Aceh Darussalam

Sampah Memproduksi Penyakit Atau Dollar yang Tersembunyi?

Ist.

Banda Aceh, desernews.com
Pada saat lebaran tiba, hampir di seluruh nusantara masalah masyarakat adalah sampah. Produksi sampah meningkat 3 kali lipat dari hari-hari biasa, sampah basah, sampah kering maupun sampah plastik.

Masalah utama adalah tempat penampungan sampah yang terbatas, daya angkut terbatas, sementara produksi sampah bertambah setiap tahunnya, sejalan dengan bertambahnya penduduk hampir di seluruh kota maupun desa.

Sampah limbah rumah tangga yang dibuang masyarakat sering terlihat pada persimpangan jalan, di lahan kosong, sehingga menimbulkan aroma yang tidak sedap, bahkan akan rentan menimbulkan penyakit.

Sampah yang dibuang sembarangan akan menimbulkan pencemaran lingkungan dan rentan penyakit menular. Namun bila sampah dikelola dengan benar maka muzarat sampah akan berubah menjadi Dollar yang tersembunyi.

Bila saja sampah dikelola dengan sederhana dan natural, maka sampah akan menghasilkan rupiah yang bisa menambah pendapatan keluarga.

Untuk merubah sampah jadi rupiah itu dapat dimulai dari keluarga kecil dalam rumah tangga. Setiap rumah tangga memilah sampah plastik dikumpulkan, sampah kering seperti karton dan sampah basah dijadikan kompos, itu semua menjadi pundi pundi Rupiah.

Dengan di kelola sampah yang benar, selain dapat menghasilkan rupiah, lingkungan juga akan bersih dan indah, lingkungan yang bersih akan lahir masyarakat yang sehat.

Untuk mewujudkankan lingkungan yang ASRI itu butuh kepedulian semua pihak, pemerintah terendah yaitu pemerintah Gampong atau Desa.
Karena warga masyarakat butuh pendamping atau advokasi tentang bahaya sampah dan manfaat sampah.

Solusinya adalah peran Dinas terkait sangat diharapkan, terutama Geuchik Gampong di Aceh atau kepala Desa, secara kontinyu memberikan pengerahan kepada warga tentang bahaya sampah.

Selain Kepala Desa kita berharap para relawan lingkungan hidup, dinas kebersihan dan lingkungan hidup bahkan juga warga masyarakat untuk ikut serta ambil bagian untuk mengkampanyekan bahaya sampah bila tidak dikelola dengan baik dan benar.

Kepedulian dan kesadaran warga masyarakat juga diharapkan, karena masyarakatlah yang pertama berhadapan dengan penyakit, bila sampah di biarkan berserak liar, namun masyarakat juga yang mampu merubah sampah dari bahaya menjadi Dollar yang tersembunyi, berpulang kepada masyarakat.

Tetapi jika masyarakat tidak peduli dengan bahaya sampah maka masyarakat pula yang merasa dampak dari pada sampah itu. (T. Jamaluddin)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close