Advertisement

Menengok Peternakan Unta di Arab Saudi, Air Kencing Unta Diyakini Bisa Menyembuhkan Penyakit Diabetes

Seorang pedagang tengah melayani pembeli, dengan menuangkan air susu unta kedalam botol air mineral.

desernews.com
Dengan dipandu Ustad Zubair, seorang mukimin yang sudah tinggal di Kota Makkah belasan tahun, berasal dari Madura, Indonesia, kami Rombongan umroh sebuah travel dari Medan akan mengikuti wisata religi diantaranya melihat peternakan Unta.

Sekitar pukul 07.00 WAS, Bus Pariwisata yang akan membawa rombongan jemaah umroh berasal dari Medan, Tebingtinggi, Padangsidempuan, Pasir Pangarayan dan Serdang Bedagai, sudah stanbai di depan Hotel.

Pukul 08.00 WAS, setelah seluruh jemaah umroh menaiki 2 bus, kami pun mulai perjalanan untuk melihat tempat-tempat bersejarah yang ada di Tanah Suci.

Salah satu tempat yang kami tuju adalah peternakan Unta. Sekitar tengah hari, tibalah kami di lokasi peternakan Unta.

Penulis H. Suhartoyo Bersama isteri Hj. Sri Naladani saat berada di lokasi peternakan Unta.

Cerita Peternakan Unta
Peternakan unta di Arab Saudi menjadi salah satu lokasi yang sering dikunjungi masyarakat Indonesia saat ibadah umroh dan haji.

Peternakan atau ladang unta yang dapat dijumpai yaitu di Hudaibiyah, Asyuraeek dan Ja’ronah.

Hamparan padang pasir yang luas dan tandus dengan bukit batu cadas di sekelilingnya menjadi pemandangan pertama saat tiba di Hudaibiyah.

Lokasinya berada di antara Kota Makkah dan Jeddah, dengan jarak 22 kilometer dari Makkah.

Peternakan dijaga oleh para penggembala yang berasal dari Sudan, dan menetap di gubuk yang jauh dari peternakan tersebut.

Unta ini dirawat dengan baik agar nantinya daging, air susu dan air seninya dapat dikonsumsi.

Mereka meyakini, begitu banyak manfaat dari air susu dan air seni hewan, yang tahan hidup hingga tujuh bulan tanpa minum.

Tidak sedikit wisatawan yang berkunjung untuk membeli susu dan air seni di tempat tersebut.

Para penggembala menjual susu unta hasil perahan dengan harga 5 riyal per botol ukuran 330 mililiter.

Sementara itu, air seni unta dijual dengan harga 20 riyal per botol ukuran 330 mililiter.

Harga air seni unta dijual dengan harga yang lebih mahal dibandingkan air susu, hal ini karena jarang sekali buang air.

Dua orang penggembala tengah memerah susu unta.

Kalau boleh berandai andai, mungkin beberapa ekor Unta dengan tersenyum menyambut tamu yang berkunjung ke tempatnya.

Terlihat, beberapa ekor unta berpanas-paasan di tengah gurun pasir berjarak sekira 22 kilometer atau berada di pinggir kota Makkah saat disambangi.

Kurang lebih, menurut cerita warga setempat sudah 5000 tahun yang lalu hewan yang hidup di gurun ini sudah terdomestikasi atau beradaptasi dengan manusia.

Di kota Makkah, perternakan hewan yang bisa hidup sampai 50 tahun ini berada di pinggir kota Makkah menuju Jeddah di daerah Hudaibiyah.

Sejarah mencatat, sekira 6 hijriah lokasi tersebut menjadi saksi saat Nabi Muhammad SAW melakukan perjanjian dengan kaum Quraisy untuk tidak saling mengusik.

Syamsul, mukimin yang sudah puluhan tahun tinggal di kota Mekkah menceritakan di Hudaibiyah terdapat beberapa peternakan hewan unta, milik orang Arab.

“Yang punya (peternakan Unta) orang Saudi memperkerjakan orang Sudan untuk mengurus Unta-unta,” ujar Syamsul.

Orang yang berkunjung ke sini, cerita Syamsul, sering meminum susu unta yang diyakini berkhasiat untuk membersihkan paru paru, sampai untuk menambah stamina.

Selain susu, air kencing Unta juga diyakini memiliki khasiat untuk menyembuhkan diabetes.

Jemaah Umroh asal Kota Tebingtinggi Ibu Hj. Sri Naladani dan anaknya Reyza Tri Satya Hardani, sedang berfose di peternakan Unta Arab Saudi.

Di Hudaibiyah, ada beberapa tempat dengan masing-masing memelihara antara 8 sampai 10 ekor Unta, terdiri dari 7 betina dan 4 anak Unta.

“Tiap tempat pemerahan susu Unta dimiliki oleh orang yang berbeda dan pemeliharaannya dilakukan oleh orang suruhan. Kebanyakan berasal selain dari Sudan juga dari Nigeria,” ujar Syamsul menambahkan.

Saat sampai ke tempat peternakan Unta ini, ada, sebuah meja yang diatasnya sudah diletakkan jejeran botol minuman mineral berisi susu Unta murni.

Kamipun menuju meja tempat pedagang, yang menjual susu unta murni dan air seninya.

Setelah bertanya kepada pedagang, harga per botolnya relatif terjangkau hanya lima riyal saja.

Sang Unta seakan tersipu malu, meski menunjukkan ingin bersahabat dengan mereka yang menemuinya, ditemani panas terik kota Makkah pada siang hari.

Banyak juga jemaah rombongan kami yang membeli air susu unta dan ada juga yang diam-diam yang membeli air seni unta.

“Untuk obat Pak Haji,” ucap seorang rekan agak tersipu. (STY/DN)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button
Close
Close

Adblock Detected

Harap nonaktifkan aplikasi AdBlock nya terlebih dahulu.. Terima Kasih