Kakankemenag Kabupaten Pasaman Ajak Semua Pihak Bersatu Majukan Madrasah

Pasaman, desernews.com
Sosok Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pasaman, H. Rali Tasman, S.Ag, MPd, semakin mendapat tempat di hati masyarakat setelah penyampaian penuh makna dan kepeduliannya terhadap kemajuan dunia pendidikan madrasah di Kabupaten Pasaman.
Pejabat yang dikenal berpengalaman dan dekat dengan masyarakat ini pernah mengemban amanah sebagai Kepala KUA Kecamatan Tigo Nagari selama beberapa tahun.
Selain itu, ia juga pernah menjabat sebagai Kakankemenag Kabupaten Pasaman Barat sebelum akhirnya dipercaya memimpin Kementerian Agama Kabupaten Pasaman.
Dalam sambutannya saat menghadiri acara perpisahan siswa kelas IX di MTsN 5 Pasaman beberapa hari lalu, H. Rali Tasman menyampaikan pandangan dan gagasannya tentang pentingnya membangun madrasah secara bersama-sama demi menciptakan generasi unggul dan berkarakter.
Ia menjelaskan, kondisi madrasah di Kabupaten Pasaman Barat berbeda dengan Kabupaten Pasaman. Menurutnya, di Pasaman Barat terdapat tujuh MTsN, namun hanya dua hingga tiga madrasah yang memiliki jumlah siswa besar, sementara sebagian lainnya memiliki jumlah siswa yang relatif sedikit.
“Di Pasaman Barat itu banyak lembaga pendidikan madrasah, bukan hanya negeri. Untuk tingkat MTs saja ada sekitar 54 lembaga. Kalau digabung semua RA, MI dan MTs jumlahnya mencapai sekitar 120 lembaga, sehingga siswa terbagi-bagi,” ujar H. Rali Tasman.
Sementara itu, di Kabupaten Pasaman, jumlah lembaga RA, MI dan MTs secara keseluruhan hanya sekitar 58 unit. Karena itu, ia berharap seluruh pihak dapat mendukung perkembangan madrasah agar terus maju dan mampu meningkatkan kualitas pendidikan.
Menurutnya, kemajuan madrasah tidak cukup hanya mengandalkan bantuan pemerintah semata, tetapi juga membutuhkan keseriusan pihak madrasah, dukungan masyarakat, dan keterlibatan orang tua wali murid.
H. Rali Tasman juga mengapresiasi berbagai program pemerintah yang telah membantu dunia pendidikan, seperti pendidikan gratis, program makan bergizi gratis, hingga adanya Perda Pendidikan Gratis di Kabupaten Pasaman.
Namun demikian, ia menegaskan bahwa program pendidikan gratis pada dasarnya baru sebatas menjamin terselenggaranya pendidikan minimum bagi masyarakat.
“Kalau kita menginginkan anak-anak menjadi generasi luar biasa, memiliki kemampuan dan kecakapan yang hebat sesuai potensinya, tentu membutuhkan dukungan bersama dari berbagai pihak,” katanya penuh semangat.
Dengan gaya penyampaian yang sederhana namun menyentuh, H. Rali Tasman menggambarkan bahwa dana BOS dan bantuan PIP hanya mampu memenuhi kebutuhan standar pendidikan.
Sedangkan untuk menciptakan siswa berprestasi hingga mampu bersaing di tingkat provinsi bahkan nasional, diperlukan dukungan tambahan dari masyarakat dan wali murid.
Ia mencontohkan, untuk mengikuti kompetisi tingkat lebih tinggi, madrasah sering terkendala biaya pembinaan dan pelatihan. Kemampuan madrasah mungkin hanya mampu membiayai beberapa kali latihan, sementara untuk mencetak juara diperlukan pembinaan yang lebih intensif.
“Kalau madrasah hanya mampu lima kali pertemuan latihan, sementara untuk menjadi juara perlu sampai 20 kali pertemuan, maka sisanya adalah tanggung jawab kita bersama,” ungkapnya.
Di akhir penyampaiannya, Kakankemenag Pasaman itu menitipkan harapan besar kepada masyarakat agar terus mendukung program-program pendidikan di MTsN 5 Pasaman.
“Ini adalah aset pemerintah yang diperuntukkan memberikan pelayanan pendidikan keagamaan kepada masyarakat,” tutup H. Rali Tasman.
Kehadiran dan pemikiran H. Rali Tasman dinilai membawa semangat baru bagi kemajuan madrasah di Kabupaten Pasaman.
Pengalaman panjang, kepedulian terhadap pendidikan, serta komitmennya membangun generasi islami yang berkualitas menjadikan sosoknya layak diapresiasi sebagai pemimpin yang visioner dan penuh dedikasi terhadap dunia pendidikan keagamaan.(H.Eddi Gultom)




