Haru dan Meriah, MTsN 5 Pasaman Lepas 182 Siswa Kelas IX dan Wisudawan Tahfidz

Pasaman, desernews.com
Suasana penuh haru bercampur kebanggaan menyelimuti halaman MTsN 5 Pasaman saat digelarnya acara perpisahan siswa kelas IX tahun pelajaran 2025–2026, Rabu (13/5/2026).
Kegiatan yang berlangsung meriah itu menjadi momen penuh kenangan bagi seluruh siswa, guru, orang tua dan tamu undangan yang hadir.
Sejak pagi hari, kemeriahan sudah terasa dengan penampilan tari kreasi dari siswa kelas VII dan solosong dari siswa kelas IX yang menghibur para tamu undangan sebelum acara dimulai.
Nuansa kekeluargaan dan rasa haru tampak jelas menghiasi setiap rangkaian kegiatan. Acara tersebut turut dihadiri Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pasaman, H. Rali Tasman, S.Ag, MPd, beserta istri, Kepala MTsN 5 Pasaman, H. Adrinofia, SPd, M.MPd, Kepala KUA Dua Koto, Fazri Watan, S.Ag, Camat Dua Koto yang diwakili Werni Kornelis, Kapolsek Dua Koto yang diwakili Aipda Wendi.
Korwil SD Dua Koto, Rafiqah Hurairi SPd, MPd, Penghulu KUA Dua Koto Ahad SHI, penyuluh agama Islam sekaligus pimpinan Pondok Pesantren Darul Muttaqin Cubadak Barat Ustadz Erpin SPd, para kepala madrasah dan MAN se-Kabupaten Pasaman, termasuk Kepala MTsN 3 Pasaman Soni Yata, dan ratusan wali murid serta para undangan lainnya.
Rangkaian acara berlangsung semarak namun sarat makna. Pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Reydul Annadif dan sari tilawah oleh Maliska membuat suasana menjadi khusyuk dan menyentuh hati.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan wisuda tahfidz, penampilan grup kasidah rebana siswi MTsN 5 Pasaman, pidato perpisahan kelas VIII oleh Tia Ratu Ardiyah, penampilan vokal grup simponi “Terima Kasih Guruku”, Musabaqah Syahril Qur’an (MSQ), pelepasan atribut siswa kelas IX, penyerahan siswa kepada orang tua, penyerahan kenang-kenangan kepada guru pensiun dan guru pindah tugas hingga penampilan tortor yang memukau para tamu undangan.

Tangis haru terlihat saat prosesi pelepasan atribut dan penyerahan kembali siswa kepada orang tua. Banyak wali murid yang tak kuasa menahan air mata mengenang perjalanan anak-anak mereka selama menempuh pendidikan di madrasah tersebut.
Kepala MTsN 5 Pasaman H. Adrinofia dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung suksesnya acara tersebut.
Ia mengaku bangga melihat kekompakan panitia, majelis guru serta dukungan para wali murid sehingga acara perpisahan dapat berlangsung sangat meriah dan penuh makna.
“Terima kasih yang tiada terhingga kepada seluruh panitia dan majelis guru yang telah bekerja keras menyukseskan kegiatan ini. Begitu juga kepada para wali murid dan seluruh undangan yang telah meringankan langkah untuk hadir bersama kami,” ujarnya penuh haru.
Adrinofia juga menyampaikan bahwa siswa kelas IX yang mengikuti perpisahan berjumlah 182 orang, sementara siswa yang mengikuti wisuda tahfidz sebanyak 23 orang.
Ia pun berpesan kepada para orang tua agar terus mendukung pendidikan anak-anak mereka ke jenjang yang lebih tinggi. “Kami mohon maaf apabila selama mendidik anak-anak terdapat kekurangan. Semoga ilmu yang diberikan menjadi bekal berharga bagi masa depan mereka,” katanya dengan suara bergetar.
Sementara itu, Kepala kantor Kementrian Agama Kabupaten Pasaman H. Rali Tasman dalam arahan dan bimbingannya menyampaikan apresiasi tinggi terhadap perkembangan MTsN 5 Pasaman yang dinilainya terus berkembang menjadi salah satu madrasah yang membanggakan di Kabupaten Pasaman.

Ia menegaskan bahwa kemajuan pendidikan tidak bisa hanya mengandalkan bantuan pemerintah semata, melainkan membutuhkan dukungan masyarakat dan wali murid demi melahirkan generasi unggul dan berprestasi.
Menurutnya, pendidikan gratis hanya mampu memenuhi standar dasar penyelenggaraan pendidikan, namun untuk menciptakan anak-anak hebat dan mampu bersaing hingga tingkat provinsi bahkan nasional dibutuhkan dukungan bersama.
Dalam kesempatan itu, Rali Tasman juga memberikan motivasi mendalam kepada para siswa agar terus melanjutkan pendidikan dan mampu menghadapi tantangan zaman digital dan perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) dengan bijak.
Ia mengenang masa-masa sekolahnya di MTsN Bonjol yang hingga kini masih menjadi kenangan indah sepanjang hidupnya.
“Selama tiga tahun ditempa di madrasah ini, jadikanlah sebagai pengalaman dan dasar untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi,” pesannya.
Kakankemenag juga memberikan perhatian khusus terhadap program tahfidz Al-Qur’an.
Ia menyebut anak-anak penghafal Al-Qur’an merupakan generasi cerdas yang akan membawa keberkahan bagi keluarga dan masa depan bangsa.
“Alangkah bahagianya orang tua yang memiliki anak hafidz. Selain menjadi kebanggaan dunia, juga menjadi kebahagiaan akhirat,” ungkapnya.
Acara perpisahan yang berlangsung penuh kehangatan itu akhirnya ditutup dengan doa yang dipimpin Ustadz Erpin. Suasana haru kembali pecah ketika para siswa bersalaman dengan guru-guru mereka, mengucapkan terima kasih atas segala ilmu, bimbingan dan kasih sayang yang telah diberikan selama menempuh pendidikan di madrasah tersebut.
Perpisahan itu bukan sekadar seremoni pelepasan, namun menjadi saksi lahirnya harapan-harapan baru bagi generasi muda Islam yang kelak diharapkan mampu menjadi kebanggaan agama, bangsa dan daerah.(H.Eddi Gultom)




