Jadikan Wakaf Sebagai Gaya Hidup, Masa Depan Ada Ditangan Kaum Muda

Banda Aceh, desernews.com
Generasi muda perlu mengubah paradigma terhadap wakaf, sebab untuk mendukung pengembangan wakaf diperlukan dukungan sumber daya manusia dan transformasi wakaf dari sekadar instrumen tradisional menjadi sebuah gaya hidup (lifestyle) modern.
Pegiat filantropi Islam, Sayed Muhammad Husen menyampaikan hal itu kepada media di Banda Aceh, Senin (26/1/2026).
Menurut Sayed, selama ini wakaf sering dicitrakan secara kaku dan tradisional, seperti sebidang tanah kuburan, masjid, serta prosedur fikih dan legalitas yang rumit. Persepsi ini menciptakan jarak psikologis generasi Milenial dan Gen Z dengan gerakan wakaf.
“Padahal, masa depan ekonomi umat justru terletak di tangan mereka. Saat ini, literasi wakaf di kalangan kaum muda masih rendah, karena minimnya konten kreatif yang mampu menjembatani nilai-nilai keadilan dan kemajuan wakaf dengan gaya hidup modern,” ujar Sayed.
Ia menambahkan, menarik minat generasi muda dapat dilakukan melalui narasi yang humanis dan inspiratif, bukan sekadar bahasa fikih dan hukum yang berat. Diperlukan juga penggunaan teknik storytelling untuk menunjukkan dampak nyata dari dana wakaf.
“Kaum muda tentu ingin melihat bukti, karena itu wakaf perlu dikemas dalam bentuk cerita tentang bagaimana modal abadi tersebut mampu menyekolahkan anak yatim, membiayai dayah, memberdayakan ekonomi, hingga penyelamatan lingkungan,” jelasnya.
Agar wakaf masuk ke dalam arus utama (mainstream), Sayed menilai keterlibatan kreator konten dan jurnalis sangat strategis. Peran mereka menyederhanakan konsep kompleks menjadi pesan yang mudah diterima di media sosial.
“Influencer misalnya dapat menunjukkan, bahwa berwakaf semudah membeli kopi kekinian melalui wakaf uang dan jurnalis mampu mengangkat keberhasilan wakaf produktif yang menciptakan lapangan kerja,” ungkapnya.
Menurut dia, target akhir gerakan ini menjadikan wakaf sebagai bagian dari identitas sosial kaum muda. Dengan adanya platform digital, berwakaf kini tidak perlu menunggu kaya atau berusia lanjut, sebab bisa dilakukan dengan nominal kecil secara rutin.
“Jika generasi muda sudah memandang wakaf sesuatu yang keren, maka wakaf akan menjadi pilar ekonomi yang tak kokoh. Inilah saatnya membumikan wakaf untuk manfaat bagi generasi masa depan,” pungkas Sayed, yang juga Ketua BKM Masjid Asy-Syuhada Lampanah. (T Jamaluddin)




