Daerah

Pengurus BKM Nurul Amal Jual Murah Mobil Jenazah, Masyarakat Kelurahan Rantaulaban Kota Tebingtinggi Marah dan Kecewa

Mobil Angkut Jenazah Masjid Nurul Amal Lingkungan I Kelurahan Rantaulaban Kecamatan Rambutan Kota Tebingtinggi.

Tebingtinggi, desernews.com
Masyarakat Kelurahan Rantaulaban Kecamatan Rambutan Kota Tebingtinggi, marah Dan kecewa, karena Pengurus Badan Kesejahteraan Masjid(BKM) Nurul Amal tanpa kompromi dengan seluruh warga, menjual Mobil Jenazah, yang masih di manfaatkan.

Sementara itu, Lurah Kelurahan Rantaulaban Ahmad Fauzi, SE, menyesalkan kebijakan Pengurus Badan Kesejahteraan Masjid (BKM) Nurul Amal menjual mobil jenazah, tanpa melihat aspek kebutuhan warga, jika terjadi kemalangan.

Masyarakat Lingkungan I dan II Kelurahan Rantaulaban Kecamatan Rambutan Kota Tebingtinggi, mencela dan keberatan atas ulah Pengurus Badan Kesejahteraan Masjid (BKM) Nurul Amal, dengan menjual mobil angkut jenazah tanpa melalui mekanisme yang jelas.

Apalagi terbetik kabar, dijualnya mobil jenazah tersebut, karena dianggap sudah tidak berfungsi lagi, hingga hendak dibototkan dan dijual dengan harga murah. “Sungguh tidak bermoral dan memalukan, mobil angkut jenazah yang masih layak pakai, dianggap barang rongsokan, sehingga mau dijual dengan tukang botot seharga Rp. 3 juta,” ucap beberapa warga dengan nada geram.

Ketua BKM Nurul Amal Hidayat, ketika hendak dikonfirmasi di Rumahnya Jln. Bukit Kubu Rantaulaban, Rabu (19/3/2025), sedang tidak dirumah. “Orangnya tidak dirumah pak, karena tugasnya di Medan. Istrinya lagi kerja,” ucap seorang warga ketika ditanya.

Soal mobil angkut jenazah akan dijual ke tukang botot, diakui Sekretaris BKM Nurul Amal Sarwono, SPd. “Memang benar, Ketua dan Pengurus BKM menilai, mobil tersebut dalam kondisi rusak dan tidak terawat. Sehingga muncul niat dijual saja dan ditawarkan ke tukang botot. Jadi daripada dijual ke tukang botot, saya beli mobil tersebut. Mobilnya rusah-rusak aja, jadi daripada dibototkan, lebih baik saya bayarin dengan harga Rp. 3 juta,” ucap Sarwono enteng, seraya menyebutkan kalau mobil tersebut dibelinya seharga Rp. 3 juta.

Setelah dibeli mobil jenazah oleh Sekretaris BKM Nurul Amal Sarwono, SPd, seharga cuma 10 pak Rokok Gudang Garam Surya tersebut, telah dihilangkan atap bak, diparkir dihalaman rumahnya.

Menurut keterangan mantan Supir Mobil Jenazah Masjid Nurul Amal Tugur, mobil jenazah tersebut masih layak pakai. Keempat ban baru diganti, demikian juga batereinya. Selama ini saya rawat dan selalu dipanasin mesinnya, walau jarang dipergunakan. “Namanya mobil jenazah pak, ya dipakai hanya saat ada orang meninggal. Kalau gak ada orang ninggal ya nonggok aja, makanya harus sering dipanasin mesinnya dan di lap bodi nya,” jelas Tugur, yang dipecat dari tugasnya, bersamaan dengan petugas kebersihan lainnya yaitu Indra S. Siregar, ketika BKM dikuasai Hidayat cs.

Padahal, saat akan terjadi pergantian Pengurus BKM Nurul Amal Bulan Nopember 2023, kelompok Hidayat cs membuat spanduk dengan jargon tulisan, jika sudah menjabat Ketua BKM akan amanah, melaksanakan pemeriksaan kesehatan gratis, mensejahterakan masyarakat, tidak untuk satu golongan tapi untuk semua golongan dan macam-macam lagi janjinya. “Omon-omon aja semua itu, begitu duduk, langsung dipecatin seorang petugas kebersihan dan Supir mobil jenazah dengan alasan Kas BKM sedikit” ungkap beberapa warga, seraya menyebutkan, jadi orang itu jangan bermulut manis, tapi tidak sesuai dengan kenyataan sehari-hari.

Menurut Tugur, tak lama setelah BKM Nurul Amal beralih dari Ketuanya H. Zulfan Hidayat kepada Ketua Baru Hidayat, Sekretaris BKM Sarwono langsung meminta kunci mobil jenazah yang selama ini dipegangnya, tanpa menjelaskan keperluannya. “Semenjak itu, saya tak lagi merawat mobil jenazah dan tidak ada orang lain yang merawatnya juga, sehingga sepertinya mobil tersebut sengaja diterlantarkan,” ucap Tugur.

