Nasional

Difasilitasi Abetnego Tarigan, Bank Sampah GBKP Dapat Bantuan Satu Unit Kenderaan Pengangkut Sampah dari Dirjen PSLB3

Bank Sampah GBKP bertemu Dirjen PSLB3, Rosa Vivien Ratnawati, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.(Foto/Ist)

Jakarta, desernews.com
Permasalahan sampah merupakah masalah serius di Kabupaten Karo, ini telah menciptakan kondisi yang terlihat kumuh baik kawasan perkotaan maupun kawasan perdesaan di Kabupaten Karo terutama di pemukiman warga.

Masalah sampah sangat dipengaruhi oleh praktek kehidupan keseharian di masyarakat serta ketiadaan sistem pengelolaan sampah yang terintegrasi dan holistik.

GBKP sudah mengambil peran dalam menjaga lingkungan dengan berupaya kreatif merawat lingkungan melalui program pelayanan
Untuk meninindak lanjuti dalam pengelolaan sampah di Karo,

Deputi II Kantor Staf Presiden (KSP), Abetnego Panca Putra Tarigan memfasilitasi Bank Sampah GBKP untuk bertemu Dirjen Pengelolaan Sampah, Limbah dan B3 (PSLB3), Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Rosa Vivien Ratnawati baru -baru ini di Jakarta.

Dalam pertemuan ini mengemuka terkait persoalan sampah di Kabupaten Karo yang sudah menjadi permasalahan yang cukup serius. Permasalahan ini telah menciptakan kondisi yang terlihat kumuh, baik untuk kawasan perkotaan maupun perdesaan terutama di permukiman warga.

Terungkap, masalah sampah ini sangat dipengaruhi oleh praktek kehidupan keseharian di masyarakat serta ketiadaan sistem pengelolaan sampah yang terintegrasi dan holistik atau menyeluruh. Berdasarkan informasi dari kementerian, Kabupaten Karo belum memasukkan data dan informasi ke dalam Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN).

Hal ini menjadi indikator kuat bahwa Kabupaten Karo tidak melihat persampahan sebagai isu strategis dalam pengelolaan kabupaten. Padahal, kesehatan masyarakat menjadi syarat mutlak untuk pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas.

Bank Sampah GBKP bertemu Dirjen PSLB3, Rosa Vivien Ratnawati, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.(Foto/Ist)

Pdt. Mira Sinulingga dan Bani Sinuhaji selaku perwakilan Bank Sampah GBKP bersama Lidia Simarmata, perwakilan Bank Sampah Desa Pangambatan Unit Kecamatan Merek mengungkapkan, GBKP telah mengambil inisiatif dengan mengembangkan 25 Bank Sampah Unit dan 1 Bank Sampah Induk di Kabanjahe.

“Ini merupakan respon gereja menjawab persoalan kongkret di masyarakat. Ada perkembangan yang positif dari masyarakat yang sudah memiliki Bank Sampah di desa. Kesadaran untuk mengumpulkan dan menjadikan potensi ekonomi telah berkembang di banyak desa,” jelas Mira Sinulingga.

Namun disisi lain, masih banyak tantangan seperti ketersediaan alat angkut dan kecukupan gudang penampung. Selain itu, dibutuhkan pengembangan satu sistem yang terintegrasi untuk menciptakan ekosistem pengelolaan sampah yang handal dan berkelanjutan.

“GBKP sudah mengambil peran dalam menjaga lingkungan dengan berupaya kreatif merawat lingkungan melalui program pelayanan Bank Sampah. Namun, gereja akan lebih maksimal melakukan pelayanan jikalau berkolaborasi dengan pemerintah setempat untuk percepatan dan perkembangan pelayanan ini. Inilah yang menjadi harapan gereja,” urainya.

Sementara, Dirjen PSLB3 KLHK, Rosa Vivien Ratnawati menanggapi pernyataan pihak Bank Sampah GBKP menyampaikan akan mendukung penguatan kapasitas dan pengembangan sistem pengelolaan bank sampah. Untuk itu, pihaknya akan menurunkan tim yang bekerjasama dengan Bank Sampah Bersinar asal Bandung.

“Bank Sampah Bersinar merupakan salah satu yang sukses di Indonesia dan teruji. Selain itu, KLHK juga berkomitmen membantu Bank Sampah GBKP untuk mengembangkan program untuk akses pendanaan dari Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH),” jelas Rosa.

Pada pertemuan ini, Dirjen PSLB3 memberikan oleh-oleh kepada Bank Sampah GBKP berupa satu unit kendaraan untuk mengangkut sampah di desa. Untuk diketahui, pertemuan kedua pihak ini difasilitasi Abetnego Tarigan usai menerima penghargaan dari Kepala Staf Kepresidenan, Jenderal TNI (Purn) Moeldoko.

Bank Sampah Yayasan Bumi saat ini ada Bank Sampah Unit (BSU) 41 unit dimana ada 2 di Sekolah 3 di lembaga unit GBKP dan di 36 desa. (FS-Ring)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close