Medan

Buronan Geng Motor di Medan Diminta Menyerahkan Diri, Kapolda Sumut: Sebelum Ada Tindakan Tegas

Kapolda Sumut Irjen Pol RZ Panca Putra menginterogasi para pelaku terkait pengungkapan kasus tindakan kejahatan jalanan didampingi Kapolrestabes Medan Kombes Pol Valentino Alfa Tatareda dan Forkompimda, di Mapolrestabes Medan, Senin (25/4/2022). Polres Belawan berhasil menangkap sebanyak 13 tersangka kejahatan jalanan (geng motor), diantaranya yang menyebabkan seorang korban meninggal dunia.(foto/dok: Tribun Medan)

Medan, desernews.com
Kapolda Sumut, Irjen RZ Panca Putra Simanjuntak mengatakan, bahwa masih ada tiga tersangka lain anggota komplotan geng motor yang membunuh warga di Kelurahan Sei Mati, Kecamatan Medan Labuhan, Kota Medan berkeliaran.

Atas hal tersebut, Irjen RZ Panca Putra Simanjuntak meminta agar tiga anggota komplotan geng motor itu segera menyerahkan diri.

Jika tidak mengindahkan imbauan yang dia sampaikan, maka tiga pelaku ini siap-siap untuk diberikan tindakan tegas.

“Tiga orang lagi saya minta untuk menyerahkan diri. Jadi saya harus sampaikan. Kalau tidak, saya harus tegas kepada yang bersangkutan,” kata Irjen RZ Panca Putra Simanjuntak di Polrestabes Medan, Senin (25/4/2022) sore

Panca mengatakan, pihaknya sudah mengamankan delapan orang tersangka dalam kasus pembunuhan warga yang dilakukan komplotan geng motor ini.

Dari delapan tersangka, enam diantaranya merupakan anak di bawah umur.

Menurut pengakuan para tersangka, mereka menamai kelompoknya dengan sebutan Kumpulan Negara Bebas atau KNB.

Mereka ini lah yang sering buat resah di kawasan Medan Utara, khususnya di wilayah Medan Labuhan, Medan Deli dan Medan Belawan.

Para pelaku komplotan geng motor ini sering berkonvoi untuk tawuran dan bahkan menakut-nakuti masyarakat.

Dari hasil pemeriksaan sementara, bahwa para pelaku ternyata merupakan pecandu narkoba. Ini pula yang diduga menjadi alasan, kenapa komplotan geng motor tersebut begitu beringas dan nekat membunuh warga.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan, ternyata mereka memang menggunakan narkotika. Sekali lagi, karena pelaku dipengaruhi narkotika, dan tidak murni (masalah ekonomi),” kata Panca.

Jendral bintang dua ini menjelaskan, bahwa saat anggotanya menangkap para tersangka, disita barang bukti senjata tajam yang digunakan untuk melukai atau menakut-nakuti warga.

Senjata tajam itu berupa celurit berukuran besar. Kemudian, polisi juga menyita empat unit sepeda motor yang digunakan saat beraksi. Atas perbuatannya, para pelaku ini dijerat Pasal 338 KUHPidana paling lama 15 tahun.

Diketahui, komplotan geng motor Kumpulan Negara Bebas atau KNB ini sempat bikin heboh lantaran membunuh seorang pria bernama Retno.

Retno yang bekerja sebagai mekanik motor dibunuh di hadapan dua anak dan istri yang tengah mengandung.
Retno dibunuh di kawasan Kelurahan Sei Mati, Kecamatan Medan Labuhan belum lama ini lantaran sempat menegur para pelaku yang berkonvoi sambil menggangu arus lalu lintas.

Jeritan Ibu Hamil Lihat Suami Dibunuh Geng Motor di Meda

Suasana saat jenazah korban pembacokan Geng Motor tiba dikediamannya di Jalan Kail, Kelurahan Sei Mati,k Kecamatan Medan Labuhan, Kamis (21/4/2022). (TRIBUN MEDAN / ALFIANSYAH)

Jerit tangis ibu hamil memecah kesunyian malam di Jalan M ilyas, Kelurahan Martubung, Kecamatan Medan Labuhan, Kota Medan, Sumatera Utara, Rabu (20/4/2022).

Sambil menggendong anaknya yang berusia 3 tahun, IK (23) menangis histeris melihat sang suami, Retno (26) tumbang di tangan geng motor.

Saat itu, Retno bersama istrinya yang sedang mengandung dan anaknya pergi untuk beli jamu. Jamu tersebut diperuntukkan bagi sang istri yang tengah hamil 5 bulan.

