Nusantara

Dedikasi Tanpa Batas di Pedalaman Pasaman, Yerisman S.Pd dan Guru SDN 01 Sungai Berameh Menjadi Garda Terdepan Pendidikan

Para guru, kepala sekolah dan siswa SDN 01 Sungai Berameh foto bersama di depan gedung sekolah.


‎Pasaman, desernews.com
‎‎Ditengah beratnya medan perbukitan dan terpencilnya akses wilayah pedalaman Kecamatan Dua Koto, Kabupaten Pasaman, semangat pengabdian para tenaga pendidik di SDN 01 Sungai Berameh( Sungai beremas) tetap menyala tanpa mengenal lelah.

‎Dibawah kepemimpinan Kepala Sekolah Yerisman, sekolah bersejarah tersebut terus bertahan menjadi benteng pendidikan bagi generasi muda di kawasan Muara Tambangan, Kenagarian Cubadak Barat.

‎Setiap hari, para guru yang sebagian besar berasal dari luar daerah seperti Simpang Tonang, Cubadak hingga Mangkumang Parupuk harus menempuh perjalanan berat dan penuh risiko untuk sampai ke sekolah.

‎Jalan yang dilalui bukanlah jalan biasa, melainkan jalur perbukitan yang terjal, berkelok-kelok, menembus kawasan perkebunan dan hutan yang sunyi. Kondisi itu menjadi tantangan besar yang harus mereka hadapi demi mencerdaskan anak-anak bangsa di kampung pedalaman.

‎Dengan penuh dedikasi, sebanyak 13 tenaga guru bersama kepala sekolah tetap menjalankan tugas mulia tersebut tanpa mengeluh. Pengabdian mereka dinilai layak mendapat perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Pasaman, termasuk dalam bentuk bantuan kendaraan dinas guna menunjang aktivitas para guru yang selama ini berjuang di daerah terpencil dengan akses yang sangat sulit.

‎Untuk mencapai SDN 01 Sungai Berameh dari ibu kota Kecamatan Dua Koto, perjalanan yang ditempuh mencapai sekitar 15 kilometer dengan kondisi jalan naik turun perbukitan dan lembah yang curam.

Gedung ruang belajar SDN 01 Sungai Berameh yang bernilai sejarah.

Sedikit saja kehilangan konsentrasi, pengendara bisa terperosok ke jurang yang cukup dalam. Namun kondisi itu tidak pernah menyurutkan semangat para guru dalam menjalankan amanah pendidikan.

‎SDN 01 Sungai Berameh sendiri bukanlah sekolah biasa. Sekolah ini merupakan salah satu sekolah tertua dan memiliki sejarah panjang di wilayah Pasaman.

‎Berdiri sejak zaman penjajahan Belanda, sekolah tersebut menjadi tonggak awal pendidikan dasar di kawasan Talamau sebelum Kabupaten Pasaman dimekarkan menjadi dua Kabupaten yaitu Pasaman dan Pasaman Barat pada tahun 2003.

‎Bahkan, SDN 01 Sungai Berameh tercatat sebagai sekolah dasar pertama yang dibangun pemerintah di wilayah Kecamatan Talamau pada masa itu, bersama dua sekolah lainnya yakni SDN 04 Setia  Andilan Dua Koto yang saat ini dipimpin Elsa Junaidi dan SDN 13 di  Jorong pertemuan Nagari Talu, Kecamatan Talamau Kabupaten  Pasaman Barat

‎Dari sekolah sederhana di pelosok itu, lahir banyak tokoh dan generasi cerdas yang kini telah menduduki jabatan penting di pemerintahan, baik di tingkat pusat maupun daerah.

‎Banyak putra daerah alumni sekolah tersebut yang kini memiliki posisi strategis dan terus memperjuangkan pembangunan kampung halaman mereka.

‎Salah satu bukti nyata perhatian tokoh-tokoh asal Muara Tambangan terhadap daerahnya adalah terwujudnya pengaspalan jalan hotmix  yang  menghubungkan Jongkong menuju Muara Tambangan.

‎Jalan tersebut menjadi pengaspalan pertama di kawasan itu sebelum daerah lain di Kecamatan Dua Koto menikmati pembangunan serupa. Perjuangan pembangunan jalan tersebut dipelopori oleh Ruslan Batubara dan Alamsyah Rajabaginda.

Dua lokal gedung belajar siswa berada diatas perbukitan karena dilokasi bangunan induk sekolah lokasinya tidak memadai.

‎Saat ini, SDN 01 Sungai Berameh memiliki 103 siswa dengan dukungan 13 tenaga pendidik termasuk kepala sekolah. Selain itu terdapat empat tenaga pendukung lainnya yakni operator sekolah, tata usaha, penjaga sekolah dan petugas perpustakaan.

‎Fasilitas sekolah terdiri dari enam ruang belajar dan satu ruang guru bersama kepala sekolah. Namun dua ruang belajar lainnya terpisah dari bangunan induk karena keterbatasan lahan. Dua lokal tersebut dibangun di atas perbukitan sehingga terkesan cukup rawan.

‎Para siswa harus menaiki sekitar 10 anak tangga cor semen untuk mencapai ruang belajar tersebut setiap harinya.
‎Guru senior SDN 01 Sungai Berameh, Repnida, yang telah mengabdi sejak tahun 1999, menuturkan bahwa sekolah tersebut pernah menjadi SD inti dan sangat favorit pada masanya, khususnya ketika dipimpin almarhum Usman.

‎Kala itu, selama sekitar 10 tahun SDN 01 Sungai Berameh berpredikat sebagai sekolah SD inti, seluruh siswa dari sejumlah sekolah seperti Pangkuayen, Sigalabur, Batang Kundur hingga Kampung Lanai mengikuti ujian inti dilaksanakan SDN 01 Sungai Berameh. Karena siswanya banyak yang mempunyai potensi pintar pintar.

‎Prestasi sekolah terus menanjak dan menjadi kebanggaan masyarakat pedalaman. ‎Kepemimpinan sekolah kemudian berganti dari Usman kepada Sahrul Lubis, lalu dilanjutkan Asrul, Adrizal, Novisar Helmas SPd, Jhon Ardi, Rusman, Reni Erpina hingga kini dipimpin oleh Yerisman S.Pd yang bertugas sejak tahun 2025 hingga sekarang.

‎Di bawah kepemimpinan Yerisman S.Pd yang berasal dari Kampung Barilas Jahe, Nagari Simpang Tonang Utara, semangat untuk mengembalikan kejayaan SDN 01 Sungai Berameh terus tumbuh.

‎Bersama para guru, ia berkomitmen menjaga marwah sekolah tua bersejarah tersebut agar tetap menjadi pusat lahirnya generasi cerdas dan berkarakter di pedalaman Pasaman.(H.Eddi Gultom)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close