Berita PilihanEkBisInternasional

Hongkong Menjadi Salah Satu Tujuan Favorit TKW, Segini Kisaran Gaji Disana

Pekerja TKW di Hongkong (foto ist)

Hongkong, desernews.com
Meskipun biaya hidup di Hong Kong cukup tinggi, gaji yang Anda dapatkan juga sebanding. Jika dikelola dengan baik, Anda bisa tetap menabung untuk masa depan.

Hong Kong menjadi salah satu tujuan favorit bagi pekerja migran Indonesia, terutama Tenaga Kerja Wanita (TKW).

Sebagian besar dari mereka bekerja sebagai asisten rumah tangga, pengasuh anak, hingga pendamping lansia.

Namun, di balik peluang kerja yang menjanjikan, Hong Kong juga dikenal sebagai salah satu kota dengan biaya hidup tertinggi di dunia.

Bahkan, menurut laporan ECA International, Hong Kong telah menempati posisi sebagai tempat tinggal termahal bagi tenaga kerja asing sejak tahun 2019 hingga 2022.

Meskipun begitu, masih banyak TKW asal Indonesia yang memilih bekerja di sana karena gaji yang lebih besar dibandingkan di Indonesia.

Tapi, berapa sebenarnya gaji yang bisa diperoleh oleh para TKW di Hong Kong? Apa saja biaya yang harus disiapkan sebelum berangkat? Lalu, berapa biaya biaya hidup di sana?

Berapa Gaji TKW di Hong Kong?
Gaji yang bisa Anda peroleh sebagai pekerja rumah tangga di Hong Kong, umumnya berkisar antara Rp8 juta hingga Rp10 juta per bulan.

Namun, jumlah gaji tersebut tidak selalu sama bagi setiap pekerja. Berdasarkan informasi dari berbagai sumber, ada beberapa faktor yang mempengaruhi besarnya gaji sebagai TKW di Hong Kong.

Sebagai contoh, jenis pekerjaan yang Anda jalani, apakah sebagai asisten rumah tangga, pengasuh anak, atau pendamping lansia.

Selain itu, pengalaman kerja Anda juga berperan penting, semakin lama dan berpengalaman, biasanya gaji yang Anda dapatkan juga lebih tinggi.

Jam kerja pun bisa menjadi faktor penentu, di mana para pekerja yang sering lembur berpotensi mendapatkan penghasilan lebih besar.

Meski tidak semua tempat kerja menetapkan kebijakan yang sama, namun selain gaji pokok, ada pula tempat kerja di Hong Kong yang memungkinkan Anda untuk mendapat uang lembur jika Anda bekerja di luar jam sesuai yang telah disepakati.

Namun, penting untuk Anda ketahui, bahwa beberapa majikan atau bos juga menerapkan potongan gaji, terutama jika Anda mengambil libur tambahan di luar ketentuan yang diberikan.

Setiap majikan atau bos memiliki kebijakan yang berbeda, sehingga sangat disarankan bagi Anda untuk memahami isi kontrak kerja secara menyeluruh sebelum berangkat ke Hong Kong.

Hal ini berguna untuk membantu Anda menghindari kesalahpahaman dan memastikan hak serta kewajiban Anda sebagai TKW di Hong Kong tetap terlindungi.

Sebelum Anda bisa bekerja di Hong Kong, ada beberapa biaya yang harus Anda siapkan.

Berdasarkan hasil rangkuman dari berbagai sumber, biaya-biaya ini termasuk biaya administrasi, pelatihan, dan persiapan lainnya.

Berikut rincian perkiraan biayanya:
Jasa agensi: 10% dari gaji pertama
Jasa Pelaksana Penempatan TKI Swasta: Rp 4 juta
Pemeriksaan kesehatan: Rp700 ribu
Tes psikologi: Rp250 ribu
Asuransi perlindungan TKI: Rp400 ribu
Uji kompetensi: Rp150 ribu
Pelatihan kerja (600 jam): Rp5 juta

Perlu Anda ketahui, bahwa biaya ini umumnya wajib dibayar sebelum keberangkatan Anda ke Hong Kong, jadi pastikan Anda menyiapkan anggaran dengan baik.

Biaya Hidup di Hong Kong
Setelah tiba di Hong Kong, Anda perlu memperhitungkan biaya hidup sehari-hari yang terbilang cukup tinggi, terutama untuk tempat tinggal.

Berikut adalah beberapa pengeluaran utama yang perlu Anda perhatikan beserta dengan kisaran biayanya berdasarkan kurs Rp2.137:

1. Tempat Tinggal
Jika Anda harus menyewa tempat tinggal sendiri, ini akan menjadi pengeluaran terbesar.

Di daerah pinggiran kota, harga sewa apartemen berkisar HKD8.500 atau sekitar Rp18 juta per bulan, sedangkan di pusat kota bisa mencapai HKD13.000 atau sekitar Rp27 juta per bulan.

Namun, jika Anda tinggal di rumah majikan, biaya ini bisa dihemat sepenuhnya, sehingga pengeluaran bulanan Anda bisa lebih ringan.

2. Transportasi
Hong Kong memiliki sistem transportasi yang efisien, terutama MRT, yang menjadi moda transportasi utama bagi banyak orang.

Tarif MRT sekali jalan berkisar antara Rp16 ribu hingga Rp32 ribu, tergantung jarak tempuh Anda.

Untuk menghemat biaya transportasi, Anda bisa menggunakan Octopus Card, yang memungkinkan pembayaran lebih praktis dan sering kali memberikan tarif lebih murah dibandingkan pembelian tiket satuan.

3. Konsumsi (Makan & Minum)
Biaya makan di Hong Kong cukup tinggi, terutama jika Anda sering makan di luar.

Untuk makan di restoran, Anda bisa menghabiskan sekitar Rp150 ribu per hari, tergantung jenis makanan yang Anda pilih.

Namun, jika Anda ingin lebih hemat, memasak sendiri di rumah bisa menjadi solusi yang lebih murah.

Bagi yang tinggal bersama majikan, biasanya sudah disediakan makan, sehingga pengeluaran untuk konsumsi bisa sedikit ditekan.

4. Kebutuhan Bulanan
Setiap bulan, Anda juga perlu membeli kebutuhan pokok, seperti bahan makanan, perlengkapan kebersihan, dan kebutuhan pribadi lainnya.

Rata-rata biaya belanja bulanan di Hong Kong berkisar sekitar Rp600 ribu, namun biaya ini tergantung dari barang yang Anda beli dan gaya hidup masing-masing.

Sumber: Inilah

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close