Menurut Eni yang merupakan mertua korban, malam itu korban bersama dua anak dan istrinya meninggalkan rumah berpamitan untuk minum jamu. Namun sepulangnya beli jamu, Retno dan istri dihadang geng motor.

Para pelaku ini sempat menendang sepeda motor korban yang sedang melaju, hingga tersungkur ke aspal. Setelah terkapar, para pelaku ini langsung secara membabi-buta membacok korban menggunakan senjata tajam. Korban sempat berlari, sampai tersungkur ke dalam parit dalam keadaan bersimbah darah.

“Mereka pulang beli jamu. Korban dikejar sama geng motor itu sampai ke dalam gang, ditendang motornya sampai jatuh. Menjerit anaknya, tapi mereka nggak peduli dibacok ya korban,” kata Eni, Kamis (21/4/2022).

Kabar itu pun diberitahukan istri Retno kepada ibunya. Eni terkejut menerima kabar duka menantunya meninggal dunia di Rumah Sakit Delima.

“Jam setengah satu dapat kabar dari anak saya, dia nelpon ngasih kabar Retno sudah meninggal dibegal kami langsung terkejut,” ucapnya.

Eni mengungkapkan pihak keluarga langsung menuju rumah sakit setelah mendapatkan kabar tersebut. Setibanya disana korban telah terbaring tidak bernyawa.

“Langsung ke rumah sakit, sampai di sana korban sudah ditutup. Mereka baru mau pulang beli jamu,” sebutnya.

Eni menjelaskan korban yang kesehariannya bekerja di bengkel itu meninggalkan dua orang anak dan seorang istri yang sedang mengandung lima bulan. Menurut Eni, para geng motor itu tak punya perasaan.

“Anak saya lagi hamil lima bulan, gimana perasaan orang tua ya. Anaknya dua orang, anak nya masih kecil – kecil istrinya lagi hamil tega kali orang itu,” ucapnya.

Anak Korban Ikut Jadi Sasaran, Begini Kondisinya
Tak hanya Retno, kedua anak korban yang masih dibawah umur juga sempat dihajar oleh para pelaku.

Nenek korban berulang kali mengusap-usap rambut dua anak Retno yang masih berusia 3 tahun dan 5 tahun itu. Dia pun menunjukkan luka di kening dan kepala kedua anak korban yang terlihat masih ada darah dan mengering.

“Anaknya luka di kepala. Jatuh di sepeda motor. Anakku sudah minta tolong, tapi terus diapain (dianiaya),” katanya. “Istrinya nggak dianiaya, anaknya ditendang sampai jatuh. Jatuh orang itu,” kata Eni.

Eni mengungkapkan, cucunya juga mengalami luka di bagian wajahnya setelah ditendang para pelaku. “Mukanya habis, yang perempuan juga luka dibagian wajahnya,” sebutnya.

Suasana duka pun terasa begitu kental di rumah Retno Tampak tenda hijau sudah berdiri dan sejumlah warga sudah melayat sejak pagi hari. Sementara itu anak Retno tampak hanya duduk terdiam. Tatapan matanya kosong.

Dengan air mata berurai, Eni mengatakan kala diserang geng motor, anak dan cucunya sudah berteriak-teriak memohon dan minta tolong. Namun jeritan ibu hamil dan bocah cilik itu hanya dianggap angin lalu oleh segerombolan geng motor biadab itu.

“Anakku minta tolong ‘jangan lah’. Anaknya juga sempat teriak-teriak. Tapi tetap dibacok orang itu,” ucap Eni.

Eni mengatakan, kedua anak kecil itu menyaksikan ayahnya dibacok didepan matanya juga sempat histeris di lokasi kejadian. Setelah korban terkena bacokan komplotan geng motor itu langsung pergi meninggalkan lokasi.

“Sepeda motornya nggak diambil, pas mereka jatuh langsung dibacoknya korban,” ucapnya.

Eni mengungkapkan, dirinya berharap agar pihak berwajib memberikan hukuman yang setimpal kepada para pelaku. Apalagi geng motor sudah membuat istri yang sedang hamil dan 2 anak kini jadi yatim.

“Kejam kali orang itu. Anak saya lagi hamil. Di mana hati nurani orang itu Pak. Lihat lah anaknya ini,” katanya.

Maka dari itu, Eni berharap agar para pelaku itu dihukum mati.

“Kejam kali orang itu. Sampai dalam dikejar kok berani kali, sampai masuk ke kampung orang. Kalau bisa matikan aja pelakunya, dihukum setimpal,” ucapnya.

“Kalau bisa dihukum seberat-beratnya, karena anak saya lagi hamil lima bulan. Gimana perasaan orang itu, anak saya lagi hamil lima bulan ditendang motornya,” ujarnya.(srmbi/DN)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close