
Langsa, desernews.com
Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional Forum Komunikasi Purnakarya Perkebunan Nusantara (DPN FKPPN) Drs. H. N. Serta Ginting, membuka secara resmi Musyawarah Wilayah ke I DPW FKPPN Provinsi Aceh, Selasa (29/10/2024), bertempat di Wisma Ex. PTPN I Kota Langsa.
Hadir dalam acara tersebut, Pj. Walikota Langsa diwakili Staf Ahli Siti Zuriah, SH, Wakil Ketua DPRK Langsa Noma Khairil, Regional Head PTPN IV Palmco KSO Regional 6 Sariadi Siregar diwakili Kabag SDM Khairullah, Penasehat DPW FKPPN Provinsi Aceh Hasan Basri, Pengurus DPN FKPPN, Pengurus DPW Aceh dan DPD Aceh Tamiang, Acah Utara, Aceh Timur, Kota Langsa serta mewakili Dandim.
Acara pembukaan Muswil I DPW FKPPN Provinsi Aceh diawali dengan pembacaan Ayat Suci Alqur’anul Karim, Do’a, menyanyikan Lagu Indonesia Raya dan Mars FKPPN serta laporan Ketua Panitia Penyelenggara H. Firdaus.

Dalam laporannya, Ketua Panitia H. Firdaus menyampaikan, pelaksanaan Muswil sempat beberapa kali tertunda, namun akhirnya bisa terlaksana juga, berkat bantuan dari Ketum dan Sekjen DPN FKPPN.
Tertundanya pelaksanaan Muswil, karena kurang bisanya Regional Head Sariadi Siregar bersinergi dengan DPW FKPPN Provinsi Aceh. Kami telah mengajukan surat permohonan permintaan bantuan fasilitas gedung dan biaya pelaksanaan Muswil, namun tak direspon dan dijawab.
“Setelah ikut campur tangan Ketum Serta Ginting dan Sekjen DPN FKPPN Baginda Panggabean, menjembatani dengan Direksi Holding dan SupportingCo/Palmco, baru semua klar,” ucap Firdaus.

Dikatakan Firdaus, dalam Muswil tersebut, turut juga dilantik 4 Pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) FKPPN, yaitu DPD Kota Langsa, Kabupaten Aceh Utara, Aceh Timur dan Aceh Tamiang, masa bakti 2024-2027.
Dalam arahan dan bimbingannya, pada acara Pembukaan Musyawarah Wilayah ke I DPW FKPPN Aceh, Ketua Umum DPN FKPPN Drs. H. N. Serta Ginting menyampaikan agar Peserta Muswil, benar-benar memilih sosok Ketua yang punya kemampuan, sehingga bisa menjalankan roda organisasi sebaik-baiknya, demi kesejahteraan para pensiunan. “Ciptakan kekompakan dan kebersamaan dalam berjuang, abaikan kepentingan pribadi dan golongan,” ucap Serta Ginting berpesan.

Pada kesempatan tersebut, Serta Ginting sangat menyayangkan ketidak hadiran Regional Head PTPN Langsa Sariadi Siregar dalam acara tersebut, padahal jarak kantornya dengan lokasi acara hanya 500 meter. “Sebagai seniornya, yang datang dari Jakarta, saya sangat kecewa dan sudah perlu dievaluasi Dirut Holding, soal penempatan Sariadi sebagai Head Region,” ungkap Serta Ginting.
Serta Ginting pada kesempatan tersebut juga menyinggung tentang penerimaan karyawan diperkebunan, yang sudah tidak sesuai dengan Tri Dharma Perkebunan dan sistem Padat Karya. “Saya sangat sedih melihat banyaknya anak karyawan, yang menjadi pengangguran sekarang ini,” ujar Ginting.

Ketum DPN FKPPN Serta Ginting dengan tegas meminta Pemerintah Pusat dalam hal ini Presiden RI Bapak Prabowo Subianto melalui Meneg BUMN Erick Thohir, membubarkan Holding Perkebunan. “Bubarkan Holding Perkebunan, karena kurang terasa manfaatnya,” pungkas Ginting.
Ginting juga menyebutkan, setelah adanya Holding, banyak tanaman, perumahan dan bangunan perusahaan tidak terawat, kesejahteraan karyawan menurun, pengangguran meningkat, tidak ada lagi sistem penggolongan, jenjang karier tak jelas, bahkan jajaran Direksi tidak murni insan perkebunan, orang Bank disuruh ngurus kebun.
“Akibat banyaknya orang Bank dijajaran Direksi, Perkebunan jadi banyak utang. Direksi Holding Perkebunan hanya kejar target laba, tapi abai atas kesejahteraan karyawan, pensiunan, pemeliharaan tanaman, perawatan fasilitas perumahan dan bangunan perusahaan, serta banyak pengangguran di perkebunan,” sebut Ginting.

