Tabrak Jalan Berlubang dan Tergilas Truk di Jalinsum Tanjung Morawa, 2 Nyawa Melayang

Tanjung Morawa, desernews.com
Lubang besar yang berada di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) Tanjung Morawa, Kabupaten Deliserdang merenggut 2 nyawa sekaligus.
Ayah dan putrinya yang sedang melaju mengendarai sepeda motor menubruk lubang besar yang ada di tengah jalan.
Pada pukul 06:20 WIb, Suko Triadi (46), sang bapak hendak mengantarkan anak perempuannya Rasnida Ade Yafta (13) ke sekolah, Rabu (23/11/2022).
Suko Triadi tak menyadari adanya lubang besar yang ia lewati. Sontak, ia dan anaknya pun terpental.
Dari arah berlawanan, dump truk yang melaju menggilas keduanya. Sang anak tewas di tempat kejadian sementara sang bapak mengembuskan nafas terakhir saat dalam perjalanan ke rumah sakit.
Belakangan diketahui, keduanya adalah warga Desa Wonosari Kecamatan Tanjung Morawa. Adapun lokasi kejadian nahas ini berada di Km 21-22 Dusun II Desa Wonosari.
Atas kejadian ini sepeda motor korban Honda Vario BK 3259 MAR langsung diamankan pihak Satlantas Polresta Deli Serdang. Sepeda motornya hanya mengalami kerusakan pada bagian belakang saja.
Kanit Laka Satlantas Polresta Deliserdang, Iptu Khairil Anwar yang dikonfirmasi membenarkan kejadian ini. Disebut pihaknya juga sudah mengamankan dump truck jenis Isuzu BK 8072 FR yang menabrak korban.
“Bapaknya lagi mau ngantar anaknya pergi sekolah saat itu. Kalau bapaknya meninggal dunia saat menuju perjalanan ke rumah sakit. Anaknya meninggal dunia di tempat,” kata Khairil.
Khairil menjelaskan awalnya sepeda motor korban melaju dari arah Medan menuju Tebing Tinggi. Sesampainya di tempat kejadian mendahului kenderaan yang ada di depannya dari sebelah kiri.
Diduga karena tidak memperhatikan keadaan jalan yang berlubang, korban pun kemudian menabrak lubang yang berada di badan jalan.
“Kemudian terjatuh dibadan jalan dan bertabrakan dengan dump truk yang datang dari arah Medan menuju Tebing Tinggi,” kata Khairil.
Dalam kejadian ini Suko Triadi mengalami luka robek dan patah tulang di kaki sebelah kanan. Selain itu juga mengalami luka lecet di tangan kiri. Sementara itu anaknya mengalami luka berat pada bagian kepala.
Terkait kejadian ini pihak kepolisian mendesak agar pihak terkait segera menindaklanjuti kerusakan jalan di Jalinsum ini.
Jalinsum Tanjung Morawa Penuh dengan Jalan Berlubang, Warga Sebut Banyak Korban Terjatuh
Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) kawasan Tanjung Morawa Kabupaten Deli Serdang banyak terdapat lubang-lubang yang membahayakan pengendara.
Dari pantauan wartawan lokasinya tersebar dibeberapa titik. Mulai di area Desa Wonosari, Tanjung Baru hingga Desa Perdaeman.
Untuk diameter lubang beragam bahkan ada yang hampir 1 meter.
Kedalamannya bahkan ada yang hampir 30 cm. Karena kondisi ini banyak korban yang sudah berjatuhan. Titik lubang selain berada di pinggir juga berada di tengah jalan. Selain mengalami luka-luka juga ada yang sudah meninggal dunia
Hal ini disampaikan oleh Sulastri pedagang gorengan yang berjualan di pinggir Jalinsum kawasan Desa Tanjung Baru. Ia menuturkan sepengetahuannya saja bisa sampai 3 kali dalam satu hari kejadian.
“Kalau jatuh sering kali sudahan, bisa sampai 3 kali dalam sehari. Itu yang saya lihat saja belum lagi yang tidak saya lihat. Kasian kali lihat orang-orang yang jatuh karena sampai tercampak mereka di depan mata, “kata Sulastri yang ditemui Rabu, (2/11/2022).
Sulastri menyebut ia berdagang gorengan mulai dari pagi sampai pukul 23.00 WIB. Karena lokasi lubang berada di depan tempatnya berjualan makanya ia pun sering melihat kejadian. Ia berharap agar pihak terkait segera menindaklanjuti kondisi jalan yang berlubang ini.
“Lubang ini sudah dua bulan juga seperti ini kondisinya. Dulu sudah pernah ditambal tapi kayak gitu lagi. Yang meninggal sudah pernah memang. Korbannya itu infonya baru dari rumah sakit Lubukpakam periksa kesehatan untuk interview kerja tapi rupanya pas melintas di sini nabrak lubang dan jatuh, “kata Sulastri.
Hal yang tidak jauh berbeda juga disampaikan oleh Hasan warga di sekitar lokasi.
Pemandangan jatuhnya pengendara sepeda motor disebutnya sudah tidak lagi bisa terhitung. Hal ini lantaran kejadiannya sudah berulang kali.
“Udah banyak bang. Banyak kali pun. Baru beberapa hari ini baru kejadian. Mau laki-laki dan perempuan sama aja. Kasian kali lah memang, “ucap Hasan.(tm/DN)




