Daerah

Polres Palas Bantu Warga, 103 Rumah di 4 Desa Terendam Akibat Meluapnya Sungai Batang Lubu dan Sutam

Padang Lawas, desernews.com
Akibat intensitas hujan tinggi  pada hari Kamis 14/12/ 2023 pukul 23.00 wib dan 15/12’curah hujan yang terus menerus dua hari di wilayah Kecamatan Batang Lubu Sutam Kababupaten Padang Lawas sehingga mengakibatkan debit air sungai Batang Lubu dan Sutam meluap ke perumahan warga masyarakat dan merendam badan jalan.

Adapun desa yang terdampak dari meluapnya air sungai Sutam tersebut adalah: Desa Tamiang 70 rumah. Desa Tanjung Baru 19 rumah. Desa Tanjung Barani 14 rumah

Kejadian tersebut disampaikan Kapolres Padang Lawas AKBP Diari Astetika SIK kepada awak media ini melalui Kasat Samapta AKP M. Husni Yusif SH, Sabtu 16/12’2023 siang.

Lanjut Kasat Samapta, dampak dari meluapan sungai Batang Lubu Sutam dimaksud tidak menghalangi terhadap aktifitas warga masyarakat karena hanya berupa luapan air yang membawa lumpur dan sampah ke pekarangan dan lantai rumah warga setinggi kurang lebih 15 Cm. Adapun luapan air sungai ke badan jalan di dataran rendah Desa Tamiang Kec. Batang Lubu Sutam sempat menghambat arus lalu lintas namun segera surut kembali dan dapat di lewati oleh kendaraan,” katanya.

Pada hari Jumat pukul 20.00 Wib, tambah AKP Yusuf, curah hujan kembali turun di wilayah Kecamatan Batang Lubu Sutam maka Kapolres Padang Lawas  AKBP Diari Astetika bersama Waka Polres Padang Lawas Kompol Sugianto Kapolsek Sosa Iptu Mulyadi SH bersama personil Polres Padang Lawas, Polsek Sosa dan masyarakat berjaga – jaga di Desa Tamiang Kecamatan Batang Lubu Sutam antisipasi manakala debit air sungai Sutam meluap kembali.

Dalam kegiatan ini, Saya dan Kapolsek Sosa Iptu Mulyadi SH memimpin personil Polres Padang Lawas dan Personil Polsek Sosa bersama masyarakat melaksanakan kurve / gotong royong membersihkan sisa – sisa lumpur dan sampah yang masuk ke rumah – rumah warga maupun pinggiran sungai Sutam,” katanya

Syahroni Hasibuan warga Desa Plasma Mondang kepada awak media menyebutkan dugaan perambahan hutan terjadi di hulu sungai, tepatnya di hulu sungai Aek Lobu.

“Hutan pada bukit yang ada sudah mulai gundul akibat ulah tangan-tangan jahil oknum tidak bertanggung jawab,” kata Syahroni, Sabtu 16 Desember 2023.

Syahroni berharap peran aktif pemerintah daerah agar mencegah kerusakan hutan semakin meluas yang berakibat bencana alam seperti tanah longsor dan banjir.

Ia juga berharap agar dinas terkait untuk meninjau ulang izin dari pihak yang melakukan penebangan hutan.

Sementara itu, Plt Camat Batang Lubu Sutam Sainal Abidin Nasution menyebutkan, tidak ada korban jiwa, namun 103 rumah warga di empat desa terendam banjir.

Sainal merinci, empat desa yang terendam banjir yakni di desa Tanjung sebanyak 19 rumah yang di huni 96 jiwa, desa Tamiang sebanyak 70 rumah dihuni 283 jiwa dan desa Tanjung Barani sebanyak 14 rumah yang di huni 60 jiwa.

“Di Desa Tamiang ada 3 unit fasilitas umum yang terendam banjir, yakni masjid, RKB sekolah serta gudang desa, di Desa Tanjung Barani masjid dan tanah longsor, sedangkan di Desa Botung bendungan persawahan warga di lubuk tolang keadaanya rusak,” jelas Sainal.
Penulis: A Salam Srg.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close