Nasional

Walaupun Panas Terik, Siswa dan Guru Tetap Semangat Melaksanakan Pawai Alegoris di Dua Koto

Rombongan SD Negeri 24 Tonang Raya.

Pasaman, desernews.com
Pawai Alegoris sebagai puncak kegiatan semua sekolah untuk merayakan HUT Kemerdekaan RI ke 79 yang digelar secara serentak di lapangan sepak bola Tuah Basamo, Kenagarian Simpang Tonang Selatan, Kecamatan Dua Koto,Kabupaten Pasaman, Sumbar Senin 19 Agustus 2024 sangat memukau dan menjadi perhatian serius bagi masyarakat pengunjung.

Walaupun panas mata hari sangat terik dengan cuaca yang sangat cerah,namun tidak membuat semangat peserta pawai menjadi pudar dan mundur.

Rombongan SD Negeri 05 Tonang Raya.

Terlihat siswa dari SD Negeri 07 dan SD Negeri 25 Silang Empat Silalang tetap sabar menantikan giliran panggilan dari panitia untuk lanjut bergerak jalan yang rutenya sejauh lebih kurang 2 kilometer.

Pawai alegoris itu di lepas dari lapangan sepak bola Tuah Basamo berjalan kaki pinis ke kantor Camat Dua Koto di Andilan. Para siswa yang didampingi sejumlah guru dan kepala sekolah tetap sabar. Terlihat kepala sekolah SD Negeri 07 Silang Empat Silalang, Surmadelan SPd, M.MPd dan kepala sekolah SD Negeri 25 Silang Empat Silalang, Elmas SPd yang tekun mengawasi siswanya.

Rombongan SD Negeri 09 Lanai Sinuangon

Setelah mendapatkan giliran barulah para siswa dan guru serta kepala sekolah bergerak melangkahkan kakinya secara beregu menuju ke kantor camat Andilan yang diawasi oleh anggota Polsek Dua Koto dibawah pimpinan Ipda Antoni Hasibuan, SH, yaitu masing masing Aipda M.Husin, Aipda Bate,e dan lainnya.

Pantauan wartawan Pawai Alegoris dalam rangka memeriahkan HUT Kemerdekaan RI ke 79 tahun 2024 ini memang sangat meriah.Dalam pawai tersebut para sekolah membuat kendaraan hias yang berbagai jenis dan model.

Ist.

Seperti SMA Negeri 1 Dua Koto ada membuat beberapa unit kendaraan hias,begitu juga SMK Negeri 1 Dua Koto membuat kendaraan hias yang dibalut dengan daun pohon kelapa. Bukan itu saja dari SD Negeri juga ada yang menbuat benda ilustrasi mengenang sejarah perjuangan masa peperangan mengusir penjajahan Belanda. Seperti membuat tandu untuk memikul meng evakuasi Jenderal Sudirman saat sakit di Medan peperangan.

Ada juga membuat kereta untuk tempat mengangkut barang rampasan yang didapat dari musuh seperti buah padi, buah pala, jagung dan sebagainya. Setelah semua peserta pawai sampai di kantor camat Dua Koto mereka lalu beristirahat dan kemudian membubarkan diri.(Eddi Gultom)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close