Berita PilihanNasionalPeristiwa

Ketua Dewan Pers Minta Polisi Usut dan Tangkap Segera Pelaku Pelemparan Molotov di kantor Jubi

Ketua Dewan pers Ninik Rahayu (pakai jilbab) serta Wakapolresta Jayapura Kota dan pimpinan redaksi jubi, di Depan Kantor redaksi Jubi, jalan SPG Taruna-Bakti, Distrik Heram, Kota Jayapura, Papua, Rabu (16/10/2024).

Jayapura, desernews.com
Ketua Dewan Pers Republik Indonesia, Ninik Rahayu, meminta pihak kepolisian Kota Jayapura bergerak cepat, mengusut dan membuka siapa pelaku di balik pelemparan bom Molotov di teras kantor Jubi pada Rabu dini hari , 16 Oktober 2024 pukul 3.15 WIB.

“Saya sebagai Ketua Dewan Pers mengecam keras semua bentuk tindakan kekerasan yang dilakukan kepada kawan-kawan jurnalis yang sedang bekerja mewakili kepentingan masyarakat, kata Ninik Rahayu.

Di hari yang sama saat kejadian itu terjadi, Ninik tengah berada di Kota Jayapura . Dia menjadi salah satu pembicara pada Workshop Liputan Pemilu dan Pilkada 2024 yang dilaksanakan di salah satu hotel di wilayah itu.

Ninik Rahayu langsung meluncur ke Tempat Kejadian Perkara atau TKP di Kantor Redaksi Jubi, sekira pukul 09.40 WP.

“Hari ini kita bersyukur kawan-kawan dari kepolisian secara cepat hadir dan saya menyaksikan sendiri Bidlabfor dari Polda Papua juga sudah hadir. Nah, kita percaya polisi untuk mengusut tuntas dan segera membuka siapa pelaku, indikasi-indikasinya, apalagi CCTV semua ada dan sudah bisa diamankan,” kata Ninik.

Menurutnya kalau ada ketersinggungan atau tidak setuju dengan pemberitaan media, maka harus dilakukan dengan cara profesional yaitu dengan cara meminta hak jawab dan hak koreksi bukan dengan kekerasan dan intimidatif

“Kalau semakin cepat maka, tidak ada pembiaran dari aparat keamanan terhadap tindakan-tindakan ini. Karena ini adalah tindak kriminal, jadi tidak boleh melakukan kekerasan dalam bentuk apapun kepada pers,” katanya.

Polisi memeriksa lokasi kejadian serangan bom molotov di Kantor Redaksi Jubi, Jalan SPG Taruna, Kota Jayapura, Rabu (16/10/2024). – Jubi/Yuliana Lantipo.

Menurutnya karena ini masa Pilkada, sehingga ia mengharuskan semua kerja keras agar pilkada berjalan aman dan kondusif begitu. Dan kami memastikan masyarakat semua tidak takut tapi semua bisa berpartisipasi untuk memilih pemimpin kepala daerahnya dengan baik.

Wakil Kepala Polresta atau Wakapolresta Jayapura kota AKBP Deni Hardiana mengatakan dari pihak kepolisian khususnya Polresta Jayapura Kota di – back up oleh laboratorium forensik dan juga Satgas Damai Cartenz, serta dari tim densus 88 sudah tiba untuk melakukan olah TKP.

“Kami akan melaksanakan olah TKP secara profesional dan kami akan menindaklanjuti lebih lanjut sesuai dengan bukti-bukti yang ada,” kata Deni.

Deni Hardiana mengatakan yang jelas dari kepolisian akan melakukan langkah-langkah profesional atas kejadian pengancaman pembakaran fasilitas yang ada di depan kantor redaksi jubi. Untuk bukti awal dikumpulkan yaitu ada barang bukti yaitu mobil yang bagian depan terbakar, ada serpihan-serpihan yang diduga sumber penyebab kebakaran itu sudah ada.