Semenjak mobil jenazah dibeli Sekretaris BKM Sarwono, terlihat lalu lalang di kampung itu. Mobil Jenazah sudah berubah fungsi, atap bak nya dipangkas, sehingga terbuka. Sekarang dipergunakan untuk keperluan bisnis Sekretaris BKM Sarwono, seperti mengangkut papan bunga dan lain-lain. “Sepertinya mobil tersebut sudah diincar Sarwono, karena dialah yang mengambil kuncinya dari Supir Tugur. Sungguh memalukan, apa tak ada lagi mobil diluaran sana,” sebut seorang jemaah mesjid, sembari mengatakan, asal jangan adalah peristiwa yang tidak diinginkan, karena itu mobil jenazah.

Dikatakan warga yang enggan disebutkan namanya, Sarwono selaku Sekretaris BKM menyebutkan kalau mobil jenazah dalam keadaan rusah-rusak dan tidak terawat serta STNK nya tidak aktif, sehingga muncul niatan dijual saja. Tapi ketika sudah dibelinya, mobil tersebut langsung jalan. “Jadi, kenapa Sarwono tidak merawatnya untuk Mesjid. Artinya disini sudah ada pembohongan terhadap publik. Apalagi mobil tersebut dihargai cuma Rp. 3 juta, sangat meremehkan mereka yang sudah ber-infak. Becak motor botot aja, gak ada orang yang jual seharga Rp. 3 juta,” kata warga tadi, seraya mengatakan jangan ada faktor suka dan tidak suka dalam hal ini, tapi lihatlah kepentingan orang banyak.

Lurah Kelurahan Rantaulaban Ahmad Fauzi, SE, sangat kecewa mendengar info dijualnya mobil untuk angkut jenazah. “Sangat tidak jernih pemikiran mereka. Seharusnya bersikaplah dewasa dan jiwa besar, apalagi banyak Ustadz disana. Kalau hendak dijual, dimusyawarahkan dulu kepada Tokoh Agama dan Masyarakat, kemudian ada dulu penggantinya yang lebih baik,” ucap Fauzi penuh prihatin.

Informasi diperoleh Wartawan Dessernews.com, Rabu (19/3/2025), pengadaan mobil jenazah tersebut, dilakukan saat Ketua BKM Nurul Amal dipegang oleh H. Suhartoyo, priode 2021-2022, kemudian dilanjutkan H. Zulfan Hidayat tahun 2023 dan selanjutnya di teruskan Hidayat priode 2023-2038 (saat itu calon tunggal sebagai Ketua dalam acara pemilihan).

Akibat dijualnya mobil jenazah tersebut, warga yang tertimpa kemalangan menjadi kesulitan jika membutuhkan mobil untuk mengangkut jenazah. “Mungkin itu yang diharapkan para punggawa BKM Nurul Amal sekarang ini, keluarga tertimpa musibah jadi kerepotan mencari pinjaman ambulance dan harus keluar biaya untuk tip supirnya. Sedang kalau memakai mobil jenazah Mesjid Nurul Amal, selama ini gratis, biayanya dari Kas Masjid,” jelas warga lain.

Ketua BKM Nurul Amal Priode 2021-2022 H. Suhartoyo, ketika di temui Wartawan Dessernews.com di Masjid Agung, Rabu (19/3/2025), membenarkan info menyebutkan, kalau pihaknya yang melakukan pengadaan atau membeli mobil jenazah tersebut. “Iya benar, saat priode saya membelinya dan bukan kemauan saya sendiri, tapi merupakan usulan dari warga serta jemaah disana, termasuk marbot Masjid,” kata H. Suhartoyo.

Biaya pembelian mobil tersebut Rp. 8 juta dari Seorang Warga Patumbak Deliserdang, yang merupakan keluarga dari Bendahara BKM saat itu Ainal Iqram Sitepu. “Diantar mereka dari Patumbak ke Rantaulaban. Memang STNK nya tidak aktif, tapi sengaja kita cari yang demikian, biar murah sesuai kemampuan Kas Masjid, karena mobil jenazah tersebut, manfaatnya juga hanya untuk angkut mayat. Setelah disesuaikan untuk mobil angkut jenazah, termasuk perawatan mesin dan pengecatan serta tutup atap bak, total semua biayanya habis hampir Rp. 20 juta. Jadi kalau sekarang dijual cuma dengan harga Rp. 3 juta, gak waras saya jadinya,” jelas H. Suhartoyo sedih dan butuh merenung banyak istighfar, seraya mengatakan, telah banyak jenazah yang diantar ke pekuburan menggunakan mobil tersebut.

