DaerahEkBis

Komunitas Wirausaha Deli Serdang TDA Halal Bihalal di Cafe Doyan Galang

Para wirausaha yang tergabung dalam komunitas TDA Deli Serdang.

Galang, desernews.com
Sejumlah anggota komunitas wirausaha nasional TDA (Tangan Diatas) wilayah Kabupaten Deli Serdang mengadakan halal bihalal di Cafe Doyan di jalan Perintis Kemerdekaan, Kelurahan Galang Kota, Kecamatan Galang, Kabupaten Deli Serdang, Rabu (27/05/2022).

Ketua Komunitas Tangan Di Atas wilayah Kabupaten Deli Serdang, Muhammad Ridho ST dalam pada kesempatan mengatakan, halal bihalal itu selain bersilaturahmi dan saling mengenal sesama para pengusaha, juga bertujuan untuk sarana sharing ilmu dengan para pengusaha yang sudah berpengalaman dibidang wirausaha.

Menurut Muhammad Ridho, TDA memiliki Tagline “Bersama Menebar Rahmat” Artinya dengan BerTDA bisa sukses nantinya secara bersama dan saling mendukung Sinergi Komunikasi Kerja sama Berbaik sangka Bekerja dalam tim Sukses bersama.

“TDA sangat mengedepankan spiritualitas dan pengembangan karakter pebisnis. Tujuan didirikannya Tangan di Atas ini tak hanya mengejar materi atau profit semata, hal inilah yang menjadikannya menarik dan mampu menggaet anggota hingga belasan ribu jumlahnya”, ucap pengusaha kuliner Mie Ayam Jamur Ar-Ridho itu menambahkan.

Mantan Camat Galang, Asma Fitriyan Syukri SSTP MSi, Ustadz Syafrizas dan pengusaha Syahrul Yunan saat menghadiri peresmian usaha kuliner Mie Ayam Juara Galang milik Muhammad Ridho ST beberapa waktu lalu (foto atas)  dan Nurdin Barus seorang jurnalis di Deli Serdang yang banyak mensupport   wirausaha lewat tulisan tulisannya (foto bawah).

Sebelumnya Ketua Panitia Halal Bihalal, Muhammad Zikri mengungkapkan, Komunitas Bisnis Tangan Di Atas (TDA) adalah sebuah komunitas bergabungnya para wirausahawan Indonesia yang didirikan pada Januari 2006 oleh Badroni Yuzirman dan 7 pengusaha lainnya. TDA mempunyai visi membentuk pengusaha-pengusaha tangguh dan sukses yang memiliki kontribusi positif bagi peradaban.

“Banyak yang bertanya apa itu TDA, bahkan tidak sedikit yang beranggapan TDA itu organisasi murni sosial. Iyaa anggapan itu mungkin benar namun kurang lengkap karena TDA tidak hanya bergerak di bidang sosial dan bisnis saja tetapi banyak bidang,” jelas Zikri.

Saat ini, lanjut dia, TDA telah menyebar di 100 kota di Indonesia dan 6 wilayah di luar negeri dengan beragam orang dan kearifan lokal yang berbeda-beda.

“Keberagaman di TDA itu salah satunya terlihat dari skala bisnisnya. Ada yang masih kategori mikro dengan pendapatan di bawah Rp 300 juta per tahun. Sebaliknya, bahkan ada yang pendapatannya sudah level ratusan miliar per tahun dan mungkin ada juga yang sudah mencapai triliun, untuk yang ini kami menyebutnya Para Gajah di TDA dan mereka ini malu untuk tampil,” ucapnya.

Nurdin Barus saat memberikan kata sambutan pada peresmian usaha Mie Ayam Juara Galang milik Muhammad Ridho.

Adapun visi TDA, kata Zikri adalah bertujuan untuk membentuk pengusaha – pengusaha tangguh dan sukses yang memiliki kontribusi positif bagi peradaban.

Sedangkan misinya menumbuhkembangkan semangat kewirausahaan. Membentuk 10.000 pengusaha miliader yang tangguh dan sukses sampai tahun 2018. Menciptakan sinerji diantara sesama anggota & antara anggota dengan pihak lain, berlandaskan prinsip high trust community. Menumbuhkan jiwa sosial & berbagi di antara anggota dan menciptakan pusat sumber daya bisnis berbasis teknologi.

Kegiatan halal bihalal tersebut juga di isi sharing bisnis oleh Yudi Thamrin salah satu pengusaha sukses di Parfume serta dihadiri ketua TDA wilayah Sumut-Aceh Abdul Razaq. (Dio/DN).

Nurdin Barus bersama Manager PTPN III, Kebun Sei Putih, Yusrizal SP dan rekan rekan wartawan yang tergabung di JGB (Jurnalis Galang Bersatu) di Cafe Doyan milik Harry Adinata.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also
Close
Back to top button
Close
Close