Masa Tunggu Haji di Aceh Capai Lebih dari 30 Tahun, Garuda Indonesia Tetap Layani Jemaah 1446 H

Banda Aceh, desernews.com
Antusiasme masyarakat Aceh untuk menunaikan ibadah haji terus meningkat setiap tahunnya. Akibatnya, masa tunggu jemaah haji asal Aceh kini telah mencapai lebih dari 30 tahun.
Hal ini menjadi perhatian serius bagi berbagai pihak dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan dan efisiensi penyelenggaraan haji.
Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama RI melalui perwakilannya, Kasubdit Transportasi Udara Deputi Bidang Koordinasi Layanan Dalam Negeri BP Haji RI, Edayanti Dasril, SIP, MIKom, menyampaikan bahwa maskapai Garuda Indonesia tetap akan melayani jemaah Aceh untuk musim haji 1446H/2025M.
Ia menekankan pentingnya pelayanan maksimal dan penuh kekeluargaan kepada para jemaah sejak di embarkasi, karena tahap ini menjadi cerminan kualitas pelayanan yang akan membekas hingga kepulangan jemaah ke tanah air.
Edayanti juga mengungkapkan bahwa BP Haji tengah menjajaki kerja sama strategis dengan DPR RI dalam rangka memperkuat kelembagaan dan fungsi layanan haji.
Ia berharap badan ini nantinya bisa berkembang menjadi Kementerian Haji dan Umrah, sepadan dengan negara-negara lain yang telah memiliki institusi setara untuk mengelola ibadah haji secara lebih profesional dan terstruktur.
Dalam rangka menyukseskan penyelenggaraan haji tahun ini, telah dilantik Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Aceh. Koordinator PPIH adalah H. Muzakir Manaf, dengan Ketua Drs. H. Azhari, M.Si, serta Wakil Ketua H. Munawar, SE, M.Si.
Struktur PPIH tahun ini diperkuat oleh berbagai bidang strategis seperti keuangan, kehumasan, layanan jemaah lansia dan disabilitas, kesehatan, imigrasi, hingga keamanan.
Selanjutnya, pelantikan Pembantu PPIH (PPPIH) dijadwalkan berlangsung pada Jumat, 25 April 2025, bersamaan dengan pelaksanaan rapat teknis sebagai bagian dari rangkaian persiapan menyeluruh.
Dengan semangat kebersamaan dan pelayanan yang maksimal, penyelenggaraan haji tahun ini diharapkan berjalan lancar dan memberi kesan mendalam bagi para jemaah, khususnya asal Aceh.(Sayed Muhammad Husen/T.Jamaluddin/DN)




