Daerah

BPD Dan Warga Sukamaju Bantah Adanya Pengancaman Dari Oknum Dan Preman

Wartawan saat mengkonfirmasi warga (Foto/Ist)

Tanah Karo, desernews.com
Terkait adanya postingan di media sosial yang menyatakan bahwa warga Desa Talun Kuta yang sekarang di sebut Desa Suka Maju Kecamatan Tigapanah Kabupaten Karo merasa tidak nyaman dan kondisinya sempat mencekam karena adanya oknum yang melakukan pengancaman terhadap warga desa tersebut.

Namun hal ini pihak BPD dan Warga Desa Sukamaju langsung membantahnya dan mengatakan tidak ada pengancaman sama sekali oleh preman atau pun hal-hal lainnya.

Terkait viralnya berita tersebut, beberapa wartawan mencoba mengkonfirmasi Kepala Desa Sukamaju Bahagia Ginting terkait tentang pengancaman terhadap petani oleh preman dan oknum TNI, tapi tidak berhasil ditemui dikantornya.

Namun melalui salah seorang stafnya mengatakan untuk menunggu sebentar, setelah ada 2 jam ditunggu, Kades belum juga muncul sehingga wartawan terus mencari informasi kepada masyarakat Desa dan menemui Jonson Sembiring salah satu anggota BPD.

Dari keterangan Jonson Sembiring mengatakan, bahwa itu tidak benar sama sekali dan saya dengan tegas membantah keras adanya pengancaman oleh oknum berbaju Hijau dan Preman, “Tidak ada itu sama sekali, Desa Sukamaju aman-aman saja dan tidak ada laporan masyarakat terkait ancaman tersebut ke kami pihak BPD,” kata Jonson dengan tegas.

Disambungnya lagi, saya sendiri adalah sebagai Wakil Badan Permusyawaratan Desa(BPD ) Sukamaju menyampaikan, bahwa berita yang berkembang akhir-akhir ini tidaklah benar dan berita itu “HOAX”Jelasnya.

Untuk memastikan kebenarannya, salah seorang warga petani di desa tersebut P.Tarigan (30) juga mengatakan itu berita tidak benar sama sekali dan itu “Hoax” disini tidak ada ancaman, kami warga aman-aman saja untuk bertani.

“Saya sebagai petani Desa Sukamaju memang ada berita saya dengar tentang Desa kami yang katanya mencekam, ada Preman, dan lain lain, itu tak benar, apalagi sampai katanya mengancam petani, itu jelas tidak benar,” Tegas Tarigan.

Begitu juga dijelaskan Mamak Netti Beru Ginting (65) warga desa setempat, bahwa jawaban mereka hampir semua sama dan tidak pernah mendengar adanya ancaman dari pihak perusahan, aparat, maupun preman, kami semua merasa nyaman “Jelasnya.

Sama halnya dijelaskan warga lainnya “kami warga disini aman-aman saja tidak ada ancaman, itu ulah ulah orang-orang yang tak bertanggung jawab”Ujarnya.(Fs-Ring)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close