Sekda Yudesri, Putra Daerah Berpengalaman yang Menjadi Motor Penggerak Birokrasi Pasaman Bersama Bupati Welly Suhery

Lubuk Sikaping, desernews.com
Roda pemerintahan Kabupaten Pasaman saat ini berada dibawah koordinasi Sekretaris Daerah (Sekda) Yudesri, S.IP., M.Si, yang dikenal sebagai figur sentral dalam menggerakkan birokrasi Aparatur Sipil Negara (ASN).
Sebagai pejabat tertinggi ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pasaman, Yudesri dinilai memiliki kapasitas, pengalaman, serta integritas yang kuat dalam mendukung kepemimpinan Bupati Pasaman Welly Suhery, ST mewujudkan tata kelola pemerintahan yang profesional dan berorientasi pada pelayanan masyarakat.
Nama Yudesri bukanlah sosok baru di kalangan birokrasi Sumatera Barat. Putra asli Sungai Pandahan, Lubuk Sikaping, ini telah mengabdikan sebagian besar perjalanan kariernya di dunia pemerintahan.
Setelah menorehkan berbagai prestasi di Kabupaten Pasaman Barat, ia kembali ke kampung halamannya dan dipercaya menjabat sebagai Sekretaris Daerah Kabupaten Pasaman sejak Agustus 2025.
Kepribadiannya yang ramah, tegas, sederhana, serta mudah berkomunikasi dengan berbagai kalangan menjadikan Yudesri sebagai sosok pemimpin birokrasi yang disegani sekaligus dekat dengan masyarakat maupun insan pers.
Pada Senin, 27 Juli 2026, wartawan Desernews.com, Eddi Gultom, berkesempatan mengunjungi Kantor Bupati Pasaman untuk bersilaturahmi dengan Sekda Yudesri. Saat tiba di kantor, ajudan Sekda menyampaikan bahwa Yudesri sedang mengikuti kegiatan bersama PT Taspen di lantai tiga kantor bupati.
Sebenarnya, kesempatan bertemu tersebut telah lama diberikan. Pada Maret 2026, melalui pesan WhatsApp, Yudesri pernah mempersilakan Eddi Gultom datang ke ruang kerjanya pada pekan berikutnya. Namun karena jarak tempuh dari Kecamatan Dua Koto menuju Lubuk Sikaping mencapai sekitar 70 kilometer, rencana tersebut baru dapat terlaksana lima bulan kemudian yakni pada 27 Juli 2026.
Setelah kegiatan selesai, Yudesri menerima kedatangan wartawan dengan penuh keramahan.
”Assalamu’alaikum Pak Sekda,” sapa Eddi Gultom.
”Wa’alaikumussalam, silakan masuk Bang,” jawab Yudesri dengan santun.
Meski di luar ruang kerjanya telah ada menunggu tamu lain, Yudesri tetap meluangkan waktu untuk berbincang sejenak.
Dalam perbincangan singkat tersebut, Eddi Gultom menanyakan riwayat pengabdiannya di Kabupaten Pasaman Barat.
”Iya Bang, saya bertugas di Pasaman Barat lebih dari 20 tahun. Sebelumnya saya bertugas di Lubuk Sikaping sejak tahun 1995 hingga 2005.
Setelah pemekaran Kabupaten Pasaman Barat pada tahun 2004, saya melanjutkan pengabdian di daerah tersebut hingga akhirnya kembali lagi ke Pasaman sebagai putra daerah,” ungkapnya.
Sikap rendah hati Yudesri yang merupakan ayah dari empat orang anak ini tampak ketika Eddi Gultom menyampaikan bahwa perjalanan menuju Lubuk Sikaping cukup berat karena faktor usia dan jarak yang jauh.
”Enggak apa-apa Bang, yang penting kita bisa bersilaturahmi,” ucap Yudesri dengan senyum hangatnya.
Kesederhanaan dalam bertutur serta sikap humanis yang ditunjukkannya semakin memperlihatkan karakter kepemimpinan yang mengedepankan nilai kekeluargaan dan pelayanan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun wartawan, Yudesri lahir di Sungai Pandahan, Lubuk Sikaping, pada 10 Desember 1973. Pendidikan dasar hingga menengah diselesaikannya di Pasaman sebelum melanjutkan studi di Sekolah Tinggi Pemerintahan Dalam Negeri (STPDN) Jatinangor, Jawa Barat.
Ia lulus sebagai taruna terbaik pada tahun 1995 dan kemudian melanjutkan pendidikan hingga meraih gelar magister.
Karier birokrasinya dimulai dari jenjang paling bawah. Sejak tahun 1995 hingga 2005, ia mengabdi di Kabupaten Pasaman dan pernah menduduki sejumlah jabatan strategis, termasuk Kepala Sub Bagian Kerja Sama Antar Daerah.
Setelah pemekaran Kabupaten Pasaman Barat, Yudesri melanjutkan pengabdian di daerah tersebut selama lebih dua dekade. Ia pernah menjabat sebagai Camat Luhak Nan Duo, Camat Gunung Tuleh, hingga dipercaya menduduki berbagai Jabatan Pimpinan Tinggi.
Puncak kariernya di Pasaman Barat adalah ketika dipercaya menjadi Sekretaris Daerah pada Januari 2019 dan selanjutnya pernah mengemban amanah sebagai Pelaksana Harian (Plh) Bupati Pasaman Barat pada tahun 2021.
Rekam jejak tersebut memperlihatkan kapasitasnya sebagai birokrat berpengalaman yang mampu membangun sinergi, mengelola organisasi pemerintahan secara efektif, serta menghadapi berbagai tantangan administrasi pemerintahan.
Kembalinya Yudesri ke Kabupaten Pasaman menjadi bagian penting dari upaya memperkuat birokrasi daerah di bawah kepemimpinan Bupati Welly Suhery. Dengan pengalaman panjang yang dimilikinya, Yudesri kini mengoordinasikan jalannya pemerintahan yang meliputi 28 perangkat daerah, 12 kecamatan, dan 62 nagari.
Sebagai motor penggerak birokrasi, Yudesri terus mendorong terciptanya kolaborasi, disiplin, profesionalisme, dan inovasi di kalangan ASN guna mendukung terwujudnya visi pembangunan “Pasaman Bangkit yang Berkarakter, Maju, dan Berkelanjutan.”
Sinergi yang terjalin antara Bupati Welly Suhery dan Sekda Yudesri dinilai menjadi modal penting dalam memperkuat kualitas pelayanan publik serta mempercepat pelaksanaan berbagai program pembangunan di Kabupaten Pasaman.
Pengalaman, dedikasi, dan semangat pengabdian yang dimiliki Yudesri menjadi bukti bahwa putra daerah mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan tanah kelahirannya melalui birokrasi yang profesional, responsif, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.(H.Eddi Gultom)




