Silaturahmi Lebaran Dikdasmen Muhammadiyah Aceh, Konsolidasi Mutu dan Percepatan Implementasi 8 SNP

Aceh Barat, desernews.com
Dalam suasana hangat Idulfitri, Majelis Pendidikan Dasar, Menengah, dan Pendidikan Nonformal (Dikdasmen dan PNF) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Aceh menggelar silaturahmi strategis bersama Majelis Dikdasmen dan PNF Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Aceh Barat.
Kegiatan berlangsung di Ruang Kepala Dinas Pendidikan Aceh Barat, dihadiri para kepala sekolah Muhammadiyah se-Aceh Barat serta sejumlah pemangku kepentingan pendidikan.
Hadir dalam forum tersebut Kepala Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Aceh, Safran, Kasubbag Umum BPMP Aceh Khairul Hadi, Sekretaris Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB), serta Ketua Majelis Dikdasmen PWM Aceh, Iskandar Muda Hasibuan, bersama rombongan.
Silaturahmi ini tidak sekadar menjadi momentum mempererat ukhuwah pasca-Lebaran, tetapi juga dimanfaatkan sebagai ruang konsolidasi kebijakan dan penguatan kapasitas kelembagaan pendidikan Muhammadiyah. Salah satu agenda utama yang mengemuka adalah pemantapan persiapan Pendidikan Khusus bagi Calon Kepala Sekolah sebagai bagian dari upaya regenerasi kepemimpinan pendidikan yang profesional dan berintegritas.
Selain itu, forum ini turut mengangkat sosialisasi Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) dengan target capaian optimal. Para peserta didorong untuk memastikan implementasi kebijakan penerimaan siswa berjalan transparan, akuntabel, dan mampu menjangkau potensi peserta didik secara maksimal.
Dalam arahannya, Ketua Majelis Dikdasmen PWM Aceh, Iskandar Muda Hasibuan, menegaskan pentingnya peningkatan mutu pendidikan melalui implementasi delapan Standar Nasional Pendidikan (SNP) secara utuh dan konsisten di seluruh sekolah Muhammadiyah.
“Peningkatan kualitas tidak bisa dilakukan secara parsial. Delapan SNP harus menjadi fondasi yang diimplementasikan secara menyeluruh agar sekolah Muhammadiyah mampu bersaing dan menjadi rujukan mutu pendidikan di daerah,” ujarnya.
Pendekatan kolaboratif yang melibatkan BPMP, SPAB, serta unsur persyarikatan Muhammadiyah ini mencerminkan sinergi multipihak dalam membangun ekosistem pendidikan yang adaptif, aman, dan berkelanjutan, khususnya di wilayah Aceh Barat.
Kegiatan ini diharapkan menjadi titik tolak penguatan tata kelola pendidikan Muhammadiyah yang lebih profesional, sekaligus mempercepat transformasi mutu pendidikan berbasis standar nasional di Aceh.(T. Jamaluddin)




