Jalur Penghubung Tapsel-Madina Putus Total, Sepanjang 50 Meter Badan Jalan Nasional Ambrol Tergerus Air Sungai

Tapanuli Selatan, desernews.com
Sepanjang 50 meter badan Jalan Nasional Lintas Barat menghubungkan Kabupaten Tapanuli Selatan dengan Kabupaten Mandailing Natal, ambrol akibat tergerus air sungai, mengakibatkan arus lalulintas putus total.
Ambrolnya ruas jalan tersebut, terletak persis di Desa Perkebunan Kampung Malombu, Kecamatan Angkola Sangkunur, Kabupaten Tapanuli Selatan.

Menurut Tokoh Adat setempat, Surip Hartono bersama Kepdes Julianto dan Kepala Kampung Doni Wardika, putusnya jalan vital tersebut terjadi pada Senin Malam (13/11), selepas Magrib, sekira pukul 19.30 wib.
Hujan yang terjadi sepanjang hari selama seminggu ini, mengakibatkan debit air Sungai Malombu naik dan melimpah ke badan jalan dengan arus deras.
“Karena arus deras selama sepekan, menyebabkan kontur tanah menjadi labil, sehingga tak mampu menahan gerusan air, mengakibatkan badan jalan ambrol,” kata Surip.

Sejak terputusnya jalan malam tadi, ratusan kendaraan roda empat keatas terjebak macet hingga satu kilometer lebih, terutama bus, truck pengangkut TBS milik Masyarakat dan PTPN III serta Truck Tangki angkut CPO PKS PT MAL Natal, tidak bisa melanjutkan perjalanan menuju kedua arah, hingga banyak yang putar arah dari Padangsidempuan.
Jalan Nasional Lintas Barat tersebut, menghubungkan Kecamatan Batangtoru menuju Siais Kabupaten Tapanuli Selatan hingga ke Kecamatan Natal Kabupaten Mandailing Natal, sejauh 212 km.
Terputusnya jalan tersebut, hubungan diwilayah itu terpaksa melalui Padangsidempuan yang jaraknya berkisar 254 km. Hanya kendaraan roda dua yang bisa melintas jalan ambrol tersebut, itupun harus hati-hati, jika tidak bisa tergelincir ke sungai.

Sejam setelah terputusnya badan jalan, Camat Angkola Sangkunur Danil Affandi Harahap dan Kapolsek AKP Tona Simanjuntak, SH serta pihak Forkompimcam langsung turun kelokasi, untuk melihat kondisinya dan telah melaporkan ke Bupati dan Dinas PU Kabupaten.
Pagi tadi, Pihak terkait turun kelokasi untuk mencari solusi mengatasi putusnya jalan, yang merupakan urat nadi hubungan wilayah itu, yang banyak terdapat Perkebunan Kelapa Sawit dan Pabrik Kelapa Sawit penghasil CPO.

Hingga berita ini diturunkan, pihak pemerintah setempat, masih terus berkoordinasi dengan Pemprov Sumut, untuk mendapatkan solusi atau perbaikan secepatnya, misal dengan membuat cerucuk atau bronjong disepanjang jalan yang ambrol.
Penulis : H. Suhartoyo




