
Tebingtinggi, desernews.com
Ustadz Drs. H. Nizar Rangkuti dalam Khutbah Idul Adha menyampaikan, pelajaran yang dapat kita ambil dari peristiwa Hari Raya Qurban ini adalah menyembelih sifat-sifat hewaniyah menjadi tantangan yang harus dihindari orang bertaqwa.
Hal itu disampaikan Ustadz Drs. H. Nizar Rangkuti dalam khutbah Sholat Idul Adha di Masjid Harmain Kelurahan Mekar Sentosa Kecamatan Rambutan Kota Tebingtinggi, Senin (17/6/2024).
Lebih lanjut dikatakan Ustadz Drs. H. Nizar Rangkuti, menyembelih hewan qurban merupakan simbol kesetiaan mengorbankan anak yang dicintai demi perintah Allah SWT. “Keluarga Nabi Ibrahim menjadi contoh keluarga yang taat pada Allah SWT, menjadi imam bagi seluruh umat manusia,” ujar Ustadz Rangkuti.

Ustadz Rangkuti juga menyampaikan tentang rangkaian pelaksanaan ibadah haji di Tanah Suci Makkah Al Mukaromah. “Menjadi haji mabrur mabruroh, harus mampu mengamalkan pelajaran yang diambil dari ber-ihrom, thawaf, sa’i, tahalul dan wukuf di arafah, mabith di muzdalifah serta melontar jumroh di mina,” jelas Ustadz Rangkuti.
Pada bagian lain khutbahnya, Ustadz Drs. H. Nizar Rangkuti mengatakan ibadah qurban memiliki banyak keunggulan dalam pandangan Islam, keunggulannya tidak hanya sekedar untuk membagi-bagikan daging hewan qurban kepada fakir miskin, namun mengandung pembelajaran yang sangat berharga untuk memperkokoh keimanan, sehingga manusia mendapat predikat taqwa.
“Sudah menjadi kelaziman, untuk melaksanakan ibadah qurban tidak diperkenankan menggunakan harta tidak bersih, agar mampu mengisi kekosongan hati dengan cahaya iman terus menerus menerangi perjalanan hidup manusia,” jelasnya.
Selain itu, menyembelih hewan karena Allah SWT, bukanlah membuat seseorang rugi, karena mengeluarkan sejumlah uang untuk membeli hewan qurban, karena Allah akan menggantinya dengan balasan berlipat ganda, untuk kenikmatan dunia akhirat. “Berqurban adalah simbol dari kehidupan umat yang betaqwa, bahwa hidup memerlukan keyakinan atau kekokohan iman,” jelas Ustadz Rangkuti mengakhiri khutbahnya.

Di Masjid Al Ihsan Wannajah Kebun Rambutan
Sementara itu, Ustadz Ardi Koto, SPdI dalam ceramah khutbahnya di Masjid Al-Ihsan Wannajah PTPN-III Kebun Rambutan, Serdangbedagei, menyampaikan berqurban, jika kita laksanakan dengan hati yang ikhlas semata-mata karena Allah SWT, maka kita akan mendapatkan pahala amat besar di sisi Allah SWT.
Sebagaimana disabdakan oleh Rasulullah SAW dalam sebuah hadits diriwayatkan Ibnu Majjah, yang artinya, “Berqurban itu untuk yang melaksanakannya, dibalas oleh Allah dengan pahala tiap-tiap satu helai rambut dengan satu kebajikan”.

Sungguh amat besar sekali pahala diberikan oleh Allah bagi orang-orang yang mau melaksanakan qurban dengan mengurbankan hewan sapi atau kambing, marilah kita memantapkan niat kita dan gemar untuk berkurban, karena gemar berkurban berarti gemar untuk mengumpulkan Amal kebajikan sebanyak-banyaknya, demi mencapai keridloan Allah SWT.
“Oleh karenanya, sebelum kita menyerahkan hewan kurban, maka kita perbaiki dahulu niat kita, hanya untuk mendapat keridloanNYA semata, bukan karena yang lain. “Dengan begitu, maka Insya Allah qurban akan diterima oleh Allah SWT dan akan menjadi amal ibadah yang tidak sedikit ganjarannya,” pesan Ustadz Ardi Koto.

Hewan Qurban
Pemotongan hewan qurban di Rumah Ustadz Drs. H. Nizar Rangkuti yang dikelola Gerakan Peduli Anak Yatim dan Masakin (GPAYM), usai Sholat Idul Adha, memotong 2 ekor Lembu, diikuti 14 orang pequrban.
Sedang pemotongan hewan qurban di Masjid Al-Ihsan Wannajah PTPN-III Kebun Rambutan, juga dipotong 2 ekor Lembu. “Moga Allah SWT membalas dengan pahala tiap-tiap satu helai rambut satu kebajikan,” ucap Ustadz Drs. H. Nizar Rangkuti.(H. Suhartoyo/DN)





