Diultimatum Bobby Nasution, Lurah di Medan Timur Beberkan 75 Persen Dana Kelurahan untuk Ini

Medan, desernews.com
Pemerintah Kota Medan mengalokasikan anggaran sebesar Rp1,7 miliar untuk setiap kelurahan.
Dana kelurahan ini diperuntukkan 75 persen di antaranya dipergunakan untuk infrastruktur.
Lurah Pulo Brayan Darat II Kecamatan Medan Timur, Desy Chalizah P Harahap mengatakan 25 persen dana kelurahan lainnya diperuntukkan untuk belanja barang.
“Dana kelurahan ini kita peruntukan guna pembangunan sarana dan prasarana di masyarakat. Ini sesuai pedoman pelaksanaan yang diamanatkan.
Namun, pada pelaksanaanya, kita benar-benar melihat apa yang menjadi kebutuhan masyarakat sehingga hasilnya bermanfaat bagi warga,” ujarnya di Medan, Senin (17/1/2022).
Desy menuturkan, penggunaan dan peruntukan dana kelurahan secara tepat, jelas dan sesuai kebutuhan masyarakat menjadi hal penting untuk direalisasikan.
Ia memaparkan infrastruktur yang dibangun dengan menggunakan dana kelurahan di wilayahnya yakni pemasangan paving block di Jalan Jemadi, Lorong I.
“Lalu, perbaikan dan pemasangan tutup drainase di Jalan Damar IV, rabat beton jalan (Jalan Ridho dan Jalan Jemadi Gg Anggrek) serta coverlab di Jalan Krakatau,” katanya.
Ia mengatakan, hal ini sejalan dengan program prioritas Wali Kota Medan yang saat ini tengah fokus pada perbaikan infrastruktur di Kota Medan.
“Contohnya, seperti pembelian timbangan bayi digital, kursi dan meja portable serta thermo gun yang diberikan kepada posyandu.
Harapannya agar kualitas pelayanan kesehatan ke masyarakat semakin meningkat.
Selain itu juga, pemberian sarana kepada sejumlah organisasi kemasyarakatan, keagamaan dan pembangunan literasi masyarakat,” terangnya.
Di luar dari penggunaan dana kelurahan, jelas Desy, Kelurahan PBD II juga melakukan sejumlah kegiatan dalam rangka pemberdayaan masyarakat di antaranya peningkatan kemampuan dan pemahaman kepada para kader posyandu agar mampu mengedukasi masyarakat sebagai bentuk aksi pencegahan stunting.
Melalui kegiatan pembangunan sarana dan prasarana dengan dana kelurahan serta pemberdayaan masyarakat yang telah dilakukan, Desy pun berharap dapat menciptakan kemandirian keluarga di kelurahan sehingga lebih produktif.
Selain itu juga, sebagai bentuk perhatian pemerintah kepada masyarakat.
“Semoga upaya yang dilakukan memberikan manfaat bagi masyarakat,” pungkasnya.
Sebelumnya, Wali Kota Medan Bobby Nasution mengeluarkan kebijakan untuk mengurangi dana kelurahan bagi lurah yang tidak mencapai target realisasi anggaran per triwulan.
Hal ini disampaikannya dalam rapat perencanaan anggaran Dana Kelurahan di Hotel Le Polonia Medan, Rabu (8/12/2021).
“Kemarin kita sudah diskusi dengan Bappeda, BPKAD, dengan Pak Sekda kita sudah diskusi nanti akan kita keluarkan target-target per tiga bulan persentasi berapa capaian yang harus dilaksanakan oleh lurah-lurah menggunakan dana kelurahannya,” ujarnya.
Bobby mengatakan pihaknya akan melakukan koreksi bagi kelurahan yang tidak mampu mencapai target. Seperti mengevaluasi penyebab capaian realisasi anggaran yang masih rendah.
“Kalau target tersebut tidak terpenuhi ini yang menjadi koreksi bagi kami, pertama melihat kendalanya karena apa. Apa karena kendala lapangan terlalu sulit segala macam,” katanya.
Menurutnya, jika capaian realisasi dana kelurahan tidak sesuai target tanpa alasan yang dapat diterima, kelurahan dinilai tidak mampu melakukan inovasi dalam memaksimalkan dana kelurahan tersebut.
“Abis itu kalau target ini tidak terpenuhi terus ini yang menjadi kami koreksi dana kelurahannya. Berarti di kelurahan tersebut tidak punya inovasi menganggap tidak tahu permasalahan karena dana kelurahan itu untuk menyelesaikan permasalahan di kewilayahan,”
“Baik itu semua sudah tercantum dalam aturannya, seperti manusia dan segala macam termasuk permasalahan di bidang fisiknya maupun infrastruktur itu ada semua penjabarannya,” ucapnya.
Bobby mengatakan akan ada evaluasi mendalam bagi lurah yang tidak mampu mencapai target hingga Februari 2022 nantinya.
“Jadi kalau enggak bisa digunain dananya yaudah kita potong dananya kita jadikan koreksi untuk lurahnya. Jadi penilaian kalau enggak tercapai bulan 2 nanti kita buat Perubahannya kita kurangi dananya. Orangnya kita catat betul namanya, kita koreksi, kita evaluasi,” katanya.
Ia meminta seluruh kelurahan di Kota Medan dapat memaksimalkan dana yang sudah dianggarkan.
“Tentunya kan pasti melihat dari kemampuan anggaran kita, pendapatan per triwulan kita. Yang pasti kita pengennya triwulan 1 triwulan 2 itu harus dikebut dulu, jadi jangan waktu akhir tahun nanti baru dikerjain semua,” pungkasnya.(trib/DN)




