Bupati H Asri Ludin dan Kaisar Hirohito dalam Memandang Pendidikan

Bupati dr H Asri Ludin Tambunan sering mengunjungi kantor kantor dinas di lingkungan Pemkab Deli Serdang. Sejak beliau dilantik bulan Pebruari 2025 lalu, sudah ada beberapa dinas yang ia kunjungi.
Seperti Dinas Pemadaman Kebakaran dan Penyelamatan, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, Kantor Badan Pendapatan Daerah dan terakhir kemarin Kantor Dinas Pendidikan.
Kunjungan Bupati Asri Luddin ke kantor kantor instansi yang dipimpinnya itu tentu ingin melihat secara langsung bagaimana para pegawai bekerja dan melayani masyarakat. Ia tidak mau hanya menerima laporan dari bawahan dan stafnya saja. Tetapi ingin melihat dan mendegar langsung dari dekat.
Metode ini tidak hanya dilakukannya terhadap kantor kantor OPD di lingkungan Pemkab Deli Serdang saja, tetapi juga ia lakukan terhadap kecamatan kecamatan melalui programnya BERJEMUR-nya yakni Bupati Bekerja Bertemu Rakyat.
Program ini bertujuan untuk mendekatkan pemerintah daerah dengan masyarakat serta memastikan pelayanan publik berjalan dengan baik.
Namun dari beberapa kunjungan mantan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Deli Serdang itu ke dinas dinas tersebut, atensi Asri Ludin kepada dinas pendidikan terbilang cukup besar.
Hal ini dapat kita lihat dari langkah spektakuler yang diambilnya dengan membubarkan Koordinator Kecamatan (Korcam) Dinas Pendidikan di seluruh wilayah Kabupaten Deli Serdang. Karena dinilai tidak efektif.
Kemudian mengadakan dialog dengan guru guru dan kepala sekolah se Deli Serdang di convention hall guna mendengar langsung masukan dari para pendidik.
Tidak hanya itu, H Asri Ludin juga memiliki perhatian terhadap sarana dan prasarana yang ada di sekolah sekolah. Pekan lalu H Asri Ludin Tambunan telah meresmikan fasilitas Mandi Cuci Kakus (MCK) di SDN 104230, Desa Tanjung Sari, Kecamatan Batang Kuis.
Peresmian ini, kata Bupati merupakan bagian dari program “Pendidikan Murah dan Berkualitas (Pemula)” yang menjadi visi-misi dia bersama wakilnya, Lomlom Suwondo.
Asri Luddin sepertinya ingin menjadikan pendidikan di Kabupaten Deli Serdang maju dan lebih unggul dari kabupaten lainnya di Indonesia.
Rasanya tidak berlebihan bila dikatakan, H Asri Ludin Tambunan memiliki pandangan yang sama dengan Kaisar Jepang, Hirohito dalam memandang betapa pentingnya sebuah pendidikan untuk memajukan suatu bangsa.
Ketika Hiroshima dan Nagasaki hancur di bom atom Amerika tahun 1945, Kaisar Jepang Hirohito tidak bertanya tentang jumlah pasukan yang tersisa atau jumlah korban jiwa. Dan orang nomor satu di negeri sakura itu tidak bertanya berapa lagi jumlah tentara yang tersisa. Ia justru bertanya tentang jumlah guru yang masih ada.
Kaisar Hirohito sangat menyadari pentingnya peran guru dalam membangun kembali negara dan mengejar ketertinggalan dari Amerika Serikat.
Kaisar Hirohito kemudian mengumpulkan sekitar 45.000 guru yang tersisa dan memberi mereka arahan untuk membangun kembali Jepang. Beliau mengatakan bahwa Jepang harus belajar agar dapat mengejar Amerika Serikat, dan guru adalah kunci untuk mewujudkan hal itu.
Peristiwa ini menunjukkan betapa pentingnya peran guru dalam masyarakat Jepang, dan bagaimana Kaisar Hirohito menghargai guru sebagai pilar utama dalam membangun kembali negara setelah kehancuran besar.
Mungkin hal ini pula yang ada di benak pikiran H Asri Ludin Tambunan. Makanya saat ia berkunjung ke Dinas Pendidikan kemarin, H Asri Luddin secara tegas mengatakan, pastikan gurunya mengajarkan, dan pastikan anak-anak yang diajarkan paham apa yang diajarkan. Karena dia tidak mau ada anak-anak di Deli Serdang tertinggal atau terbengkalai
Bupati berharap, para kepala sekolah, guru dan Dinas Pendidikan, pada umumnya, untuk bekerja dengan baik dan benar, menunjukan Dinas Pendidikan Kabupaten Deli Serdang benar-benar menjadikan anak-anak bangsa menjadi generasi emasnya Indonesia tahun 2045.
Indonesia diperkirakan akan menghadapi era bonus demografi pada 2030 hingga 2040 mendatang.
Secara umum belum terjadinya link and match antara sistem pendidikan dan dunia kerja juga merupakan tantangan yang harus segera dijawab, agar bonus demografi penduduk usia produktif dapat secara signifikan menggerakkan perekonomian.
Deli Serdang sebagai salah satu kabupaten di Indonesia diharapkan bisa mencapai bonus demografi dan harus mampu memanfaatkan dengan sebaik-baiknya dalam rangka merealisasikan kesejahteraan masyarakat.
Memiliki Kapabilitas dan Kompetensi
Namun dari semua itu, ada pertanyaan dan harapan masyarakat Deli Serdang yang kiranya patut dan layak di dengar Bupati H Asri Ludin Tambunan. Yakni pimpinan OPD atau kepala dinas hendaknya benar benar dipimpin oleh seorang yang memiliki kapabilitas dan kompetensi di dinasnya dan memiliki latar belakang pendidikan formal yang sesuai dengan dinas yang dipimpinnya.
Kita tahu saat ini Dinas Pendidikan Deli Serdang dipimpin oleh Yudi Hilmawan SE, MM yang pendidikan formalnya sarjana ekonomi. Idealnya orang orang yang memiliki latar belakang pendidikan sarjana ekonomi seperti Yudi idealnya ditempatkan memimpin dinas yang berkaitan dengan ekonomi. Dalam hal ini misalnya Dinas Perindustrian dan Perdagangan atau Dinas Koperasi.
Sedangkan Dinas Pendidikan hendaknya benar benar dipimpin oleh seorang yang memiliki latar belakang pendidikan formal guru. Bahkan bila perlu pejabat yang memimpin dinas tersebut mengawali karirnya dari bawah yakni dari seorang pendidik.
Namun semuanya ini terpulang kepada Bupati dr H Asri Ludin Tambunan. Sebagai seorang pimpinan, beliau tentu memiliki penasehat penasehat yang mumpuni dan banyak masukan masukan.
Penulis hanya menyampaikan apa yang penulis dengar dari masyarakat di luar sekretariat untuk disampaikan sebagai masukan juga.
Sebagai salah seorang warga biasa, penulis ingin Deli Serdang Maju, Deli Serdang Sehat, Deli Serdang Cerdas, Deli Serdang Religius dan Berkelanjutan. Yes…yes…yes.
(H Nurdin Barus)









