Warga Kolang Tapanuli Tengah Berteriak Minta Tolong Presiden Prabowo

Tapteng, derernews.com
Masyarakat Dusun Unte Mungkur, Desa Satahi Nauli, Kecamatan Kolang, Kabupaten Tapanuli Tengah menjerit histeris meminta tolong kepada Presiden RI Prabowo Subianto atas kondisi kampung mereka yang rusak parah di landa banjir.
Mereka mengharapkan perhatian serius Presiden Prabowo Subianto supaya segera memberikan bantuan makanan, obat obatan dan listrik serta memperbaiki sarana dan prasarana, seperti jalan dan jembatan yang putus di daerah mereka.
“Kami masyarakat Dusun Unte Mungkur, Desa Satahi Nauli, Kecamatan Kolang, Kabupaten Tapanuli Tengah minta tolong Pak Presiden Prabowo. Tolong kami Pak, jalan dan jembatan kami putus Pak. Tolong kami Pak Prabowo supaya di perbaiki. 80 tahun Indonesia merdeka kami belum menikmati Pak”, teriak salah seorang warga yang viral di medsos Facebook.
Paling Parah Dilanda BanjirÂ
Intensitas hujan tinggi yang mengguyur Kabupaten Tapanuli Tengah sejak Jumat (21/11/2-025) pagi menyebabkan banjir di jalan lintas Kecamatan Kolang menuju Barus. Ketinggian air mencapai 60 centimeter, membuat ribuan kendaraan terjebak kemacetan hingga satu kilometer.
Pengemudi mobil terpaksa antre panjang untuk melintasi badan jalan yang tergenang, sementara banyak pengendara sepeda motor memilih berhenti karena takut mogok di tengah genangan.
Tidak hanya jalan yang terendam, sejumlah rumah warga di sepanjang jalur itu juga digenangi air. Personel Polri, TNI, BPBD Tapteng, Satpol PP, Pemerintah Kecamatan, dan warga bergotong-royong mengatur arus lalu lintas serta mengarahkan pengendara ke sisi jalan yang lebih dangkal.
Warga setempat, Rudy Manurung, menyebut banjir mulai terjadi sekitar pukul 07.00 WIB, Jumat, dan berlangsung hingga Sabtu pagi. Ia mengimbau pengendara tetap berhati-hati karena air masih pasang dan belum dipastikan kapan surut.
Camat Kolang, Pahala Nababan, menegaskan kemacetan terjadi di empat titik rawan banjir: Tigoran KM 27 Kelurahan Kolang Nauli, Kelurahan PO Hurlang, Desa Satahi Nauli, dan Desa Rawa Makmur. Meski mulai surut, badan jalan di lokasi tersebut masih tergenang.
Ia menambahkan, jalur itu merupakan kewenangan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara. Laporan sudah disampaikan ke Bupati Tapteng agar diusulkan peninggian badan jalan serta pembangunan gorong-gorong untuk solusi jangka panjang. (Sipoda).