“Makanya dari tim forensik lebih mendalami untuk menentukan sumber apa? apakah dari barang bahan bakar atau dari bahan bakar lainnya kita akan menunggu hasil pendalaman dari forensik polda Papua,” katanya.

Ia mengatakan mudah-mudahan dengan kejadian ini dan tidak membuat surut semangat masyarakat menghadapi pesta demokrasi di mana semuanya orang lagi fokus kepada pemilihan Walikota yang mana akan dilaksanakan November nanti.

“Dan juga pemilih gubernur yang ada di wilayah hukum kota Jayapura serta masyarakat ini akan melaksanakan pemilihan yang mudah-mudahan kejadian ini tidak menjadi momen yang buruk bagi masyarakat sehingga mereka tidak mempengaruhi semuanya,” katanya.

Pelemparan bom molotov itu,diduga dilakukan oleh dua orang yang berboncengan menggunakan sepeda motor. Bom itu dilemparkan dari pinggir jalan di depan Kantor Redaksi Jubi, dan membuat api berkobar di antara dua mobil operasional Jubi yang di parkir di halaman kantor.

Api itu sempat membakar sebagian bagian depan mobil Toyota Avanza dan Toyota Calya itu. Api akhirnya dipadamkan dua karyawan Jubi dan sejumlah saksi mata. Bagian depan kedua mobil itu terbakar.

Pemimpin Redaksi Jubi, Jean Bisay mengungkapkan, terdapat dua staf redaksi Jubi yang berada di kantor saat terjadi kejadian tersebut. Mereka mendengar bunyi ledakan pada kira-kira pukul 03.20 WIB.

“Saat terjadi ledakan, dua staf kami sedang bekerja di lantai 3. Saat turun ke halaman kantor, mereka melihat dua mobil operasional kami telah terbakar di bagian depan,” tutur Jean.

Jean mengungkapkan, dari rekaman CCTV terlihat dua orang yang menggunakan sepeda motor. Keduanya berhenti di depan pagar kantor Jubi. Keduanya melemparkan sebuah barang yang diduga bom molotov ke halaman kantor.

Lalu keduanya segera kabur dari tempat itu setelah beraksi. Tak lama kemudian terdengarlah bunyi ledakan yang menyebabkan dua mobil operasional Jubi terbakar.

Pasca kejadian, Jean mengaku aktivitas di kantor redaksi Jubi berjalan normal hingga ini. Para editor, jurnalis dan staf redaksi lainnya tetap bekerja seperti biasanya.

“Di dalam ini jelas sebuah teror bagi kami. Namun, hal ini tidak membangkitkan semangat juang kami untuk menghasilkan produk jurnalistik yang menyuarakan kebenaran di Papua,” tegas Jean.

Jurnalis senior Papua dan juga pemimpin umum PT Media Jubi Papua, Viktor Mambor menyatakan, aksi teror itu merupakan bentuk teror untuk menyerang pekerja pers di Papua.

Viktor meminta pihak kepolisian bekerja dengan serius dan profesional, mengusut tuntas aksi serangan terhadap kantor Jubi. Pasalnya, kejadian ini terjadi di ruang publik dan Jubi memiliki bukti kamera CCTV yang merekam aksi para pelaku.

Sebelumnya 23 Januari 2023, sebuah benda diduga bom tergeletak di jalan depan halaman rumah Victor Mambor dan meledak sekitar pukul 04.15 WP. Titik ledakan itu hanya berjarak sekitar 3 meter dari dinding rumah Victor Mambor, dan ledakan itu menimbulkan suara yang sangat keras.

Pihak kepolisian menghentikan penyelidikan kasus ini dengan alasan tidak memiliki bukti yang cukup.

21 April 2021 silam, mobil Victor Mambor yang sedang diparkir di dekat rumahnya, juga dirusak oleh orang yang tidak dikenal. Kaca depan kiri mobil itu hancur. Kaca depan mobil mengalami retakan. Pintu depan dan belakang sebelah kiri dicorat-coret dengan cat semprot berwarna orange. Sumber: Jubi

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close