Ferdian Ketua PAC Pemuda Pancasila Galang Bertekad Akan Kembangkan Organisasi Hingga Pelosok Desa

Galang, desernews.com
Ferdian Efendi berjanji, siap menjalankan roda organisasi dan mengibarkan panji organisasi sesuai AD/ART Pemuda Pancasila di wilayah Kecamatan Galang.
Hal itu dikatakan Ferdian Efendi usai dirinya terpilih sebagai Ketua Pimpinan Anak Cabang Pemuda Pancasila Kecamatan Galang, Kabupaten Deli Serdang pada Rapat Pemilihan Pengurus (RPP) di aula kantor Camat Galang, Minggu (27/03/2022).
Ferdian sebelumnya merupakan Ketua Ranting Pemuda Pancasila Desa Kelapa Satu. Namun pada Rapat Pemilihan Pengurus, 12 ranting se Kecamatan Galang sepakat menjagokan Ferdian sebagai Ketua PAC PP Galang priode 2020 – 2023.
Anak kedua dari enam bersaudara pasangan Efendi Ta’at, 60 tahun dan Susilawati 58 tahun itu bertekad akan mengembangkan organisasi Pemuda Pancasila hingga ke pelosok desa di Kecamatan Galang, Kabupaten Deli Serdang.
“Sesuai amanah dan pesan Ketua MPC dan perwakilan MPW, saya akan menjalin kerja sama dengan semua pihak, baik Pemerintah Kecamatan, ulama dan tokoh masyarakat serta organisasi masyarakat lainnya”, kata pria yang memiliki berat badan 68 kg itu mantap.
Baca Juga : Ferdian Efendi Terpilih Menjadi Ketua PAC Pemuda Pancasila Galang
Menurutnya, Pemuda Pancasila Galang akan menghilangkan kesan sangar dan brutal dalam menjalankan organisasi. Tetapi mengedepankan sikap ramah dan santun, terutama kepada orang tua dan ulama.
Selain itu, Ferdian yang berasal dari keluarga agamis yang kuat berjanji akan mengajak seluruh anggota pemuda Pancasila untuk menjauhi narkoba dalam bentuk apapun.

Dalam Rapat Pemilihan Pengurus PAC Pemuda Pancasila Kecamatan Galang tersebut turut hadir kedua orang tua Ferdian Efendi. Mereka memberi semangat kepada Ferdian.
“Sepanjang untuk baik, kita dukung”, tutur Susilawati ibunda tercinta Ferdian Efendi. Menurut Susilawati, Ferdian orangnya baik dan sopan.
“Tetapi terkadang Ferdian selalu di pancing. Orang di kampung gak salah tapi rumahnya ditembaki pakai senapang angin. Hal ini sangat menakutkan ketika itu”,kenang Susliwati. (02/DN).




