CATATAN PERJALANAN DARI TANAH SUCI

desernews.com
Lembah jin memiliki teka teki yang sampai saat ini masih diperdebatkan para ilmuwan.
Pasalnya, menjajal jalan menuju lokasi memiliki daya tarik magnet yang sangat kuat, terutama saat kendaraan roda dua atau roda empat melintasi jalan menuju titik Lembah Jin.
Seringkali jemaah haji atau jemaah umroh mengunjungi Jabal Magnet di Kota Madinah, Arab Saudi.
Destinasi wisata religi di kota suci ini dikenal sebagai Lembah Jin atau dalam bahasa Arab disebut Wadi Al-Jin.
“Suasana dilokasi sangat ramai oleh jemaah dari berbagai negara, seperti dari Indonesia, Filipina, Malaysia, India, Turki, Mesir, Pakistan dan Afghanistan,” ungkap beberapa peziarah yang tergabung dalam tim Media Center Haji (MCH) yang sedang berziarah dan berkunjung ke Lembah Jin.

Menurut mereka, rata rata para jemaah hanya ingin menyaksikan dan merasakan keanehan lokasi yang berjarak sekitar 24 kilometer kearah barat laut Kota Madinah.
“Sangat aneh, karena jarak 5 kilometer sebelum tiba dititik Lembah Jin, mobil terasa berat tarikkannya. Padahal gas sudah maksimal, tapi mobil melaju 30-50 kilometer pertama,” sebut Suryana salah seorang jemaah dari Indonesia.
Menurut Suryana, jalan menuju lokasi rata dan tidak menanjak. Tetapi ketika dirinya membawa jemaah selalu merasakan keanehan, seperti terjadi tarikan dari belakang.
Tapi sebaliknya, ketika kembali menuju Kota Madinah, mobil yang dikemudikan terasa lebih ringan dan lebih kencang, bahkan tidak perlu ditekan gasnya, mobil berjalan sendiri seperti memiliki daya tarik kedepan.
Menurut cerita dari jemaah yang sudah pernah berkunjung kesana, sebagian penduduk Arab Saudi beranggapan Lembah Jin itu dihuni banyak Jin atau makhluk yang tidak bisa dilihat dengan mata.
Setiap mobil yang menuju ke lokasi ditahan, sehingga sopir merasa lebih berat saat mengemudi.
Ketika hendak meninggalkan lokasi mobil terasa ringan, karena para Jin mendorong meninggalkan Lembah Jin.

Dari keanehan itulah, sebagian warga disana menamakannya Jabal Magnet, gunung yang disekitarnya terdapat magnet magnet yang berpengaruh terhadap laju kendaraan yang melalui jalan dikaki gunung.
Sebagian yang lain tetap menamakannya sebagai Wadi Jin, karena dahulu ditempati para Jin.
Untuk menarik jemaah, pengelola wisata Lembah Jin juga menyediakan jasa hiburan menaiki unta.
Pengunjung dapat naik binatang khas Arab Saudi itu hanya dengan merogoh kocek 10 Riyal untuk menikmati pemandangan gunung khas Arab Saudi dalam waktu 10-15 menit.
Terlepas kebenaran yang hakiki, siapapun yang menuju Lembah Jin akan merasakan hal serupa, Tarakan dari belakang saat menuju lokasi atau dorongan kedepan saat kembali.
Kisah ini bukan adanya sekarang saja, tapi hal tersebut sudah ada sejak puluhan tahun atau lebih atau mungkin sudah ratusan tahun yang silam.

Jabal Uhud, Kebun Kurma dan Masjid Kubah.
Selanjutnya ketika kita berada di Kota Madinah, bagi jemaah yang sedang mengerjakan “Arbain” sholat 40 waktu selama 8 atau 9 hari, punya kesempatan melakukan wisata religi diseputaran Kota Suci kedua tersebut.
Setelah kita mengunjungi Lembah Jin, perjalanan wisata religi kita lanjutkan ke tempat tempat yang sangat bersejarah.
Kali ini kita ke Jabal Uhud atau Gunung Uhud atau kerap juga disebut Bukit Uhud berlokasi sekitar 5 kilometer sebelah utara kota Madinah.
Jabal Uhud merupakan gunung yang kelak ada di surga.
Bagi umat muslim yang melaksanakan ibadah umrah atau haji, biasanya akan menyempatkan diri untuk mengunjungi Jabal Uhud atau minimal melihat Jabal Uhud ketika melintas di Madinah, karena Gunung ini begitu istimewa.
Jabal Uhud adalah gunung batu berwarna kemerahan, ukurannya tidaklah begitu besar, tingginya sekitar 1.050 m dengan panjang 7 km.
Jabal Uhud seperti sekelompok gunung yang tidak bersambungan dengan gunung-gunung yang lain.
Karena itulah, penduduk Madinah menyebutnya Jabal Uhud, yang artinya “bukit menyendiri”.
Jabal Uhud akan Ada di Surga
Mengutip buku Sejarah Terlengkap Nabi Muhammad SAW : Dari Sebelum Masa Kenabian hingga Sesudahnya oleh Abdurrahman bin Abdul Karim disebutkan bahwa Jabal Uhud adalah gunung yang kelak berada di surga.
Nabi Muhammad SAW bersabda,
“Bukit Uhud adalah salah satu dari bukit-bukit yang ada di surga.” (HR. Bukhari).
Anas bin Malik menuturkan bahwa Rasulullah SAW bersabda ;
“Sesungguhnya, Uhud adalah satu gunung yang mencintai kami, dan kami juga mencintainya.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Sebuah riwayat juga menceritakan, Nabi Muhammad SAW pernah menaiki puncak Uhud bersama Sayyidina Abu Bakar, Sayyidina Umar al-Faruq, dan Sayyidina Utsman bin Affan.
Setelah keempatnya berada di puncak, terasa Gunung Uhud bergetar.
Kemudian Nabi Muhammad SAW menghentakkan kakinya, dan bersabda, “Tenanglah kamu, dan Uhud. Di atasmu, sekarang adalah Rasulullah dan orang yang selalu membenarkannya, dan dua orang yang akan mati syahid.” Tak lama setelah itu, Uhud berhenti bergetar. Demikianlah tanda kecintaan dan kegembiraan Uhud menyambut Rasulullah SAW.
Demikian sekilas tentang Jabal Uhud.
Selanjutnya perjalanan kita lanjut ke Kebun Kurma dan Masjid Kubah. Keduanya juga punya catatan dan kisah tersendiri.
Ingin tau ceritanya atau ingin lihat lebih jauh tentang lokasi Lembah Jin, Jabal Uhud, Kebun Kurma dan Masjid Kubah di seputaran Kota Madinah, coba dari sekarang menabung dan tekadkan iman, semoga kita mendapat panggilan Allah SWT untuk ber umroh atau berhaji. Insya Allah, moga Allah mencurahkan rahmat dan rezeki untuk kita…..aaminn yra. (Catatan: H. Suhartoyo, Qia)




