Daerah

Ditutupnya Jembatan Titi Besi Beri Lapangan Kerja Bagi Penduduk untuk Menyeberangkan Warga

Salah satu perahu getek yang menyeberangkan warga.

Galang, desernews.com
Sejak ditutupnya jembatan Titi Besi yang menghubungkan Kecamatan Galang, Kabupaten Deli Serdang dengan Kecamatan Serbajadi, Kabupaten Serdang Bedagai ternyata memberi lapangan kerja bagi sebagian penduduk setempat.

Warga di sekitar lokasi jembatan ramai ramai membuat perahu getek untuk menyeberang penduduk, khususnya di dua kabupaten tersebut.

Sejak ditutupnya jembatan Titi Besi dua Minggu lalu, kini sudah ada 7 unit perahu getek yang dibuat penduduk lokal untuk melayani masyarakat yang ingin menyeberang.

Andi, penduduk Dusun I Desa Titi Besi, Kecamatan Galang saat ditemui desernews.com, Kamis (18/09/2024) mengatakan, keberadaan perahu getek tersebut membawa seperti memberi berkah kepada saudara saudara yang tinggal diseputaran jembatan.

“Alhamdulillah. Sejak ditutupnya jembatan Titi Besi, warga disini jadi punya lapangan kerja menyeberangkan warga yang ingin melintas”, ucap Andi yang sering membawa murid pengajian sholawatan di kampungnya ke desa desa.

Sementara bagi warga, kata Andi keberadaan perahu getek sangat membantu mereka. Warga tidak perlu memutar dari Desa Pulau Gambar yang jarak tempuhnya empat kali lipat.

Dahulu, lanjut Andi ketika pertama kali dibuatnya perahu getek penyeberangan, tarif sekali menyeberang Rp 10.000. Tetapi kini sejak bertambahnya jumlah perahu getek, tarif sekali menyeberang Rp 5000.

“Dulu tarif sekali menyeberang Rp 10.000. tapi sekarang jumlah perahu getek disini ada 7 unit. Tarifnya pun sudah turun jadi Rp 5.000. 1 bulan modal pembuatan perahu getek senilai Rp 10 juta sudah kembali “, ucap suami Marlia itu.

Jembatan Titi Besi yang diperbaiki. Diperkirakan 4 bulan sudah selesai dan sudah bisa dilalui kenderaan kembali.

Sementara pengerjaan jembatan Titi Besi, menurut keterangan Hendra Daulay, mewakili pihak kontraktor yang ditemui desernews.com dilapangan mengatakan, 4 bulan sudah selesai dan sudah bisa dilalui kenderaan kembali. Baik kenderaan roda dua maupun roda empat ke atas.

“Diperkirakan empat bulan sudah selesai pengerjaannya pak. Pengerjaannya ini termasuk rehab sedang, yakni memperbaiki lantai jembatan “, tutur Hendra.

Ketika ditanya mengapa tidak dibuat jembatan darurat, kata Hendra, hal itu tidak ada di dalam RAB (Rincian Anggaran Biaya).

“Dalam RAB, pekerjaannya hanya perbaikan lantai saja. Nilainya Rp 8 milyar “, ucap Hendra Daulay. (05)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also
Close
Back to top button
Close
Close