Khasanah

Para Gubernur Konstantinopel Dimakamkan Bersama Ular Berbisa, Kenapa? Belum Ada yang Tau

Terdapat banyak ular berbisa didalam kubur para Gubernur Konstantinopel. Ilustrasi

dessernews.com
Orang-orang yang memiliki dosa dan kerap melakukan maksiat selama hidupnya akan memperoleh azab kubur. Dan dalam beberapa kasus, ada orang-orang yang dibukakan hijabnya oleh Allah SWT sehingga dapat menyaksikan bagaimana Allah SWT menghinakan dan mengazab jenazah ahli maksiat di dalam kuburnya.

Imam Qurthubi dalam kitab at-Tadzkirah terbitan Maktabah Darul Minhaj halaman 273 mengisahkan, tentang jenazah yang mendapatkan azab kubur sejak akan dimasukan ke dalam liang lahat.

Imam Qurthubi menjelaskan, bahwa beberapa sahabatnya bercerita padanya telah mendengar suara rantai yang diseret-seret di dalam kubur. Lalu ada lagi kisah yang menceritakan tentang seorang ulama dan ahli tarekat bahwa pada suatu waktu beberapa gubernur di Konstantinopel meninggal dunia.

Maka ketika penggali kubur hendak menggali kubur untuk salah satunya, mereka menemukan kuburan tersebut ada ular hitam. Mereka pun takut untuk masuk ke dalam kubur karena adanya ular hitam tersebut.

Hal itu membuat para penggali kubur harus menggali kuburan yang lainnya. Namun setelah menggali kuburan yang baru, mereka kembali menemukan ular hitam di dalamnya.

Mereka pun mengurungkan niat mengiringi jenazah gubernur itu di tempat tersebut. Penggali kubur pun menggali lubang di tempat lain hingga sebanyak tiga puluh kali dan setiap menggali mereka selalu menemukan ular hitam di dalamnya.

Lantas mereka pun bertanya pada yang mengetahui tentang urusan tersebut, dan menyarankan agar jenazah itu dikubur bersama ular-ular di dalam kuburan itu.

Dan Anda akan menemukan banyak hal di luar sana. ولقد أخبر ني أيضا صاحبنا الفقيه الإمام العالم شيخ الطريقة أبو عبد الله محمد بن أحمد القصري أنه توفي بعض الول اة بقسطنطينية فحفر له ، فلما فرغوا من الحفر وأرادوا أن يدخلوا الميت في القبر إذ بحية سوداء داخل القبر فهابوا أن يدخلوه فيه ، فحفروا له قبرا آخر فلما أرادوا أن يدخلوه. إذا بλك الحية فيه ، فحفروا له قبرا آخر فإذا بλك الحية فيه ا الح ا memp kepada اeja ا ا memp kepada اeja ا ا memp kepada اeja ا ا memp kepada اeja ا ا ا memp kepada اeja ا ا ا orang ا ا ا memp kepada اeja اeja قبرا وإذا بλك الحية iksaane رض لهم في القبر الذي يريدون أن يدفنوه فيه. فلما أعياهم ذلك سألوا ما يصنعون ؟ Jawabannya: ادفنوه معها نسأل الله السلامة والستر في الدنيا والآخرة.

Dan sungguh mengabarkan sebagian sahabat kami bahwa mereka mendengar suara kekacauan yang diseret-seret di dalam kubur.

Mengabarkan saya juga sahabatku yang al-faqih al-Imam al-‘alim Syekh tarekat, Abu ‘Abdullah Muhammad bin Ahmad Al Qashura, bahwa telah meninggal beberapa gubernur di Konstantinopel, maka penggali kubur pun menggali kuburan untuk salah seorang gubernur yang meninggal.

Ketika telah selesai menggali kubur dan hendak memasukan mayat ke dalam kubur, seekor ular hitam masuk ke dalam kubur, maka mereka (penggali kubur) takut memasukinya.

Maka mereka menggali untuk mayat tersebut kuburan yang lain, setelah selesai kuburan digali dan mayat akan dimasukan, lagi-lagi ditemukan seekor ular hitam.

Lalu mereka menggali untuk mayat tersebut kuburan yang lain, setelah selesai kuburan digali dan mayat akan dimasukan lagi, ditemukan seekor ular hitam.

Para penggali kubur pun menggali sekitar tiga puluh kuburan untuk jenazah tersebut.

Dan ketika ular mendatangi lagi, mereka menyadari dan mereka bertanya tentang apa yang harus dilakukan. Lalu berkata pada mereka, kubur dia bersamanya, kami hanya bisa memohon kepada Allah keselamatan dan perlindungan di dunia dan di akhirat.
Sumber: Republika
Editor: H. Suhartoyo

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close