Efriedi, Pemimpin Pendiam yang Menghadirkan Prestasi untuk SMAN 1 Dua Koto Pasaman

Pasaman, desernews.com
Dibawah kepemimpinan Efriedi, S.Pd., M.M., SMAN 1 Dua Koto terus menunjukkan kemajuan yang membanggakan, baik dalam bidang akademik maupun nonakademik. Sosok kepala sekolah yang dikenal pendiam namun berisi ini berhasil membuktikan bahwa kepemimpinan tidak selalu harus lantang, tetapi kuat dalam keteladanan, konsistensi, dan kerja nyata.
Pada Tahun Pelajaran 2024–2025, prestasi gemilang kembali ditorehkan SMAN 1 Dua Koto. Seorang siswa berhasil lulus dan diterima masuk ke STPDN, sebuah capaian prestisius yang menjadi bukti keberhasilan proses pembinaan dan pendidikan yang dijalankan di bawah kepemimpinan Efriedi.
Keberhasilan ini sekaligus menunjukkan kualitas anak didik yang diasuh dengan penuh kesungguhan dan arah yang jelas.
Efriedi bukanlah sosok instan dalam dunia pendidikan. Kariernya dimulai pada era 1990-an saat pertama kali diterima sebagai PNS dan bertugas sebagai guru di SMP negeri Kampung Pon,Kecamatan Sei Rampah,Kabupaten Deli Serdang di masa itu dan sekarang Kabupaten Serdang Bedagai,Sumut.
Pengalaman pengabdian juga membawanya ke Kabupaten Deli Serdang. Namun, panggilan untuk membangun daerah kelahiran akhirnya membuatnya mengurus pindah tugas ke Kecamatan Dua Koto, Kabupaten Pasaman, yang pada masa itu masih berada dalam wilayah Kecamatan Talamau sebelum pemekaran kabupaten.
Dedikasi dan pengalaman panjang tersebut menjadi modal berharga dalam memimpin SMAN 1 Dua Koto. Selama kepemimpinannya, sekolah ini tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga konsisten menorehkan prestasi nonakademik.
Bahkan, selama 10 tahun berturut-turut, SMAN 1 Dua Koto berhasil meraih Juara 1 lomba drum band/marching band,dibawah asuhan guru seni Erwis Nazar Nasution SPd,MM sebuah prestasi luar biasa yang mencerminkan pembinaan disiplin, kerja sama, dan karakter siswa yang kuat.
Dalam jiwa Efriedi tertanam keikhlasan mendalam untuk mendidik dan mencerdaskan anak bangsa. Hal itu terlihat jelas ketika terjadi masa peralihan kewenangan SMA dari Dinas Pendidikan Kabupaten ke Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Barat.
Pada masa transisi tersebut, Efriedi sempat dicopot dari jabatannya sebagai kepala sekolah SMAN 1 Dua Koto. Namun dengan penuh keteguhan, ia tetap mengabdi sebagai pendidik tanpa kehilangan semangat.
Tak berselang lama, sesuai dengan ketentuan dan peraturan bahwa SMA berada di bawah naungan Dinas Pendidikan Provinsi, Efriedi kembali dikukuhkan sebagai Kepala SMAN 1 Dua Koto.
Pengukuhan kembali ini menjadi bukti kepercayaan terhadap integritas, kompetensi, dan rekam jejak pengabdiannya.
Efriedi adalah contoh nyata pemimpin pendidikan yang bekerja dalam diam, namun hasilnya berbicara lantang. Di bawah kepemimpinannya, SMAN 1 Dua Koto terus melangkah maju, melahirkan generasi berprestasi, berkarakter, dan siap mengabdi bagi bangsa dan negara.(H.Eddi Gultom)




