Tindak Lanjuti MoA, Fakultas Psikologi UNMUHA dan PAUD Harsya Ceria Gelar Podcast Pendidikan Inklusi

Banda Aceh, desernews.com
Sebagai langkah konkret dalam menindaklanjuti Memorandum of Agreement (MoA), Tim Psychotalk Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Aceh (UNMUHA) mengadakan pertemuan dan pelaksanaan podcast bersama PAUD Inklusi Harsya Ceria.
Kegiatan yang mengupas tuntas isu pendidikan inklusi bagi anak usia dini ini berlangsung di lokasi sekolah, tepatnya di Jeulingke, Kota Banda Aceh pada Hari Sabtu 4 April 2026.
Dalam kunjungan tersebut, Tim Psikologi diwakili oleh Firdaus selaku perwakilan fakultas dan Jihan yang bertindak sebagai host podcast. Kedatangan tim disambut langsung oleh Pengelola Sekolah Harsya, Saprina Siregar, S.Pd.I., M.Pd. Melalui sesi podcast dan diskusi yang hangat, kedua belah pihak menyoroti pentingnya menciptakan sistem pendidikan yang ramah bagi Anak Berkebutuhan Khusus (ABK).
“Kolaborasi bukan sekadar kerja sama di atas kertas, melainkan langkah nyata untuk menciptakan perubahan,” ungkap Saprina Siregar.
Dalam perbincangan tersebut, Saprina menekankan tiga poin krusial yang menjadi fondasi utama dalam membangun lingkungan pendidikan yang inklusif, yaitu:
Strategi Pendampingan: Peran ilmu psikologi dinilai sangat penting dalam membimbing guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Pendampingan ini bertujuan agar tenaga pendidik mampu mengenali dan mengoptimalkan potensi unik dari masing-masing anak.
Lingkungan Inklusif: Diperlukan komitmen bersama untuk menciptakan ruang belajar yang mendukung interaksi sosial yang sehat, serta meniadakan segala bentuk diskriminasi sejak usia dini.
Dukungan Orang Tua: Keberhasilan pendidikan inklusi membutuhkan keselarasan yang kuat antara pola asuh (parenting) di rumah dengan penerapan kurikulum di sekolah.
Saprina meyakini bahwa pendidikan yang layak dan ramah adalah hak mutlak setiap anak tanpa terkecuali.
“Melalui kolaborasi ini, kami berharap dapat membuka wawasan masyarakat luas bahwa setiap anak memiliki cara belajar yang berbeda. Tugas kitalah sebagai pendidik dan orang tua untuk menyediakan wadah yang tepat bagi mereka,” tambahnya.
Melalui sinergi antara Tim Psikologi Unmuha dan praktisi pendidikan di PAUD Inklusi Harsya Ceria, diharapkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pendidikan inklusif dan kesehatan mental anak dapat terus meningkat.(T.Jamaluddin)




