Daerah

12 KK Rumah Warga Desa Keramat Gajah Direndam Air, Ini Nama namanya

Galang, desernews.com
Desa Keramat Gajah, Kecamatan Galang, Kabupaten Deli Serdang kembali, Jum’at (09/12/2022) dilanda banjir.

Tingginya curah hujan selama beberapa hari terakhir ini, membuat rumah warga serta lahan pertanian di Desa Keramat Gajah digenangi air.

Sedikitnya 12 rumah milik warga di Desa tersebut di rendam air. Air menggenangi rumah warga setinggi betis kaki masuk ke berbagai ruangan rumah penduduk.

Ke 12 rumah warga yang digenangi air yakni rumah Agustono, Selamet A, Selamat B, Gemi, Suliyem, Roni Sandi, Misdi, Sartono, Subandi, Musumun, Sugimun dan Ponimin.

Seluruhnya penduduk Dusun I Desa Keramat Gajah. Namun meski rumah mereka direndam air setinggi 30 cm, warga tidak ada yang mengungsi. Mereka menunggu surutnya air.

Camat Galang, Muhammad Faisal Nasution SSTP MAP bersama Danramil, Kapten ARM T Sinaga dan Kapolsek AKP P Sarianto Simbolon SH serta Kasi Trantib Kecamatan Galang, Abdul Latif Sumbawa mendapat kabar Desa Keramat Gajah dilanda banjir, langsung turun ke lokasi.

Camat Faisal Nasution meminta Kepala Desa Keramat Gajah, Sugiaman berserta perangkat dan warga agar membuat bronjong serta penahan air.

Tinjau Jembatan Titi Besi

Bersama Danrami Kapten ARM T Sinaga dan Kapolsek AKP P Sarianto Simbolon SH, Camat Galang, Muhammad Faisal Nasution memberikan sejumlah arahan kepada Kepala Desa, Sugiaman dan warga Keramat Gajah.

Usai meninjau lokasi banjir di Desa Keramat Gajah, Camat Galang, Muhammad Faisal Nasution bersama Danrami Kapten ARM T Sinaga dan Kapolsek AKP P Sarianto Simbolon SH meninjau jembatan sei ular di Desa Titi Besi.

Jembatan Titi Besi  merupakan salah satu sarana vital yang menghubungkan  Kecamatan Galang, Kabupaten Deli Serdang dangan Kecamatan Serba Jadi, Kabupaten Serdang Bedagai.

Hampir dua bulan jembatan itu tak dapat dilalui kenderaan roda empat akibat lantai jembatan tersebut rusak.

Baik masyarakat maupun investor mengeluh dan mengharapkan perhatian serius Gebernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi untuk mempercepat perbaikan jembatan itu. Karena selama dalam perbaikan 2 bulan ini,  masyarakat maupun investor yang menggunakan kenderaan roda empat terpaksa harus memutar dari jalan Perbaungan dan Sei ampah, yang jaraknya 2 kali lipat. (Zikri)

 

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close