Aceh Darussalam

Pendidikan Didorong Lebih Berpihak pada Anak di Tengah Polemik SPMB dan Sekolah Lima Hari

Ist.

Simeulue, desernews.com
Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF PWM Aceh DR Iskandar Muda Hasibuan menegaskan bahwa pendidikan harus senantiasa berpihak pada peserta didik, menjamin akses yang adil, serta menghadirkan layanan pendidikan yang bermutu di tengah berbagai persoalan pendidikan nasional yang belum terselesaikan.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam kegiatan Upgrading Guru dan Tenaga Kependidikan Muhammadiyah di Sinabang, Pulau Simeulue, Sabtu (4/7/2026). Dalam forum itu, ia menyoroti sejumlah isu yang masih menjadi pekerjaan rumah dunia pendidikan, mulai dari tingginya angka anak tidak bersekolah, dinamika kebijakan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB), wacana sekolah lima hari, hingga tuntutan peningkatan kualitas dan kesejahteraan guru.

“Berbagai dinamika ini tidak boleh membuat kita kehilangan arah. Pendidikan harus tetap berpihak kepada peserta didik, menjamin keadilan akses, dan menghadirkan layanan yang bermutu bagi seluruh anak bangsa,” ujarnya.

Ia menilai bahwa pendidikan bagi Muhammadiyah bukan sekadar proses transfer ilmu, melainkan bagian dari dakwah dan gerakan mencerdaskan kehidupan bangsa. Karena itu, sekolah Muhammadiyah dituntut tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu membentuk peserta didik yang beriman, berilmu, berakhlak mulia, mandiri, dan memberi manfaat bagi masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga meminta guru dan tenaga kependidikan Muhammadiyah di Aceh, khususnya di Kepulauan Simeulue, untuk terus meningkatkan kompetensi, memperkuat integritas, dan membangun budaya belajar yang inovatif. Menurut dia, guru Muhammadiyah harus hadir bukan hanya sebagai pengajar, tetapi juga sebagai pembimbing dan teladan dalam pembentukan karakter generasi muda.

Majelis Dikdasmen dan PNF PWM Aceh, lanjutnya, berkomitmen memperkuat tata kelola pendidikan Muhammadiyah, meningkatkan kualitas satuan pendidikan, memperluas akses pendidikan yang berkeadilan, serta mendukung kebijakan yang benar-benar berpihak pada kepentingan terbaik anak dan peningkatan mutu pendidikan.

Ia juga mengajak pemerintah, Persyarikatan Muhammadiyah, orang tua, dan masyarakat untuk membangun ekosistem pendidikan yang berkemajuan. Menurut dia, hanya pendidikan yang bermutu, berkeadilan, dan berlandaskan nilai-nilai Islam [sesuai amanah UUPA di Aceh-red] yang dapat melahirkan generasi unggul, berkarakter, dan siap membawa Indonesia ke masa depan yang lebih baik.

Dalam kegiatan tersebut hadir bapak Sutomo anggota Majelis Dikdasmen dan PNF PP Muhammadiyah yang juga Ketua Umum Forum Guru Muhammadiyah, Muhammad Daud Kacabdin Pendidikan Simeulue, Pemuka Pendidikan dan Tokoh-Tokoh Persyarikatan Muhammadiyah(T. Jamaluddin)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close