Pada bagian lain sambutannya, Ginting mengatakan, sekarang Direksi banyak diisi orang dari luar perkebunan, sehingga berubah tatanan kehidupan diperkebunan. Katanya perusahaan untung, tapi utangnya masih banyak dan hak-hak pensiunan seperti SHT, uang penghargaan dan lain-lain, belum diselesaikan secara tuntas.
“Kalau terus seperti ini kondisi perusahaan, 5-10 tahun kedepan, kita tak tau apalagi bentuk perkebunan ini. Ada Kabag Tanaman tidak pernah mengelola tanaman langsung dan ada Kabag SDM berasal dari Tanaman. Seharusnya, tempatkanlah orang sesuai keahliannya,” kata Serta Ginting.
Sementara Ketua DPW Aceh H. Yonizam dalam sambutannya menyampaikan ucapan terimakasih atas kehadiran Ketum DPN FKPPN Drs. H. N. Serta Ginting beserta Pengurus DPN, Ketua DPW Sumut H. R. Heru Pradoyo bersama rombongan, Staf Ahli Walikota Siti Zuriah, SH, Wakil Ketua DPRK Langsa Noma Khairil, Kabag SDM Khairullah, Penasehat DPW Aceh Hasan Basri dan undangan lainnya.

Pada kesempatan itu, H. Yonizam menyampaikan keluhan pensiunan atas pembayaran manfaat pensiun yang tidak bersamaan dengan pembayaran uang beras. “Gaji pensiun dibayar Tgl. 25, sedang uang beras Tgl. 15, keduanya masuk rekening bank. Jadi ngerepotin harus dua kali ke bank, padahal uangnya tidak banyak,” ucap Yonizam.
Yonizam juga menyoroti tentang banyaknya anak karyawan yang jadi pengangguran, karena kecilnya peluang atau lowongan kerja di Ex. PTPN I Langsa. “Kita harapkan, sistem padat karya diterapkan lagi diperkebunan,” ujar H. Yonizam.
Kabag SDM Ex PTPN I Khairullah mewakili RH Sariadi Siregar dalam sambutannya mengatakan, mudah-mudahan hasil Muswil DPW FKPPN Aceh, dapat memperkuat organisasi dan mensejahterakan anggotanya. “Mohon maaf bapak ibu sekalian, RH Bapak Sariadi Siregar tidak bisa hadir, karena lagi Zoom Meeting dengan Direksi Bapak Suhendri,” sebut Khairullah, tanpa menjelaskan berapa lamanya melakukan zoom meeting.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRK Langsa Noma Khairil dalam sambutannya meminta pada Pemerintah Pusat agar mengembalikan PTPN-I di Tanah Aceh. “Kami ajak FKPPN untk bersamaDPRK Langsa menggedor pemerintah pusat untuk mengembalikan PTPN-I ke Bumi Aceh. PTPN I harus tetap ada di Aceh,” tegas Noma Khairil.
Staf Ahli Walikota Langsa Siti Zuriah, SH dalem pidato sambutannya menyampaikan dukungan untuk DPW FKPPN Aceh. “Kami mendukung setiap langkah DPW FKPPN Provinsi Aceh untuk mensejahterakan anggotanya. FKPPN tidak hanya tempat untuk berbagi cerita, tapi menjadi tempat untuk mencari solusi. Dalam masa purnabakti, bapak ibu dapat memberikan pengalaman, sehingga bisa menginspirasi seluruh purnakarya untuk berbuat yang terbaik dan nemperkokoh eksistensi gerak FKPPN ditengah masyarakat,” kata Siti Zuriah.
Usai acara pembukaan, Ketum DPN FKPPN Drs. H. N. Serta Ginting, membuka secara resmi pelaksanaan Muswil I DPW FKPPN Provinsi Aceh. Acara pembukaan diakhiri dengan foto dan makan bersama. Muswil dilaksanakan setelah Sholat Zuhur. (Penulis : H. Suhartoyo/DN).