Biaya pembelian mobil jenazah tersebut, merupakan infak masyarakat, termasuk donatur dari luar Kelurahan Rantaulaban. Yang telah meng-infakkan sebagian rezekinya, untuk pembelian mobil jenazah tersebut, pasti teriris hati batinnya dan kecewa karena pahala infaknya terputus. “Banyak yang teriris hatinya, termasuk saya, karena kita ikut membantu pengadaan mobil tersebut. Ya kalau tidak ikut berperan, biasa-biasa saja” papar H. Suhartoyo sedih.

Sementara itu, Ustadz Drs. H Nizar Rangkuti yang juga Tokoh Masyarakat Rantaulaban dan Kota Tebingtinggi, saat memberikan sambutan pada acara pemberangkatan jenazah Almarhumah Ummi, seorang Warga Lingkungan II Kelurahan Rantaulaban, Minggu (16/3/2025), menyampaikan pesan, ada pahala yang mengalir ketika seorang anak manusia meninggal dunia, yaitu salah satunya adalah, infak atau sedekah jariyah.

Infak yang sudah dibelikan berupa barang atau benda, ujar Ustadz Rangkuti, disebut dengan Wakaf. Dan Wakaf, ketika sudah di jual maka terputus lah pahalanya, bagi orang yang sudah berinfaq tersebut

“Salah satu contoh, ketika infaq orang di belikan mobil jenazah, maka mobil jenazah disebut dengan Wakaf dan apabila mobil jenazah tadi dijual, maka terputus lah pahala bagi orang yg ber infaq. “Maka Wakaf itu tidak boleh dijual, tetapi harus di manfaatkan atau dipergunakan hasil nya, untuk kepentingan ummat atau masyarakat. Dan jika pun musti dijual, harus memenuhi berbagai kriteria, bukan dijual murah kayak barang mainan, serta sudah ada penggantinya terlebih dahulu,” jelas Ustadz Drs. H. Nizar Rangkuti tegas.

Sedang Menurut Kepala KUA Kecamatan Rambutan Kota Tebingtinggi Muhammad Amin, SHI, barang wakaf tidak boleh diperjual-belikan. Kalau pun harus dijual ada ketentuannya, tapi lebih baik tidak,kecuali sudah ada penggantinya yang lebih baik,” ucap Amin singkat, karena sedang mengikuti Bimtek Petugas Haji 2025, di Asrama Haji Medan, Selasa (18/3/2025).

Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Tebingtinggi Ustad Yusnul Adhari, ketika dihubungi Via Handphone terkait BKM Masjid Nurul Amal telah menjual mobil jenazah mengatakan, bahwa pihak yang telah menjual mobil jenazah, telah menzolimi masyarakat.

Mobil jenazah tersebut, sudah merupakan Wakaf masyarakat. Kalaupun dijual harus dimusyawarahkanoleh para tokoh masyarakat dan tokoh agama setempat, kemudian dilakukan secara lelang dan hasilnya dibelikan penggantinya yang lebih baik.

“Nah kalau sekarang harganya dijual cuma Rp. 3 juta, sangat menyedihkan, apalagi mobilnya masih bisa jalan dan dimanfaatkan untuk bisnis pribadi Sekretaris BKM. Ada apa ini ?,”ujar beberapa ibu-ibu disana.

Spanduk berisi jargon Hidayat saat akan mengikuti Pemilihan Ketua BKM Nurul Amal Kelurahan Rantaulaban Kecamatan Rambutan Kota Tebingtinggi.

Seorang ahli Supranatural, ketika ditanya soal penggunaan mobil jenazah untuk kepentingan bisnis pribadi, sedang mobil jenazah masih dibutuhkan warga menyebutkan, dikhawatirkan akan terjadi sesuai hal, yang tidak diinginkan terhadap si pembeli, maupun keluarga besarnya (penjual dan pembeli). “Walaupun mobilnya sudah dibeli, tapi akhirnya menimbulkan kegaduhan/ kemarahan warga dan telah terjadi pembohongan publik, bisa bakal menimbulkan bencana, apalagi ini mobil jenazah dan masih dimanfaatkan warga,” jelas Ahli Supranatural tadi, tanpa merinci kejadian yang bakal terjadi atau bencana apa yang akan terjadi bagi sipenjual, maupun sipembeli mobil jenazah tersebut.

Ditambahkan Ahli Supranatural yang enggan disebut namanya, bencana yang pertama dan ringan, adalah perbuatan tersebut sangat memalukan bagi yang menjual dan membeli. “Karena sudah melukai dan mencederai perasaan, serta rasa kemanusiaan ummat muslim, khususnya warga muslim Kelurahan Rantaulaban,” sebutnya.

“Lebih baik dikembalikan fungsinya seperti semula ataupun kalau ada yang mau membayarin, misal BKM tak mampu mengurusnya, belilah tapi dimanfaatkan untuk angkut jenazah juga, pasti pahala dan rezeki orang yang berbuat baik tadi, makin bertambah banyak. Jadi jangan ada faktor senang dan tidak senang, kalau melihat dari harga yang dibayarin Sekretaris BKM,” ucap seorang Da’i muda memberi pandangan. (DN)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close