.com
Santernya pemberitaan media yang menyebut penambang emas tanpa izin (PETI) marak di Kecamatan Dua Koto Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat, itu adalah merupakan berita tidak benar.

Sebab kami sebagai warga yang tinggal di Sinuangon dan Batang Kundur sepanjang pengetahuan kami hal itu tidak ada sebagai mana yang dilansir oleh media. Kalau PETI itu ada sekarang tentunya kami tau, sebab kami tinggal disini.

Hal itu ditegaskan Indri dan Rapi warga Silang Empat dan Sinuangon Kenagarian Cubadak Barat,Kecamatan Dua Koto kepada wartawan ketika dihubungi via hand phone, seputar adanya pemberitaan PETI marak, Selasa (30/4/2024) siang.

Indri dan Rapi yang mewakili warga lainnya mengatakan, bahwa mereka mendapat reaksi keras atas berita yang beredar di media itu. Hendaknya media sebelum mengekspos berita ada bagusnya survey dulu kelapangan supaya mendapatkan berita yang akurat.” Ini mungkin hanya mendapat sumber dari angin lalu langsung dibuat berita,” kata Indri dan Rapi.

Dikatakan Indri sepanjang yang diketahui mereka bahwa tidak ada lagi PETI di kampung itu. Hanya yang ada tinggal bekas-bekas penambangan pada tahun-tahun sebelumnya.

Para pengusaha PETI itu telah hengkang dan tidak berani lagi melakukan aktivitas ilegal di lokasi tersebut, karena takut ditindak tegas oleh pihak Kepolisian Resort Pasaman.

“Sebab selama Kapolres Pasaman AKBP Yodho Huntoro SIK, MIK pihaknya tidak ada kompromi dengan segala kegiatan ilegal. Yang namanya melanggar hukum akan disikat habis. Itu sebabnya pengusaha PETI menarik alat beratnya dari lokasi tersebut,” kata Andri.

Lokasi bekas penambangan emas yang telah lama ditunggalkan pengusahanya, berada di Batang Kundur dan Sinuangon.

Kapolres Pasaman AKBP Yudho Huntoro yang dihubungi wartawan melalui Kapolsek Dua Koto Ipda Antoni Hasibuan SH seputar gencarnya pemberitaan di media tentang maraknya PETI di Kabupaten Pasaman khusus di Dua Koto pihaknya merasa kesal dan membantah tentang pemberitaan tersebut.

Kapolsek Dua Koto Ipda Antoni Hasibuan menegaskan sepanjang yang dia ketahui bahwa apa yang dilansir beberapa media mengatakan PETI marak di Dua Koto itu adalah tidak benar hanya opini belaka.

“Kalau memang ada tolong tunjukkan dimana di Dua Koto dan siapa nama pemiliknya biar kita ambil tindakan. Seperti beberapa waktu yang lalu ada media yang melansir mengatakan di jorong Sinuangon ada PETI yang melakukan aktivitas penambangan,” ujar Kapolsek.

Mendapat informasi itu kami dari jajaran Polres Pasaman melaksanakan pemantauan ke lokasi yang dimaksud, ternyata begitu sampai ditempat apa yang diinformasikan oleh media tersebut tidak punya kebenaran.

Bila dilihat dari berita yang tayang lengkap dengan gambarnya. Rupanya gambar itu merupakan dokumentasi masa lalu. Tetapi dalam pemberitaan itu seolah olah yang terjadi saat ini. Harapan kita kepada media jangan memutar balikan fakta sehingga membuat orang resah.

“Pantau langsung ke TKP jangan menerima sumber dari orang orang yang tidak bertanggung jawab. Kalau memang benar adanya baru beritanya di ekspos. Kamipun merasa senang dengan adanya berita dari media yang bisa membantu kami untuk mendapatkan informasi dilapangan sebagai mitra kerja. Tetapi sebaliknya jangan pula berita yang dilansir mengada ada,” kata Antoni kepada wartawan.

Kapolsek juga mengatakan pihaknya sangat kesal dengan adanya berita yang tayang mengatakan seorang operator alat berat bermarga Gultom tewas diseret arus sungai saat bekerja menggali emas. Hal itu perlu saya luruskan,” ujar Antoni.

Memang benar yang bersangkutan selama ini bekerja sebagai operator alat berat, tetapi bukan operator alat berat penambang emas. Yang bersangkutan selama ini bekerja di proyek proyek pembangunan jalan di Medan.

Karena saat ini masih dalam situasi hari raya(lebaran) korban ikut ke Batang Kundur bersama temannya dan turut pula mengais emas di sungai.

Pada saat itu hari hujan lebat dan terjadi banjir besar. Korban yang saat itu sedang mengais emas atau mendulang emas, sedangkan pakaiannya yang bagus dibuka dan diletakkan ditepi sungai.

Karena takut pakaiannya dibawa arus sungai korban memberanikan diri menyebrang untuk mengambil celananya. Saat menyeberang itulah korban terjatuh dan tidak bisa bangkit sehingga korban dibawa arus sungai ke hilir.

Setelah terjatuh pada Senin tanggal 22 April 2024 korban tak kunjung timbul maka dilakukan pencariannya tetapi tidak juga jumpa. Atas bantuan BPBD Pasaman dan warga setempat akhirnya korban ditemukan Sabtu sore tanggal 27 April 2024 sejauh lebih kurang 2 kilometer dari tempat kejadian.

“Setelah ditemukan Sabtu sore, pada malam Minggunya korban dibawa keluarganya pulang ke Medan untuk dikebumikan,kata Kapolsek. Jadi kalau ada yang mengatakan korban supir alat berat milik Pudun itu keliru dan tidaklah benar, tegasnya.(Eddi Gultom)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close