Aceh Darussalam

DR. Muharrir Asy’ari LC, M. Ag: Tempat-Tempat Mustajab untuk Berdoa

DR. Muharrir Asy’ari LC, M. Ag.

Banda Aceh, desernews.com
Doa adalah senjata orang beriman. Doa bukan hanya sekadar permintaan, tetapi juga bentuk ketundukan dan penghambaan kita kepada Allah. Hal itu disampaikan  oleh Ustadz DR. Muharrir Asy’ari LC, M.Ag pada pengajian Rutin Ahad subuh 12 April 2026 di Mesjid Taqwa Muhammadiyah Banda Aceh. Lebih lanjut Rektor UMMAH mengatakan, Rasulullah SAW bersabda:
“Doa itu adalah ibadah.” (HR. Tirmidzi)

Namun, agar doa kita lebih mudah dikabulkan, kita perlu mengetahui waktu dan tempat-tempat mustajab (dikabulkannya doa) serta adab dan penghalangnya.

1. Di Bukit Shafa dan Marwah

Rasulullah SAW mencontohkan ketika beliau melakukan sa’i: Dari Abu Hurairah radhiyallāhu ‘anhu, bahwa Rasulullah SAW ketika sampai di Shafa, beliau menghadap Ka’bah, bertakbir, bertahmid, lalu berdoa dan mengangkat kedua tangannya. (HR. Muslim).

Di tempat ini, doa dipanjatkan dengan penuh harap, karena ia adalah bagian dari ibadah haji dan umrah yang penuh keikhlasan.

Pelajaran penting: Doa dilakukan dengan menghadap kiblat, Mengangkat tangan, Memuji Allah sebelum meminta

2. Di Dalam Ka’bah

Diriwayatkan bahwa Rasulullah SAW pernah masuk ke dalam Ka’bah dan berdoa di dalamnya. Ibnu Umar radhiyallāhu ‘anhuma berkata: “Rasulullah SAW masuk ke dalam Ka’bah bersama Bilal, lalu beliau berdoa di dalamnya.” (HR. Bukhari dan Muslim). Tempat ini adalah tempat yang sangat mulia, pusat tauhid, sehingga doa di dalamnya memiliki keutamaan yang besar.

3. Ketika Melempar Jumrah dan di Masy’aril Haram

Dalam ibadah haji, Rasulullah SAW juga berdoa setelah melempar jumrah:
Dari Ibnu Umar radhiyallāhu ‘anhuma, bahwa Rasulullah SAW setelah melempar Jumrah Ula dan Wustha, beliau berdiri lama menghadap kiblat sambil mengangkat kedua tangannya dan berdoa. (HR. Bukhari).

Demikian pula di Masy’aril Haram (Muzdalifah), beliau memperbanyak doa.
Maknanya: Di saat-saat ibadah yang penuh pengorbanan dan keikhlasan, doa menjadi sangat dekat untuk dikabulkan.

Fungsi dan Kedudukan Doa

Doa memiliki kekuatan yang luar biasa. Para ulama seperti Ibnu Qayyim rahimahullah menjelaskan bahwa:
Doa adalah sebab paling kuat untuk meraih kebaikan dan menolak keburukan.

Artinya: Doa bisa mengubah takdir (dengan izin Allah), Doa bisa menghindarkan musibah, Doa adalah bentuk ketergantungan kita kepada Allah.

Penghalang Dikabulkannya Doa
Namun, tidak semua doa langsung dikabulkan. Ada beberapa penghalang yang harus kita hindari:

1. Berdoa untuk Kemaksiatan

Rasulullah SAW bersabda:
“Akan dikabulkan doa seorang hamba selama ia tidak berdoa untuk dosa atau memutus silaturahmi.” (HR. Muslim)

2. Hati yang Lalai dan Tidak Sungguh-Sungguh

Rasulullah SAW bersabda:
“Berdoalah kepada Allah dalam keadaan yakin akan dikabulkan, dan ketahuilah bahwa Allah tidak mengabulkan doa dari hati yang lalai dan tidak sungguh-sungguh.” (HR. Tirmidzi)

Maknanya: Lisan berdoa, tapi hati tidak hadir, Tidak yakin doanya dikabulkan
‌Berdoa hanya formalitas

3. Makanan dan Harta yang Haram

Ini adalah penghalang yang sangat besar.
Rasulullah SAW bersabda:
“Wahai manusia, sesungguhnya Allah itu baik dan tidak menerima kecuali yang baik…” (HR. Bukhari dan Muslim).

Dalam hadis lain dijelaskan:Seseorang berdoa dengan mengangkat tangan, tetapi: Makanannya haram, Minumannya haram, Pakaiannya haram. Maka Rasulullah SAW bersabda: “Bagaimana mungkin doanya dikabulkan?”

Kriteria Makanan Halal dan Baik
Dalam Islam, makanan tidak hanya dilihat dari satu sisi: Halal zatnya (tidak haram seperti babi, khamar). Baik dan sehat (thayyib), tidak membahayakan tubuh
‌Cara memperolehnya halal, bukan dari riba, korupsi, atau zalim.

Kisah Pelajaran dari Umat Terdahulu
Dikisahkan dalam atsar yang disebut oleh Ibnu Qayyim, bahwa Bani Israil pernah ditimpa musibah, lalu mereka berdoa kepada Allah. Namun Allah menolak doa mereka karena: Mereka bergelimang dosa, Tangan mereka berlumuran kezaliman, Kehidupan mereka dipenuhi kemaksiatan.

Seakan Allah berfirman:
“Bagaimana kalian berharap dikabulkan doa, sementara kalian jauh dari-Ku?”
Ini menjadi pelajaran penting bagi kita.

Kunci Dikabulkannya Doa
Agar doa kita dikabulkan, maka perhatikan:bHadirkan hati dan keikhlasan, Yakin Allah akan mengabulkan, Berdoa di waktu dan tempat mustajab, Menjaga diri dari yang haram, Tidak berbuat zalim.

Ingatlah, Allah Maha Mendengar. Tidak ada satu doa pun yang sia-sia.
“Berdoalah kepada-Ku, niscaya Aku kabulkan untukmu.” (QS. Ghafir: 60)

Semoga Allah menjadikan kita hamba-hamba yang gemar berdoa, yang doanya dikabulkan, dan dijauhkan dari segala penghalang doa. Āmīn yā Rabbal ‘ālamīn. (T. Jamaluddin)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close